alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Data Pasien Covid-19 Landak Menyebar, Bupati Langsung Berikan Teguran

NGABANG – Pesan berantai berisikan nama lengkap, umur, pekerjaan hingga alamat lengkap pasien Covid-19 terbaru di Kabupaten Landak dan Melawi tersebar di grup-grup whatsapp, Selasa (9/6).

Warga Landak sontak heboh. Bahkan, Bupati Landak Karolin Margret Natasa harus menegur langsung penyebar pesan tersebut. Setelah itu, barulah pesan tersebut dihapus.

“Ini siapa yang share tolong dihapus,” tulisnya dalam salah satu grup whatsapp.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak Subanri menyayangkan tersebarnya informasi mengenai pasien Covid-19 melalui media sosial whatsapp. Ia pun meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan kembali informasi bersifat rahasia tersebut.

“Jadi ini sebetulnya duluan masyarakat tahu dari pada kepala dinas dan bupatinya. Itu membingungkan kita juga. Data pasien by name by address tersebar. Kan itu privasi,” katanya.

Baca Juga :  Babinsa Distribusikan Sembako Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat yang sudah mendapatkan informasi itu agar tidak menyebarluaskannya kembali. Karena hal ini dapat memberikan tekanan moril kepada pasien.

“Tolong jangan menyebarluaskan informasi mengenai pasien. Ini kondisi sosial juga harus dipikirkan,” tutupnya.

Selama ini, kata dia, Pihaknya tidak pernah menerima alamat lengkap pasien. Orang yang bisa mengetahui alamat pasien hanyalah Kepala Dinas Kesehatan.

“Biasanya informasi dari dinas kesehatan provinsi itu tidak mencantumkan alamat, umur dan lain-lain. Ini kemarin kok sudah disebarluaskan yang sangat mengganggu privasi daripada pasien. Saya tidak tahu bocor atau tidak,” katanya. (mif)

NGABANG – Pesan berantai berisikan nama lengkap, umur, pekerjaan hingga alamat lengkap pasien Covid-19 terbaru di Kabupaten Landak dan Melawi tersebar di grup-grup whatsapp, Selasa (9/6).

Warga Landak sontak heboh. Bahkan, Bupati Landak Karolin Margret Natasa harus menegur langsung penyebar pesan tersebut. Setelah itu, barulah pesan tersebut dihapus.

“Ini siapa yang share tolong dihapus,” tulisnya dalam salah satu grup whatsapp.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak Subanri menyayangkan tersebarnya informasi mengenai pasien Covid-19 melalui media sosial whatsapp. Ia pun meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan kembali informasi bersifat rahasia tersebut.

“Jadi ini sebetulnya duluan masyarakat tahu dari pada kepala dinas dan bupatinya. Itu membingungkan kita juga. Data pasien by name by address tersebar. Kan itu privasi,” katanya.

Baca Juga :  Heboh Kemunculan Buaya di Ngabang

Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat yang sudah mendapatkan informasi itu agar tidak menyebarluaskannya kembali. Karena hal ini dapat memberikan tekanan moril kepada pasien.

“Tolong jangan menyebarluaskan informasi mengenai pasien. Ini kondisi sosial juga harus dipikirkan,” tutupnya.

Selama ini, kata dia, Pihaknya tidak pernah menerima alamat lengkap pasien. Orang yang bisa mengetahui alamat pasien hanyalah Kepala Dinas Kesehatan.

“Biasanya informasi dari dinas kesehatan provinsi itu tidak mencantumkan alamat, umur dan lain-lain. Ini kemarin kok sudah disebarluaskan yang sangat mengganggu privasi daripada pasien. Saya tidak tahu bocor atau tidak,” katanya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/