alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Harga Ayam Potong di Ngabang Meroket, Capai Rp50 Ribu Per Kilogram

NGABANG – Harga ayam potong tingkat pengecer di Ngabang kian meroket paska Idulfitri. Pada Selasa (9/6) kemarin, harga ayam potong di Pasar Rakyat Landak sudah mencapai Rp50 ribu per kilogram.  Naiknya harga tersebut, disebabkan minimnya pasokan ayam, baik dari luar daerah maupun lokal Ngabang. Ditambah pandemi Covid-19 yang membuat distribusi ayam menjadi kian sulit.

Dari pantauan Pontianak Post di Pasar Rakyat Landak, Ngabang Selasa (9/6) lalu, pedagang ayam sepi pembeli. Tak banyak yang melintas di los-los pedagang ayam. Tarmiji, salah satu pedagang mengatakan, stok ayam dari peternak kian turun. Menurunnya stok ayam dari peternak ini sudah terjadi sejak Mei lalu.  “Memang karena stok ayam lagi sedikit. Jadi harga ikut naik,” katanya.

Baca Juga :  Masuk Landak, Kendaraan Disemprot Disinfektan

Namun begitu kenaikan harga ini terjadi perlahan. Pada pekan lalu, menurutnya harga ayam potong masih menyentuh Rp45 ribu per kilogram. “Banyak juga ibu-ibu yang mau beli ayam lalu tak jadi. Ibu-ibu kaget ketika dengar harga ayam segitu. Banyak juga yang jadi beli sedikit,” cerita Tarmiji.

Melambungnya harga ayam ras ditingkat pengecer di pasaran Landak cukup membuat kaget masyarakat. Wahyu misalnya, menurutnya harga yang kian meninggi ini kiat menyulitkan masyarakat. Apalagi bagi mereka yang membuka usaha rumah makan.  Ia pun berharap, harga ayam segera turun dalam waktu dekat. “Karena kami juga tak bisa menaikkan harga toh mas. Nanti pelanggan lari,” kata pengusaha pecel lele ini. (mif)

NGABANG – Harga ayam potong tingkat pengecer di Ngabang kian meroket paska Idulfitri. Pada Selasa (9/6) kemarin, harga ayam potong di Pasar Rakyat Landak sudah mencapai Rp50 ribu per kilogram.  Naiknya harga tersebut, disebabkan minimnya pasokan ayam, baik dari luar daerah maupun lokal Ngabang. Ditambah pandemi Covid-19 yang membuat distribusi ayam menjadi kian sulit.

Dari pantauan Pontianak Post di Pasar Rakyat Landak, Ngabang Selasa (9/6) lalu, pedagang ayam sepi pembeli. Tak banyak yang melintas di los-los pedagang ayam. Tarmiji, salah satu pedagang mengatakan, stok ayam dari peternak kian turun. Menurunnya stok ayam dari peternak ini sudah terjadi sejak Mei lalu.  “Memang karena stok ayam lagi sedikit. Jadi harga ikut naik,” katanya.

Baca Juga :  Satu Pasien Covid-19 Landak Meninggal Dunia

Namun begitu kenaikan harga ini terjadi perlahan. Pada pekan lalu, menurutnya harga ayam potong masih menyentuh Rp45 ribu per kilogram. “Banyak juga ibu-ibu yang mau beli ayam lalu tak jadi. Ibu-ibu kaget ketika dengar harga ayam segitu. Banyak juga yang jadi beli sedikit,” cerita Tarmiji.

Melambungnya harga ayam ras ditingkat pengecer di pasaran Landak cukup membuat kaget masyarakat. Wahyu misalnya, menurutnya harga yang kian meninggi ini kiat menyulitkan masyarakat. Apalagi bagi mereka yang membuka usaha rumah makan.  Ia pun berharap, harga ayam segera turun dalam waktu dekat. “Karena kami juga tak bisa menaikkan harga toh mas. Nanti pelanggan lari,” kata pengusaha pecel lele ini. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/