alexametrics
27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Yesi, Si Cantik Pencari Bajakah dari Ngabang

NGABANG- Khasiat kayu Bajakah ramai diperbincangkan sejak tiga siswa SMU dari Palangkaraya mengklaim menemukan kandungan penyembuh kanker di dalam kayu tersebut. Kayu yang hanya tumbuh di Kalimantan tersebut, telak dikenal oleh suku Dayak sebagai ramuan herbal sejak dulu.

Bajakah tumbuh di pedalaman hutan Kalimantan, termasuk di Kabupaten Landak. Yesi, seorang perempuan asal Ngabang berprofesi sebagai penjual kayu Bajakah. Tak sekedar menjual, bahkan Yesi mencari sendiri kayu Bajakah, dan memprosesnya hingga siap jual.

Usaha ini ditekuninya sejak 2019. Awalnya Yesi bekerja sebagai salah satu karyawan di sebuah hotel di Pontianak. Namun, pandemi Covid-19 melanda dunia dan berdampak pada pekerjaannya. Yesi merupakan salah satu karyawan yang harus keluar saat ada pengurangan karyawan.

Baca Juga :  TNI Renovasi Rumah Warga di Peringatan ke-75 Hari Juang Kartika

Yesi kembali ke kampung halamannya di Ngabang. Dia menekuni bisnisnya menjual kayu Bajakah. Tak disangka, permintaan kayu Bajakah secara online meningkat. Yesi mengerjakan usahanya sendiri. Bahkan, Yesi turut mencari kayu Bajakah hingga ke hutan.

“Saya mencari Bajakah di sekitar kebun orang tua saya, bahkan hingga ke tengah hutan,” kata perempuan kelahiran 1993 ini.

“Banyak sekali manfaat yang diberikan Bajakah. Saya mengerjakannya sendiri, dari mencari, menjemur, memotong, mempacking, menempelkan merk, bahkan hingga memasarkan di sosial media,” lanjut Yesi berpromosi.

Dalam satu bulan, yang dulunya memproduksi 30 kilogram, kini Yesi dapat memproduksi lebih dari 100 kilogram Bajakah. Dari hasilnya berjualan, kini Yesi sudah bisa membeli kendaraan sendiri untuk mengantar orderan kepada para reseller.

Baca Juga :  Pemkab Landak Semprotkan Disinfektan ke Fasilitas Umum

“Puji Tuhan semuanya berjalan lancar. Banyak reseller dan pembeli dari Seluruh Indonesia yang sudah mengenal Bajakah yang saya jual di sosial media,” tutup Yesi. (azk)

NGABANG- Khasiat kayu Bajakah ramai diperbincangkan sejak tiga siswa SMU dari Palangkaraya mengklaim menemukan kandungan penyembuh kanker di dalam kayu tersebut. Kayu yang hanya tumbuh di Kalimantan tersebut, telak dikenal oleh suku Dayak sebagai ramuan herbal sejak dulu.

Bajakah tumbuh di pedalaman hutan Kalimantan, termasuk di Kabupaten Landak. Yesi, seorang perempuan asal Ngabang berprofesi sebagai penjual kayu Bajakah. Tak sekedar menjual, bahkan Yesi mencari sendiri kayu Bajakah, dan memprosesnya hingga siap jual.

Usaha ini ditekuninya sejak 2019. Awalnya Yesi bekerja sebagai salah satu karyawan di sebuah hotel di Pontianak. Namun, pandemi Covid-19 melanda dunia dan berdampak pada pekerjaannya. Yesi merupakan salah satu karyawan yang harus keluar saat ada pengurangan karyawan.

Baca Juga :  Pemkab Landak Semprotkan Disinfektan ke Fasilitas Umum

Yesi kembali ke kampung halamannya di Ngabang. Dia menekuni bisnisnya menjual kayu Bajakah. Tak disangka, permintaan kayu Bajakah secara online meningkat. Yesi mengerjakan usahanya sendiri. Bahkan, Yesi turut mencari kayu Bajakah hingga ke hutan.

“Saya mencari Bajakah di sekitar kebun orang tua saya, bahkan hingga ke tengah hutan,” kata perempuan kelahiran 1993 ini.

“Banyak sekali manfaat yang diberikan Bajakah. Saya mengerjakannya sendiri, dari mencari, menjemur, memotong, mempacking, menempelkan merk, bahkan hingga memasarkan di sosial media,” lanjut Yesi berpromosi.

Dalam satu bulan, yang dulunya memproduksi 30 kilogram, kini Yesi dapat memproduksi lebih dari 100 kilogram Bajakah. Dari hasilnya berjualan, kini Yesi sudah bisa membeli kendaraan sendiri untuk mengantar orderan kepada para reseller.

Baca Juga :  Sidak Bahan Pangan Jelang Lebaran di Landak

“Puji Tuhan semuanya berjalan lancar. Banyak reseller dan pembeli dari Seluruh Indonesia yang sudah mengenal Bajakah yang saya jual di sosial media,” tutup Yesi. (azk)

Most Read

Artikel Terbaru

/