alexametrics
32.8 C
Pontianak
Monday, July 4, 2022

Ngabang Terendam, Warga Tiga Desa Ngungsi

NGABANG – Banjir yang melanda Kabupaten Landak meluas. Hujan deras yang melanda daerah tersebut dalam dua hari terakhir menambah tinggi air muka Sungai Landak yang melintasi kota Ngabang. Meningkatnya debit Sungai Landak selain akibat hujan juga disebabkan datangnya banjir kiriman dari wilayah hulu yang saat ini acap dilanda banjir bandang.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Pontianak Post, banjir di Ngabang telah merendam setidaknya tiga desa. Ribuan warga terdampak. Warga terpaksa meninggalkan rumah untuk mengungsi karena air tak kunjung turun.

Dusun tersebut, yakni Dusun Tanjung Desa Hilir Kantor. Ketinggian air berkisar 50 cm yang menggenangi jalan akses dusun. Selanjutnya Dusun Pesayangan Desa Raja Kecamatan Ngabang. Ketinggian air berkisar 50 cm yang menggenangi akses jalan menuju ke Dusun.

Selain itu, banjir juga mulai melanda Gang Steher Dusun Pulau Bendu Desa Hilir Tengah Kecamatan Ngabang ketinggian air berkisar 1 meter. Sementara Gang Nek Wan Dusun Pulau Bendu Desa Hilir Tengah, ketinggian air berkisar 40 cm. Dan Dusun Rai Desa Raja, ketinggian air berkisar 50 cm menggenangi beberapa perumahan warga.

Menurut salah seorang warga Jalan Pasar Lama, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Karya, air sungai telah meluap hinga masuk ke dalam rumahnya pada, Senin (9/12) malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Pada Minggu (8/12) malam hingga Senin (9/12) sore, air banjir terus merangkak naik hingga akhirnya merendam rumah miliknya. Debit air semakin meninggi pada Selasa (10/12) siang.

“Air sudah setinggi lutut di dalam rumah,” ungkapnya.

Menurut Karya, lokasi rumahnya berada tepat di pinggir sungai Landak. Ditambah lagi permukaan tanah yang cukup rendah membuat air semakin cepat naik. Jika permukaan sungai naik, sudah dapat dipastikan daerah rumahnya bakal terendam banjir.

Diperkirakan 12 rumah di wilayah RT 03 RW 03 Desa Hilir Tengah terendam banjir. Warga hingga kini masih menetap di rumah, karena rata-rata warga memiliki rumah dengan dua lantai.

“Warga yang rumahnya mulai terendam melakukan evakuasi barang berharga mereka ke tingat dua. Rata-rata rumah di sini tingkat dua. Jadi walau air masuk dalam rumah tidak semua warga yang mau mengungsi,” ungkapnya.

Di Dusun Tanjung Desa Hilir Kantor. Air sudah setingi 1,5 meter dewasa di jalan raya dusun, dan 30 cm di dalam rumah. Salah seorang warga, Sulaiman Yahya mengatakan, air sudah meninggi di jalanan dusun hingga paha orang dewasa pada Senin (9/12) malam. Derasnya aliran sungai Landak yang meluap semakin menambah tinggi air di dusun yang tepat berada di bibir sungai itu.

Baca Juga :  Fasilitas Taman Kota Sering Dirusak

Alhasil akses menuju dusun di pinggir Sungai Landak tersebut terputus warga mengevakuasi sepeda motornya ke Jalan Pasar Laut Ngabang. Sementara untuk mencapai dusun, warga diharuskan menggunakan perahu. Banjir juga mulai masuk ke rumah-rumah warga. Hujan yang mengguyur Kota Ngabang sejak Senin (9/12) sore, mempercepat sungai meluap.

Dilaporkan 15 jiwa mengungsi pada Selasa (10/12) sore. Mereka akan diungsikan di posko banjir di Kantor Camat Ngabang. Warga pun mengevakuasi barang berharga ke lantai dua rumah. Bahkan sejumlah warga harus menyelamatkan barang berharga ke loteng rumah. “Warga RT 04 dan RT 03 sudah terendam. Mereka masih menetap di lantai dua rumah,” katanya.

Banjir luapan air Sungai Landak juga telah menggenangi jalan raya Desa Raja, Kecamatan Ngabang pada Selasa (10/12) pagi. Air semakin meninggi hingga sore. Pantauan Pontianak Post, rumah-rumah penduduk yang berada di bantaran Sungai Landak juga mulai masuk ke pemukiman warga.

Kepala Desa Raja, Zulkarnain mengatakan air terus mengalami kenaikan sejak tadi malam hingga hari ini. Namun belum ada warga yang mengungsi. “Desa Raja ini semua dusunnya terdampak banjir. Air sudah masuk rumah sejak tadi subuh. Makin tinggi,” katanya.

Kondisi yang terjadi semakin diperparah dengan adanya banjir kiriman dari wilayah Kecamatan perhuluan seperti Kecamatan Air Besar dan Kecamatan Kuala Behe yang terlebih dahulu mengalami banjir.

Meskipun dilanda banjir sejauh ini kegiatan perekonomian warga berjalan cukup baik. Hanya ada sedikit kekhawatiran warga apabila debit air bertambah di saat malam hari. Ia pun menyarankan warga untuk mengungsi. Meski ia belum menerima laporan mengenai hal tersebut.

“Kita takut air yang datangnya malam hari, takut tak sempat bekemas barang – barang, terutama batang elektronik, kena air bisa rusak. Sebagian warga yang rumahnya tingkat satu sudah mulai mengungsi,” ungkapnya

Baca Juga :  Polres Landak Kembali Tangkap Pengedar Narkoba di Indekos Pal 2

Salurkan Bantuan

Tim tanggap darurat bencana Kabupaten Landak bergerak cepat. Bantuan pun telah mengalir kepada warga terdampak banjir di Desa Sekendal, Kecamatan Air Besar, Senin (9/12).

Kepala Desa Sekendal, Markus Pasaribu menyampaikan untuk saat ini terdapat 3 RT yang terdampat banjir dengan total 115 kepala keluarga. Markus mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima bantuan dari Bupati Landak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak dan sudah mulai dikelola untuk mendirikan dapur umum.

“Saat terjadi banjir tersebut, kami langsung menghubungi Camat Air Besar beserta tim lainnya dan akhirnya mereka turun langsung merespon bencana tersebut. Puji Tuhan kami juga sudah menerima bantuan dari Bupati Landak melalui BPBD Landak berupa beras 200 Kg, 5 dus mie instan untuk keperluan dapur umum, serta pelayanan medis bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Heri Sarkinom, Camat Air Besar saat dimintai keterangan menyampaikan bahwa pihaknya langsung turun mengingat masuknya laporan dari masyarakat guna melihat kondisi Desa Sekendal.

“Dalam beberapa hari ini curah hujan cukup tinggi dan kita sangat mengantisipasi beberapa wilayah yang rawan banjir. Setelah mendapat laporan dari Kepala Desa Sekendal, kita langsung turun bersama pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Serimbu melihat langsung bencana tersebut. Kita juga sudah mendirikan posko kesehatan yang ditangani tim medis dari Puskesmas Serimbu selain itu bantuan untuk keperluan dapur umum serta bantuan teknis (BPBD) juga sudah kita dapat dari Bupati Landak” ujar Heri.

Sikapi Serius Banjir Landak

Sementara itu Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa saat ditemui menyampaikan apresiasinya kepada tim tanggap darurat Kecamatan Air Besar yang telah merespon langsung laporan masyarakat.

“Bencana banjir yang terjadi dibeberapa wilayah Kabupaten Landak tentunya harus disikapi secara cepat dan serius dan kami sangat mengapresiasi aksi tim tanggap darurat seperti di Desa Sekendal, Kecamatan Air Besar yang telah bergerak cepat ke titik lokasi,” ujar Bupati Landak.

Bupati Karolin juga berharap masyarakat utuk lapor segera pada camat, kepala desa setempat untuk dibantu dalam penanganan banjir yang terjadi.

“Jika wilayahnya terkena banjir maka masyarakat harus segera lapor kepada kepala desa, camat diwilayahnya dan jika perlu hubungi BPBD Kabupaten Landak,” pinta Karolin. (mif)

NGABANG – Banjir yang melanda Kabupaten Landak meluas. Hujan deras yang melanda daerah tersebut dalam dua hari terakhir menambah tinggi air muka Sungai Landak yang melintasi kota Ngabang. Meningkatnya debit Sungai Landak selain akibat hujan juga disebabkan datangnya banjir kiriman dari wilayah hulu yang saat ini acap dilanda banjir bandang.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Pontianak Post, banjir di Ngabang telah merendam setidaknya tiga desa. Ribuan warga terdampak. Warga terpaksa meninggalkan rumah untuk mengungsi karena air tak kunjung turun.

Dusun tersebut, yakni Dusun Tanjung Desa Hilir Kantor. Ketinggian air berkisar 50 cm yang menggenangi jalan akses dusun. Selanjutnya Dusun Pesayangan Desa Raja Kecamatan Ngabang. Ketinggian air berkisar 50 cm yang menggenangi akses jalan menuju ke Dusun.

Selain itu, banjir juga mulai melanda Gang Steher Dusun Pulau Bendu Desa Hilir Tengah Kecamatan Ngabang ketinggian air berkisar 1 meter. Sementara Gang Nek Wan Dusun Pulau Bendu Desa Hilir Tengah, ketinggian air berkisar 40 cm. Dan Dusun Rai Desa Raja, ketinggian air berkisar 50 cm menggenangi beberapa perumahan warga.

Menurut salah seorang warga Jalan Pasar Lama, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Karya, air sungai telah meluap hinga masuk ke dalam rumahnya pada, Senin (9/12) malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Pada Minggu (8/12) malam hingga Senin (9/12) sore, air banjir terus merangkak naik hingga akhirnya merendam rumah miliknya. Debit air semakin meninggi pada Selasa (10/12) siang.

“Air sudah setinggi lutut di dalam rumah,” ungkapnya.

Menurut Karya, lokasi rumahnya berada tepat di pinggir sungai Landak. Ditambah lagi permukaan tanah yang cukup rendah membuat air semakin cepat naik. Jika permukaan sungai naik, sudah dapat dipastikan daerah rumahnya bakal terendam banjir.

Diperkirakan 12 rumah di wilayah RT 03 RW 03 Desa Hilir Tengah terendam banjir. Warga hingga kini masih menetap di rumah, karena rata-rata warga memiliki rumah dengan dua lantai.

“Warga yang rumahnya mulai terendam melakukan evakuasi barang berharga mereka ke tingat dua. Rata-rata rumah di sini tingkat dua. Jadi walau air masuk dalam rumah tidak semua warga yang mau mengungsi,” ungkapnya.

Di Dusun Tanjung Desa Hilir Kantor. Air sudah setingi 1,5 meter dewasa di jalan raya dusun, dan 30 cm di dalam rumah. Salah seorang warga, Sulaiman Yahya mengatakan, air sudah meninggi di jalanan dusun hingga paha orang dewasa pada Senin (9/12) malam. Derasnya aliran sungai Landak yang meluap semakin menambah tinggi air di dusun yang tepat berada di bibir sungai itu.

Baca Juga :  Anggota Gabungan Amankan Malam Natal di Mempawah Hulu

Alhasil akses menuju dusun di pinggir Sungai Landak tersebut terputus warga mengevakuasi sepeda motornya ke Jalan Pasar Laut Ngabang. Sementara untuk mencapai dusun, warga diharuskan menggunakan perahu. Banjir juga mulai masuk ke rumah-rumah warga. Hujan yang mengguyur Kota Ngabang sejak Senin (9/12) sore, mempercepat sungai meluap.

Dilaporkan 15 jiwa mengungsi pada Selasa (10/12) sore. Mereka akan diungsikan di posko banjir di Kantor Camat Ngabang. Warga pun mengevakuasi barang berharga ke lantai dua rumah. Bahkan sejumlah warga harus menyelamatkan barang berharga ke loteng rumah. “Warga RT 04 dan RT 03 sudah terendam. Mereka masih menetap di lantai dua rumah,” katanya.

Banjir luapan air Sungai Landak juga telah menggenangi jalan raya Desa Raja, Kecamatan Ngabang pada Selasa (10/12) pagi. Air semakin meninggi hingga sore. Pantauan Pontianak Post, rumah-rumah penduduk yang berada di bantaran Sungai Landak juga mulai masuk ke pemukiman warga.

Kepala Desa Raja, Zulkarnain mengatakan air terus mengalami kenaikan sejak tadi malam hingga hari ini. Namun belum ada warga yang mengungsi. “Desa Raja ini semua dusunnya terdampak banjir. Air sudah masuk rumah sejak tadi subuh. Makin tinggi,” katanya.

Kondisi yang terjadi semakin diperparah dengan adanya banjir kiriman dari wilayah Kecamatan perhuluan seperti Kecamatan Air Besar dan Kecamatan Kuala Behe yang terlebih dahulu mengalami banjir.

Meskipun dilanda banjir sejauh ini kegiatan perekonomian warga berjalan cukup baik. Hanya ada sedikit kekhawatiran warga apabila debit air bertambah di saat malam hari. Ia pun menyarankan warga untuk mengungsi. Meski ia belum menerima laporan mengenai hal tersebut.

“Kita takut air yang datangnya malam hari, takut tak sempat bekemas barang – barang, terutama batang elektronik, kena air bisa rusak. Sebagian warga yang rumahnya tingkat satu sudah mulai mengungsi,” ungkapnya

Baca Juga :  BKPSDM Landak Persiapkan Pelaksanaan SKB

Salurkan Bantuan

Tim tanggap darurat bencana Kabupaten Landak bergerak cepat. Bantuan pun telah mengalir kepada warga terdampak banjir di Desa Sekendal, Kecamatan Air Besar, Senin (9/12).

Kepala Desa Sekendal, Markus Pasaribu menyampaikan untuk saat ini terdapat 3 RT yang terdampat banjir dengan total 115 kepala keluarga. Markus mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima bantuan dari Bupati Landak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak dan sudah mulai dikelola untuk mendirikan dapur umum.

“Saat terjadi banjir tersebut, kami langsung menghubungi Camat Air Besar beserta tim lainnya dan akhirnya mereka turun langsung merespon bencana tersebut. Puji Tuhan kami juga sudah menerima bantuan dari Bupati Landak melalui BPBD Landak berupa beras 200 Kg, 5 dus mie instan untuk keperluan dapur umum, serta pelayanan medis bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Heri Sarkinom, Camat Air Besar saat dimintai keterangan menyampaikan bahwa pihaknya langsung turun mengingat masuknya laporan dari masyarakat guna melihat kondisi Desa Sekendal.

“Dalam beberapa hari ini curah hujan cukup tinggi dan kita sangat mengantisipasi beberapa wilayah yang rawan banjir. Setelah mendapat laporan dari Kepala Desa Sekendal, kita langsung turun bersama pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Serimbu melihat langsung bencana tersebut. Kita juga sudah mendirikan posko kesehatan yang ditangani tim medis dari Puskesmas Serimbu selain itu bantuan untuk keperluan dapur umum serta bantuan teknis (BPBD) juga sudah kita dapat dari Bupati Landak” ujar Heri.

Sikapi Serius Banjir Landak

Sementara itu Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa saat ditemui menyampaikan apresiasinya kepada tim tanggap darurat Kecamatan Air Besar yang telah merespon langsung laporan masyarakat.

“Bencana banjir yang terjadi dibeberapa wilayah Kabupaten Landak tentunya harus disikapi secara cepat dan serius dan kami sangat mengapresiasi aksi tim tanggap darurat seperti di Desa Sekendal, Kecamatan Air Besar yang telah bergerak cepat ke titik lokasi,” ujar Bupati Landak.

Bupati Karolin juga berharap masyarakat utuk lapor segera pada camat, kepala desa setempat untuk dibantu dalam penanganan banjir yang terjadi.

“Jika wilayahnya terkena banjir maka masyarakat harus segera lapor kepada kepala desa, camat diwilayahnya dan jika perlu hubungi BPBD Kabupaten Landak,” pinta Karolin. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/