alexametrics
32.8 C
Pontianak
Monday, July 4, 2022

24 Tenaga Medis Puskesmas Sompak Reaktif, Layanan Rawat Inap Ditiadakan

NGABANG- Sebanyak 24 orang staf dan tenaga medis di Puskesmas Sompak memiliki hasil rapid test reaktif. Alhasil, pelayanan Puskesmas yang semula menerima rawat inap, kini hanya melayani rawat jalan karena kekurangan pegawai.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak, Subanri mengatakan sebanyak 24 pegawai tersebut menjalani rapid test tersebut pada Senin (11/5) lalu. Otomatis, pelayanan di Puskesmas nyaris lumpuh. Karena separuh dari pegawai dan tenaga medis harus menjalani karantina selama 14 hari ke depan.

“Karena hampir separuh dari pegawai harus karantina, pelayanan rawat inap kami tiadakan,” katanya dihubungi Pontianak Post, Selasa (12/5).

Pelayanan rawat inap, kata dia, untuk sementara waktu akan dibantu oleh Puskesmas Karangan. Sementara pelayanan rawat jalan, tetap berlangsung normal seperti biasa. Hanya saja, dengan lebih memperhatikan protokol kesehatan yang ditentukan.

Baca Juga :  RSUD Landak Kini Miliki NPIR

“Kalau ada pasien darurat yang harus rawat inap, akan kita alihkan ke sana (Karangan),” imbuhnya.
Subanri mengatakan, pihaknya masih mencari sumber dugaan adanya penyebaran Covid-19 di Kecamatan Sompak. Memang, terdapat satu warga Sompak yang dinyatakan positif Covid-19, hanya saja tak menutup kemungkinan mereka terpapar dari tempat lain.

“Mereka (Petugas Puskesmas) kan juga banyak yang tidak tinggal di Sompak. Ada juga yang membuka praktik sendiri. Untuk itu, masih kami selidiki kemungkinan sumber penyebaran lainnya,” jelas Subanri.

Selain di Puskesmas Sompak, sebanyak 23 warga juga memiliki hasil rapid test reaktif pada hari yang sama. Sehingga, total reaktif di Kecamatan Sompak mencapai 47 orang. Pihaknya pun memperketat pengawasan di daerah tersebut.

Baca Juga :  Personel TNI Dampingi Tracing Kontak Erat Covid-19

“Sumber penularan bisa saja dari mahasiswa yang (positif) kemarin. Tapi kita belum tahu mereka terpapar covid-19 dari mana saja. Sedang kita selidiki. Sudah ada bakal kluster di situ,” katanya. (mif)

NGABANG- Sebanyak 24 orang staf dan tenaga medis di Puskesmas Sompak memiliki hasil rapid test reaktif. Alhasil, pelayanan Puskesmas yang semula menerima rawat inap, kini hanya melayani rawat jalan karena kekurangan pegawai.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak, Subanri mengatakan sebanyak 24 pegawai tersebut menjalani rapid test tersebut pada Senin (11/5) lalu. Otomatis, pelayanan di Puskesmas nyaris lumpuh. Karena separuh dari pegawai dan tenaga medis harus menjalani karantina selama 14 hari ke depan.

“Karena hampir separuh dari pegawai harus karantina, pelayanan rawat inap kami tiadakan,” katanya dihubungi Pontianak Post, Selasa (12/5).

Pelayanan rawat inap, kata dia, untuk sementara waktu akan dibantu oleh Puskesmas Karangan. Sementara pelayanan rawat jalan, tetap berlangsung normal seperti biasa. Hanya saja, dengan lebih memperhatikan protokol kesehatan yang ditentukan.

Baca Juga :  Datangi Peronda Malam Hari, Beri Imbauan Protokol Kesehatan di Poskamling

“Kalau ada pasien darurat yang harus rawat inap, akan kita alihkan ke sana (Karangan),” imbuhnya.
Subanri mengatakan, pihaknya masih mencari sumber dugaan adanya penyebaran Covid-19 di Kecamatan Sompak. Memang, terdapat satu warga Sompak yang dinyatakan positif Covid-19, hanya saja tak menutup kemungkinan mereka terpapar dari tempat lain.

“Mereka (Petugas Puskesmas) kan juga banyak yang tidak tinggal di Sompak. Ada juga yang membuka praktik sendiri. Untuk itu, masih kami selidiki kemungkinan sumber penyebaran lainnya,” jelas Subanri.

Selain di Puskesmas Sompak, sebanyak 23 warga juga memiliki hasil rapid test reaktif pada hari yang sama. Sehingga, total reaktif di Kecamatan Sompak mencapai 47 orang. Pihaknya pun memperketat pengawasan di daerah tersebut.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Sengah Temila

“Sumber penularan bisa saja dari mahasiswa yang (positif) kemarin. Tapi kita belum tahu mereka terpapar covid-19 dari mana saja. Sedang kita selidiki. Sudah ada bakal kluster di situ,” katanya. (mif)

Most Read

Dukung Penanganan Banjir Wilayah Kalbar

Pertahankan Zona Kuning

Sejumlah Lokasi Sempat Tergenang

Artikel Terbaru

/