alexametrics
24 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Tak Ada Istilah Minoritas atau Mayoritas

BANYYKE HULU  – Bupati Landak Karolin Margret Natasa meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Gereja Santa Theresia Dari Kanak-Kanak Yesus Di Desa Untang Kecamatan Banyuke Hulu, Jumat (9/7) lalu.

Bupati Landak mengatakan dirinya memegang teguh amanat yang dipercayakan warga sebagai Kepala Daerah yang harus berdiri di semua golongan. “Semua warga masyarakat Kabupaten Landak khususnya warga Kecamatan Banyuke Hulu, saya rasa patuh dan taat diajarkan dalam ajaran beragama,” ujar bupati di lokasi acara.

Ia menegaskan tidak ada istilah minoritas dan mayoritas di Kabupaten Landak. “Semua agama dan suku yang ada di wilayahnya dapat beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing, tanpa ada label minoritas,” ucap Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik ini.

Baca Juga :  Malam Tahun Baru 2021 Ngabang Sepi, Kesadaran Warga Di Tengah Pandemi Diapresiasi

Di tempat yang sama, Uskup Agung Pontianak Agustinus Agus, mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga pembangunan gereja tersebut dapat dimulak. “Kami dan umat akan selalu melakukan dan kontribusi positif bagi Kecamatan Banyuke Hulu, baik secara rohani maupun fisik,” kata Uskup.

Uskup berharap, Kecamatan Banyuke Hulu dapat menjadi salah satu daerah yang dapat menciptakan kedamaian bagi seluruh warganya. “Yang kita harapkan agar Kecamatan Banyuke Hulu akan selalu menjadi kota yang cinta damai dan memegang teguh harmonisasi penduduk, dalam menjaga kerukunan antar umat beragama,” jelasnya. (mif)

BANYYKE HULU  – Bupati Landak Karolin Margret Natasa meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Gereja Santa Theresia Dari Kanak-Kanak Yesus Di Desa Untang Kecamatan Banyuke Hulu, Jumat (9/7) lalu.

Bupati Landak mengatakan dirinya memegang teguh amanat yang dipercayakan warga sebagai Kepala Daerah yang harus berdiri di semua golongan. “Semua warga masyarakat Kabupaten Landak khususnya warga Kecamatan Banyuke Hulu, saya rasa patuh dan taat diajarkan dalam ajaran beragama,” ujar bupati di lokasi acara.

Ia menegaskan tidak ada istilah minoritas dan mayoritas di Kabupaten Landak. “Semua agama dan suku yang ada di wilayahnya dapat beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing, tanpa ada label minoritas,” ucap Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik ini.

Baca Juga :  Truk vs Motor Pemotor Patah Kaki

Di tempat yang sama, Uskup Agung Pontianak Agustinus Agus, mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga pembangunan gereja tersebut dapat dimulak. “Kami dan umat akan selalu melakukan dan kontribusi positif bagi Kecamatan Banyuke Hulu, baik secara rohani maupun fisik,” kata Uskup.

Uskup berharap, Kecamatan Banyuke Hulu dapat menjadi salah satu daerah yang dapat menciptakan kedamaian bagi seluruh warganya. “Yang kita harapkan agar Kecamatan Banyuke Hulu akan selalu menjadi kota yang cinta damai dan memegang teguh harmonisasi penduduk, dalam menjaga kerukunan antar umat beragama,” jelasnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/