alexametrics
25 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Landak Tambah 13 Kasus Covid-19, Karolin Keluhkan Kontak Erat Tidak Di-swab

NGABANG – Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Landak kembali bertambah pada Minggu (11/10) lalu. Terdapat 13 tambahan kasus dan 3 lainnya dinyatakan sembuh.

“13 baru ini statusnya positif. Kita sudah sampaikan kepada yang bersangkutan, dan langsung dilakukan isolasi mandiri,” terang Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, Senin (12/10).

Selain itu, kata Karolin, ada pula pasien yang dirawat di RSUD Landak yakni satu orang pasien ibu melahirkan dan pasien RSUD Landak.

“Mereka dinyatakan konfirmasi dengan alat TCM milik RSUD Landak,” jelasnya.

Ia mengatakan, bagi pasien yang memiliki gejala akan mendapatkan perawatan di RSUD Landak. Sementara pasien tak bergejala, akan melaksanakna isolasi mandiri di rumah masing-masing. Mereka akan dipantau oleh masing-masing Puskesmas.

Baca Juga :  Hipmi Landak Siap Gelar Muscab

Hanya saja, kata dia terdapat beberapa perubahan terkait protokol untuk tracing kontak erat. Menurutnya, kontak erat yang di-swab hanyalah kontak erat tenaga kesehatan.

“Jadi kalau dari 13 yang positif itu, kontak eratnya tidak dilakukan swab, cukup melakukan isolasi mandiri selama 10 hari di rumah masing-masing. Kemudian, sudah dinyatakan bebas Covid-19,” katanya.

Menurutnya menurut pedoman dari provinsi, 200 sampel swab yang dikirim tiap minggunya hanya boleh dari pasien suspek yang memiliki gejala. “Jadi tidak boleh sembarang swab. Hanya yang suspek yang di-swab,” katanya.

Ia mencotohkan, misalnya seseorang terkonfirmasi Covid-19, anggota keluarganya tidak akan di-swab.

“Orang tidak di-swab kan tidak ada konfirmasi, pokoknya kalau kamu kontak erat, isolasi mandiri. Kejam banget kan. Betapa tidak produktifnya kita kan, sementara kita beli alat itu kan supaya masyarakat jelas statusnya. Supaya bisa produktif. Bisa bekerja. Kalau seperti ini tidak jelas,” tegasnya. (mif)

Baca Juga :  81 PMI Dipulangkan Melalui PLBN Entikong

NGABANG – Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Landak kembali bertambah pada Minggu (11/10) lalu. Terdapat 13 tambahan kasus dan 3 lainnya dinyatakan sembuh.

“13 baru ini statusnya positif. Kita sudah sampaikan kepada yang bersangkutan, dan langsung dilakukan isolasi mandiri,” terang Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, Senin (12/10).

Selain itu, kata Karolin, ada pula pasien yang dirawat di RSUD Landak yakni satu orang pasien ibu melahirkan dan pasien RSUD Landak.

“Mereka dinyatakan konfirmasi dengan alat TCM milik RSUD Landak,” jelasnya.

Ia mengatakan, bagi pasien yang memiliki gejala akan mendapatkan perawatan di RSUD Landak. Sementara pasien tak bergejala, akan melaksanakna isolasi mandiri di rumah masing-masing. Mereka akan dipantau oleh masing-masing Puskesmas.

Baca Juga :  Kubu Raya Berlakukan PPKM Mikro secara Ketat

Hanya saja, kata dia terdapat beberapa perubahan terkait protokol untuk tracing kontak erat. Menurutnya, kontak erat yang di-swab hanyalah kontak erat tenaga kesehatan.

“Jadi kalau dari 13 yang positif itu, kontak eratnya tidak dilakukan swab, cukup melakukan isolasi mandiri selama 10 hari di rumah masing-masing. Kemudian, sudah dinyatakan bebas Covid-19,” katanya.

Menurutnya menurut pedoman dari provinsi, 200 sampel swab yang dikirim tiap minggunya hanya boleh dari pasien suspek yang memiliki gejala. “Jadi tidak boleh sembarang swab. Hanya yang suspek yang di-swab,” katanya.

Ia mencotohkan, misalnya seseorang terkonfirmasi Covid-19, anggota keluarganya tidak akan di-swab.

“Orang tidak di-swab kan tidak ada konfirmasi, pokoknya kalau kamu kontak erat, isolasi mandiri. Kejam banget kan. Betapa tidak produktifnya kita kan, sementara kita beli alat itu kan supaya masyarakat jelas statusnya. Supaya bisa produktif. Bisa bekerja. Kalau seperti ini tidak jelas,” tegasnya. (mif)

Baca Juga :  Tekan Covid -19, Jujur Ikuti Protokol Kesehatan

Most Read

Artikel Terbaru

/