alexametrics
32.8 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Pemkab Landak Siap Salurkan BLT Rp600 Ribu per Bulan

NGABANG – Pemerintah Kababupaten Landak segera menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) 2020 kepada masyarakat tedampak pandemi Covid-19.

Hal tersebut mengacu pada instuksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 tahun 2020 tentang penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di desa melalui anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa meminta kepada Kepala Desa untuk menganggarkan bantuan langsung tunai tersebut, mengingat sumber bantuan berasal dari Dana Desa.

“Desa tetap harus menganggarkan untuk bantuan langsung tunai dengan sumber Dana Desa. Jadi, Dana Desa yang selama ini berupa kegiatan fisik diminta untuk dianggarkan juga untuk bantuan langsung tunai,” jelas Karolin saat menggelar rapat koordinasi lewat konferensi video bersama Sekda, Kepala dinas terkait, Camat, dan seluruh Kades, Senin (11/5).

Bupati Landak mengungkapkan untuk BLT Dana Desa ini nantinya akan diterima masyarakat sebesar Rp600 ribu. Warga bisa mendapatkannya dalam jangka waktu tiga bulan.

Baca Juga :  Pj Bupati Harap KONI Tingkatkan Prestasi

“Jadi tiap bulan satu kk Rp 600 ribu,” terang bupati.

Ia pun meminta para Kepala Desa besama tim Relawan Desa Lawan Covid-19 yang telah dibentuk agar segera melakukan pendataan terhadap masyarakat yang berhak benerima bantuan tersebut agar penyaluran tepat sasaran.

“Kami meminta Kades membentuk relawan lawan COVID-19 yang diharapkan segera melakukan pendataan dilapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar bantuan ini tepat sasaran,” ujar Karolin.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD) Kabupaten Landak, Mardimo telah menyampaikan kriteria dan petunjuk teknis pendataan keluarga calon penerima BLT Dana Desa.

Calon penerima BLT Dana Desa adalah keluarga miskin yang terdapat dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang kehilangan mata pencaharian, terdapat keluarga berpenyakit kronis/menahun, non PKH, non BPNT dan non kartu prakerja.

Baca Juga :  Bupati Ajak Warga Ikut Cegah Banjir

Untuk itu Mardimo menegaskan bahwa penerima bantuan BLT Dana Desa ini adalah masyarakat diluar penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST). Dirinya mengungkapkan saat ini pihaknya sudah memilah data penerima bantuan sosial untuk menjadi dasar pendataan dilapangan.

“Data sudah kami pilah, data di DTKS itu penerima PKH, BPNT, BST itu sudah dipilah. Artinya kita fokus pada bukan PKH, bukan BPNT dan bukan BST. Sehingga akan lebih mudah kita dalam memilahnya,” kata Mardimo.

Ia juga meminta tim pendata BLT Dana Desa di lapangan juga melibatkan para pendamping PKH dan pendamping desa.

“Harapan kami berkatan dengan pendataan di lapangan selain melibatkan RT atau Kadus, libatkan juga pendamping PKH dan pendamping Desa,” harapnya. (mif)

NGABANG – Pemerintah Kababupaten Landak segera menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) 2020 kepada masyarakat tedampak pandemi Covid-19.

Hal tersebut mengacu pada instuksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 tahun 2020 tentang penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di desa melalui anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa meminta kepada Kepala Desa untuk menganggarkan bantuan langsung tunai tersebut, mengingat sumber bantuan berasal dari Dana Desa.

“Desa tetap harus menganggarkan untuk bantuan langsung tunai dengan sumber Dana Desa. Jadi, Dana Desa yang selama ini berupa kegiatan fisik diminta untuk dianggarkan juga untuk bantuan langsung tunai,” jelas Karolin saat menggelar rapat koordinasi lewat konferensi video bersama Sekda, Kepala dinas terkait, Camat, dan seluruh Kades, Senin (11/5).

Bupati Landak mengungkapkan untuk BLT Dana Desa ini nantinya akan diterima masyarakat sebesar Rp600 ribu. Warga bisa mendapatkannya dalam jangka waktu tiga bulan.

Baca Juga :  DPRD Singkawang Kunjungi Landak

“Jadi tiap bulan satu kk Rp 600 ribu,” terang bupati.

Ia pun meminta para Kepala Desa besama tim Relawan Desa Lawan Covid-19 yang telah dibentuk agar segera melakukan pendataan terhadap masyarakat yang berhak benerima bantuan tersebut agar penyaluran tepat sasaran.

“Kami meminta Kades membentuk relawan lawan COVID-19 yang diharapkan segera melakukan pendataan dilapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar bantuan ini tepat sasaran,” ujar Karolin.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD) Kabupaten Landak, Mardimo telah menyampaikan kriteria dan petunjuk teknis pendataan keluarga calon penerima BLT Dana Desa.

Calon penerima BLT Dana Desa adalah keluarga miskin yang terdapat dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang kehilangan mata pencaharian, terdapat keluarga berpenyakit kronis/menahun, non PKH, non BPNT dan non kartu prakerja.

Baca Juga :  Akui Data Penerima BST Kacau, Karolin: Segera Perbarui Data Penerima Bantuan

Untuk itu Mardimo menegaskan bahwa penerima bantuan BLT Dana Desa ini adalah masyarakat diluar penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST). Dirinya mengungkapkan saat ini pihaknya sudah memilah data penerima bantuan sosial untuk menjadi dasar pendataan dilapangan.

“Data sudah kami pilah, data di DTKS itu penerima PKH, BPNT, BST itu sudah dipilah. Artinya kita fokus pada bukan PKH, bukan BPNT dan bukan BST. Sehingga akan lebih mudah kita dalam memilahnya,” kata Mardimo.

Ia juga meminta tim pendata BLT Dana Desa di lapangan juga melibatkan para pendamping PKH dan pendamping desa.

“Harapan kami berkatan dengan pendataan di lapangan selain melibatkan RT atau Kadus, libatkan juga pendamping PKH dan pendamping Desa,” harapnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/