alexametrics
30 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Pangan Landak Cukup Hingga Akhir Tahun

Produksi 317 Ton

NGABANG – Ketahanan pangan di Kabupaten Landak dipastikan cukup hingga akhir tahun. Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan, dengan luas area pertanian sekitar 45 ribu hektare, Kabupaten Landak bisa menghasilkan sekitar 317 ribu ton padi per tahunnya.

Menurutnya, hasil swasembada padi ini bisa mencukupi kebutuhan pangan di kabupaten Landak bahkan bisa mendukung untuk ketersediaan Kalimantan Barat.

“Untuk padi kami punya lahan kurang lebih 45.000 hektare, dan Januari sampai dengan Maret kami laporkan sudah penen 110.000 ton,” katanya saat melaporkan ketahanan pangan kepada Mentan RI Syahrul Yasin Limpo lewat sambungan konferensi video, usai menggelar tanam perdana jagung di Desa Temiang Sawi, Selasa (12/5) siang.

Ia pun berharap, tak ada halangan sampai akhir tahun, hingga target produksi dapat tercapai. “Kami harapkan tidak ada halangan sampai dengan akhir tahun kabupaten Landak bisa menyumbangkan hasil panen 317.000 ton. Dan ini cukup untuk kita di Kabupaten Landak swasembada serta bahkan bisa mendukung daerah lain di Kalimantan Barat juga,” terang Karolin.

Baca Juga :  Wajib Prokes saat PPDB

Kabupaten Landak, menurut Karolin juga akan mempersiapkan komoditas pangan lainnya yaitu jagung. Diungkapkannya saat ini Kabupaten Landak menargetkan lahan lebih dari lima ribu hektare yang berasal dari lahan peremajaan sawit untuk ditanami jagung sebagai upaya penyediaan pangan.

“Kurang lebih ada delapan ratus hektar lahan peremajaan sawit yang akan ditanam jagung pada tahun ini. Target kami dalam waktu dekat kita akan menanam jagung paling tidak kurang lebih 5.565 hektare,” jelas Karolin.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo, sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh seluruh Kepala Daerah dalam mengupayakan ketersediaan pangan ditengah bencana pandemi COVID-19 saat ini.

“Saya ingin menyampaikan terimakasih dan rasa bangga saya bahwa seluruh Bupati memiliki semangat yang tidak pernah pudar, dan menjamin ketersediaan pangan yang ada didaerah masing-masing bahkan siap menjadi penyanggah ketahanan pangan nasional,” ucap Yasin.

Baca Juga :  Rayakan Natal dengan Masyarakat, Bupati Landak Ajak Pererat Tali Silaturahmi

Lebih lanjut Menteri Pertanian mengimbau seluruh Kepala daerah agar terus memperkuat ketahanan pangan didaerah masing-masing. Dirinya berharap adanya koordinasi dan kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat terkait penguatan ketahanan pangan nasional.

“Pada bulan ini kita lakukan percepatan secara maksimal. Saya berharap kita sempat melakukan persiapan lahan-lahan yang ada. Yang sudah panen segera mempersiapkan tanam kembali. Saya berharap adanya kerjasama dengan Dirjen Saya,” katanya.

Menteri Pertanian Yasin Limpo juga meminta semua daerah menyediakan lumbung pangan agar selalu ada ketersediaan cadangan pangan didaerah untuk mencukupi kebutuhan pangan maayarakatnya.

“Siapkan lumbung pangan masing-masing baik ditingkat Provinsi, kabupaten hingga desa. Yang saya dorong adalah keersediaan beras, cadangan beras pemerintah daerah harus ada,” pintanya. (mif)

Produksi 317 Ton

NGABANG – Ketahanan pangan di Kabupaten Landak dipastikan cukup hingga akhir tahun. Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan, dengan luas area pertanian sekitar 45 ribu hektare, Kabupaten Landak bisa menghasilkan sekitar 317 ribu ton padi per tahunnya.

Menurutnya, hasil swasembada padi ini bisa mencukupi kebutuhan pangan di kabupaten Landak bahkan bisa mendukung untuk ketersediaan Kalimantan Barat.

“Untuk padi kami punya lahan kurang lebih 45.000 hektare, dan Januari sampai dengan Maret kami laporkan sudah penen 110.000 ton,” katanya saat melaporkan ketahanan pangan kepada Mentan RI Syahrul Yasin Limpo lewat sambungan konferensi video, usai menggelar tanam perdana jagung di Desa Temiang Sawi, Selasa (12/5) siang.

Ia pun berharap, tak ada halangan sampai akhir tahun, hingga target produksi dapat tercapai. “Kami harapkan tidak ada halangan sampai dengan akhir tahun kabupaten Landak bisa menyumbangkan hasil panen 317.000 ton. Dan ini cukup untuk kita di Kabupaten Landak swasembada serta bahkan bisa mendukung daerah lain di Kalimantan Barat juga,” terang Karolin.

Baca Juga :  Hari Berkabung Daerah; Karolin Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Kabupaten Landak, menurut Karolin juga akan mempersiapkan komoditas pangan lainnya yaitu jagung. Diungkapkannya saat ini Kabupaten Landak menargetkan lahan lebih dari lima ribu hektare yang berasal dari lahan peremajaan sawit untuk ditanami jagung sebagai upaya penyediaan pangan.

“Kurang lebih ada delapan ratus hektar lahan peremajaan sawit yang akan ditanam jagung pada tahun ini. Target kami dalam waktu dekat kita akan menanam jagung paling tidak kurang lebih 5.565 hektare,” jelas Karolin.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo, sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh seluruh Kepala Daerah dalam mengupayakan ketersediaan pangan ditengah bencana pandemi COVID-19 saat ini.

“Saya ingin menyampaikan terimakasih dan rasa bangga saya bahwa seluruh Bupati memiliki semangat yang tidak pernah pudar, dan menjamin ketersediaan pangan yang ada didaerah masing-masing bahkan siap menjadi penyanggah ketahanan pangan nasional,” ucap Yasin.

Baca Juga :  Warga Senakin Dimakamkan Secara Protokol Covid-19

Lebih lanjut Menteri Pertanian mengimbau seluruh Kepala daerah agar terus memperkuat ketahanan pangan didaerah masing-masing. Dirinya berharap adanya koordinasi dan kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat terkait penguatan ketahanan pangan nasional.

“Pada bulan ini kita lakukan percepatan secara maksimal. Saya berharap kita sempat melakukan persiapan lahan-lahan yang ada. Yang sudah panen segera mempersiapkan tanam kembali. Saya berharap adanya kerjasama dengan Dirjen Saya,” katanya.

Menteri Pertanian Yasin Limpo juga meminta semua daerah menyediakan lumbung pangan agar selalu ada ketersediaan cadangan pangan didaerah untuk mencukupi kebutuhan pangan maayarakatnya.

“Siapkan lumbung pangan masing-masing baik ditingkat Provinsi, kabupaten hingga desa. Yang saya dorong adalah keersediaan beras, cadangan beras pemerintah daerah harus ada,” pintanya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/