alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Harga Sayuran Naik Hingga 100 Persen

NGABANG – Seiring intensitas hujan terus meningkat, harga sayuran di Pasar Rakyat Landak melonjak di awal 2020. Kenaikan harga sejumlah sayuran bahkan mencapai 100 persen.

Pantauan Pontianak Post, kenaikan mencolok terjadi pada harga sayur sawi kriting dari Rp 8 ribu menjadi Rp 19 ribu per kilo, sawi panjang dari Rp 5 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilo. Sementara sayur bayam melonjak dari Rp 7 ribu menjadi Rp ribu per kilo.

Selanjutnya Mentimun naik menjadi Rp 15 ribu, tomat dari Rp 10 ribu menjadi Rp 18 ribu per kilogram. “Sebagian sayuran naik, yang paling tinggi kenaikan sayur-sayur hijau,” kata Eko, salah seorang pedagang sayur di Pasar Rakyat Landak, Minggu (12/1).

Baca Juga :  Malam Tahun Baru, Warga Diminta Tetap di Rumah

Namun, tidak semua harga naik. Beberapa sayuran seperti jagung masih normal di harga Rp 13 ribu per kilo dan Kentang di harga Rp 18 ribu per kilo. Juga petai dan jengkol masih stabil.

Ia mengaku tidak mengetahui pasti sejumlah harga sayuran yang mengalai kenaikan karena hingga saat ini stok ada bahkan dapat dikatakan melimpah. “Karena dari agen atau dari petani sudah naik, kita mau tidak mau ikut naik,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Rakyat Landak lainnya, Helena mengatakan, kenaikan tersebut sudah terjadi sejak awal Januari. Padahal, harga sayur tersebut belum naik saat menjelang Natal. “Naiknya tidak seperti tahun lalu, kalau tahun lalu dari sebelum natal sudah naik,” katanya.

Baca Juga :  Angka Keluarga Berisiko Stunting di Landak Tinggi

Ia mengatakan, sebagian besar sayur tersebut datang dari luar Ngabang. Bahkan sayuran seperti sawi kriting, kentang, mentimun, tomat dan wortel datang dari Pontianak. Ia pun tak mengetahui secara pasti mengapa harga sayur bisa naik.

Kenaikan harga ini dirasakan memberatkan oleh para pedagang. Mereka kebingungan menjual barang dagangannya. Jika tidak dinaikkan mereka akan kerugian dan sulit untuk memutarkan modal. “Ya bingung juga, jualnya berapa. Kita juga belinya mahal. Mending untuk sedikit dari pada tidak laku. Apalagi habis natal kemarin pasar selalu sepi,” katanya. (mif)

 

NGABANG – Seiring intensitas hujan terus meningkat, harga sayuran di Pasar Rakyat Landak melonjak di awal 2020. Kenaikan harga sejumlah sayuran bahkan mencapai 100 persen.

Pantauan Pontianak Post, kenaikan mencolok terjadi pada harga sayur sawi kriting dari Rp 8 ribu menjadi Rp 19 ribu per kilo, sawi panjang dari Rp 5 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilo. Sementara sayur bayam melonjak dari Rp 7 ribu menjadi Rp ribu per kilo.

Selanjutnya Mentimun naik menjadi Rp 15 ribu, tomat dari Rp 10 ribu menjadi Rp 18 ribu per kilogram. “Sebagian sayuran naik, yang paling tinggi kenaikan sayur-sayur hijau,” kata Eko, salah seorang pedagang sayur di Pasar Rakyat Landak, Minggu (12/1).

Baca Juga :  Tangkal Hoax Virus Corona  

Namun, tidak semua harga naik. Beberapa sayuran seperti jagung masih normal di harga Rp 13 ribu per kilo dan Kentang di harga Rp 18 ribu per kilo. Juga petai dan jengkol masih stabil.

Ia mengaku tidak mengetahui pasti sejumlah harga sayuran yang mengalai kenaikan karena hingga saat ini stok ada bahkan dapat dikatakan melimpah. “Karena dari agen atau dari petani sudah naik, kita mau tidak mau ikut naik,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Rakyat Landak lainnya, Helena mengatakan, kenaikan tersebut sudah terjadi sejak awal Januari. Padahal, harga sayur tersebut belum naik saat menjelang Natal. “Naiknya tidak seperti tahun lalu, kalau tahun lalu dari sebelum natal sudah naik,” katanya.

Baca Juga :  Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki, Korban Tewas

Ia mengatakan, sebagian besar sayur tersebut datang dari luar Ngabang. Bahkan sayuran seperti sawi kriting, kentang, mentimun, tomat dan wortel datang dari Pontianak. Ia pun tak mengetahui secara pasti mengapa harga sayur bisa naik.

Kenaikan harga ini dirasakan memberatkan oleh para pedagang. Mereka kebingungan menjual barang dagangannya. Jika tidak dinaikkan mereka akan kerugian dan sulit untuk memutarkan modal. “Ya bingung juga, jualnya berapa. Kita juga belinya mahal. Mending untuk sedikit dari pada tidak laku. Apalagi habis natal kemarin pasar selalu sepi,” katanya. (mif)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/