alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Jalan Jembatan Ngabang Terendam, Akses Ngabang – Sanggau Hampir Putus

NGABANG – Banjir yang melanda Kota Ngabang, Kabupaten Landak sejak Rabu (13/1) lalu terus meningkat hingga Jumat (15/1). Jalan menuju Jembatan untuk menyeberangi Sungai Landak telah terendam. Akses Ngabang Sanggau pun nyaris putus.

Menurut pantauan Pontianak Post titik penting di jalan utama Ngabang terendam mengakibatkan kemacetan. Lantaran hanya satu jalur yang masih bisa dilewati. Ketinggian air diperkirakan mencapai 30cm.

Sejumlah pengendara pun terpaksa turun dari sepeda motornya karena mesin mati terendam air. Sementara lainnya masih memaksakan untuk lewat.

Sementara jalan menuju Jembatan Lama Ngabang lama telah terputus sejak Jumat (15/1) pagi. Ketinggian air mencapai 70-80cm atau sekitar paha orang dewasa.

Baca Juga :  Apresiasi Bupati buat ORARI

Deretan pertokoan pun tampak tidak membuka pintunya. Aktivitas ekonomi di sebagian Kota Ngabang lumpuh.

Sedangkan untuk jalan di Desa Hilir Tengah menuju Desa Raja, atau arah Keraton Ismahayana Landak telah terendam sejak Kamis (14/1). Tak ada kendaraan yang bisa melewati jalan tersebut. Warga pun harus memutar melewati Jalan Gusti Affandi Rani atau Jalur 2.

Kepala BPBD Kabupaten Landak Herman Masnur mengatakan, berdasarkan pantauan tim dan informasi dari warga air masih terus naik hingga Jumat (15/1) malam.

Ia meminta warga bantaran sungai yang terdampak untuk lebih waspada melihat laju air yang masih terus datang.

“Apalagi menurut informasi, wilayah Kuala Behe dan masih belum surut. Otomatis air akan segera menuju Ngabang,” katanya. (mif)

Baca Juga :  Polisi Dituntut Cabut Penangguhan Penahanan Tersangka Persetubuhan Anak

NGABANG – Banjir yang melanda Kota Ngabang, Kabupaten Landak sejak Rabu (13/1) lalu terus meningkat hingga Jumat (15/1). Jalan menuju Jembatan untuk menyeberangi Sungai Landak telah terendam. Akses Ngabang Sanggau pun nyaris putus.

Menurut pantauan Pontianak Post titik penting di jalan utama Ngabang terendam mengakibatkan kemacetan. Lantaran hanya satu jalur yang masih bisa dilewati. Ketinggian air diperkirakan mencapai 30cm.

Sejumlah pengendara pun terpaksa turun dari sepeda motornya karena mesin mati terendam air. Sementara lainnya masih memaksakan untuk lewat.

Sementara jalan menuju Jembatan Lama Ngabang lama telah terputus sejak Jumat (15/1) pagi. Ketinggian air mencapai 70-80cm atau sekitar paha orang dewasa.

Baca Juga :  Apresiasi Bupati buat ORARI

Deretan pertokoan pun tampak tidak membuka pintunya. Aktivitas ekonomi di sebagian Kota Ngabang lumpuh.

Sedangkan untuk jalan di Desa Hilir Tengah menuju Desa Raja, atau arah Keraton Ismahayana Landak telah terendam sejak Kamis (14/1). Tak ada kendaraan yang bisa melewati jalan tersebut. Warga pun harus memutar melewati Jalan Gusti Affandi Rani atau Jalur 2.

Kepala BPBD Kabupaten Landak Herman Masnur mengatakan, berdasarkan pantauan tim dan informasi dari warga air masih terus naik hingga Jumat (15/1) malam.

Ia meminta warga bantaran sungai yang terdampak untuk lebih waspada melihat laju air yang masih terus datang.

“Apalagi menurut informasi, wilayah Kuala Behe dan masih belum surut. Otomatis air akan segera menuju Ngabang,” katanya. (mif)

Baca Juga :  Melawi Keluar Zona Merah

Most Read

Terapkan Prokes saat PTM

Pemuda Berprestasi

Artikel Terbaru

/