alexametrics
32.8 C
Pontianak
Tuesday, May 24, 2022

Resmikan Ruangan NICU RSUD Landak, Karolin Harap Kematian Ibu dan Bayi Turun

NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa meresmikan operasional pelayanan gedung Neonatal Intensive Care Uni (NICU) dan kamar operasi modular Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Landak serta penyerahan bantuan gedung laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Provinsi Kalimantan Barat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Landak, Selasa (15/2).

Bupati Karolin mengatakan gedung NICU merupakan ruang fasilitas yang diperuntukan bagi bayi-bayi yang memerlukan perawatan intensif seperti berat badan rendah, fungsi pernafasan kurang sempurna, prematur, mengalami kesulitan dalam persalinan, maupun menunjukan tanda-tanda mengkhawatirkan dalam beberapa hari pertama kehidupan, guna untuk terus menurunkan angka kematian pada bayi.

“Angka kematian ibu dan bayi memang terus menurun di Kabupaten Landak, tetapi ini belum ideal sehingga kita berharap masih bisa terus kita turunkan dari hulu hingga ke hilirnya. Hulunya mulai dari perawatan dan persiapan ibu yang hamil dan akan melahirkan, apabila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, maka NICU inilah fasilitas yang kita siapkan,” ucap Karolin di RSUD Landak.

Baca Juga :  Viral IGD RSUD Landak Kosong, Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan Tak Maksimal

Bupati Karolin menjelaskan dengan adanya ruangan NICU ini dapat memberikan pelayanan yang semakin baik di RSUD Landak, untuk itu dirinya meminta kepada para tenaga kesehatan di RSUD Landak untuk terus melakukan pengembangan diri dan menambah pengetahuannya.

“Alat-alat kesehatan ini sudah di desain untuk mempermudah para nakes rumah sakit dalam melaksanakan tugas, sehingga bayi-bayi yang dirujuk ke RSUD Landak seperti contohnya bayi prematur bisa bertahan.

Demikian juga para nakes yang sudah dilatih tentu skillnya harus lebih dibanding dengan yang ada di ruang perinatology, sehingga baru bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Karolin.

Bupati Landak menerangkan bahwa untuk ruangan NICU juga ada pada rumah sakit di Pontianak namun dengan adanya ruangan NICU di Kabupaten Landak ini bisa menjadi alternatif rujukan bagi masyarakat yang ada di luar Kabupaten Landak.

Baca Juga :  RSUD Landak Punya Laboratorium PCR

“Untuk NICU ini yang paling dekat dari Landak areanya hanya di Pontianak saja, semoga dengan adanya ruangan NICU di Kabupaten Landak bisa menjadi alternaif rujukan pada wilayah di luar Landak seperti Bangkayang, Sanggau ataupun Sekadau,” tutup Karolin. (mif)

NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa meresmikan operasional pelayanan gedung Neonatal Intensive Care Uni (NICU) dan kamar operasi modular Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Landak serta penyerahan bantuan gedung laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Provinsi Kalimantan Barat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Landak, Selasa (15/2).

Bupati Karolin mengatakan gedung NICU merupakan ruang fasilitas yang diperuntukan bagi bayi-bayi yang memerlukan perawatan intensif seperti berat badan rendah, fungsi pernafasan kurang sempurna, prematur, mengalami kesulitan dalam persalinan, maupun menunjukan tanda-tanda mengkhawatirkan dalam beberapa hari pertama kehidupan, guna untuk terus menurunkan angka kematian pada bayi.

“Angka kematian ibu dan bayi memang terus menurun di Kabupaten Landak, tetapi ini belum ideal sehingga kita berharap masih bisa terus kita turunkan dari hulu hingga ke hilirnya. Hulunya mulai dari perawatan dan persiapan ibu yang hamil dan akan melahirkan, apabila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, maka NICU inilah fasilitas yang kita siapkan,” ucap Karolin di RSUD Landak.

Baca Juga :  Iuran BPJS Tak Dibayar, DPRD Landak Panggil PT IGP

Bupati Karolin menjelaskan dengan adanya ruangan NICU ini dapat memberikan pelayanan yang semakin baik di RSUD Landak, untuk itu dirinya meminta kepada para tenaga kesehatan di RSUD Landak untuk terus melakukan pengembangan diri dan menambah pengetahuannya.

“Alat-alat kesehatan ini sudah di desain untuk mempermudah para nakes rumah sakit dalam melaksanakan tugas, sehingga bayi-bayi yang dirujuk ke RSUD Landak seperti contohnya bayi prematur bisa bertahan.

Demikian juga para nakes yang sudah dilatih tentu skillnya harus lebih dibanding dengan yang ada di ruang perinatology, sehingga baru bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Karolin.

Bupati Landak menerangkan bahwa untuk ruangan NICU juga ada pada rumah sakit di Pontianak namun dengan adanya ruangan NICU di Kabupaten Landak ini bisa menjadi alternatif rujukan bagi masyarakat yang ada di luar Kabupaten Landak.

Baca Juga :  Direktur RSUD Landak Beri Klarifikasi

“Untuk NICU ini yang paling dekat dari Landak areanya hanya di Pontianak saja, semoga dengan adanya ruangan NICU di Kabupaten Landak bisa menjadi alternaif rujukan pada wilayah di luar Landak seperti Bangkayang, Sanggau ataupun Sekadau,” tutup Karolin. (mif)

Most Read

Mou Yakin Memenangi Trofi

Pendidikan Lingkungan Lewat Teach4Future

Dua Bocah Tewas Kesetrum

Wabup: Jangan Hanya Sebatas Diskusi

Artikel Terbaru

/