alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

16 Warga Landak Berstatus OTG Covid-19

NGABANG – 16 warga Landak mendapatkan hasil reaktif setelah menjalani Rapid Test (RDT) Covid-19. Mereka kini berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) dan sedang menjalani masa isolasi secara mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing.

Warga berstatus OTG tersebut, juga sudah menjalani pengambilan sampel swab untuk kemudian dikirim ke Jakarta untuk mendapatkan hasil yang pasti. Tak hanya itu, setiap keluarga yang tinggal serumah, dan kerabat yang pernah kontak dengan warga OTG juga telah menjalani RDT. Hasilnya, sebagian besar hasilnya non reaktif.

Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa mengatakan Pemkab telah melakukan sedikitnya 1000 Rapid Test (RDT) covid-19 selama dua pekan ini. Tes tersebut diprioritaskan bagi warga yang memiliki gejala awal covid-19 seperti demam dengan batuk, pilek, sesak nafas dan keluhan gangguan pernapasan lain. Selain itu, para tenaga kesehatan juga mendapatkan tes serupa.

Baca Juga :  Rangkul Pengurus Adat, KDRT Selesai Lewat Mediasi  

“Hasilnya sampai saat ini 16 OTG. Mereka saat ini sedang diisolasi di rumah masing-masing,” katanya kepada awak media, Rabu (15/4).

Ia mengatakan, Pemkab sudah mengambil sampel swab tenggorokan warga tersebut dengan bekerja sama dengan pemerintah provinsi Kalimantan Barat. “Sudah diambil sampel untuk 16 orang ini. Masih menunggu hasil pemeriksaan pastinya di Jakarta,” jelasnya.

Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dalam masa pemantauan sudah mengalami penurunan. Dari angka tertinggi 3175 ODP di 9 April, pada 14 April ODP Landak turun menjadi 3066 orang.(mif)

NGABANG – 16 warga Landak mendapatkan hasil reaktif setelah menjalani Rapid Test (RDT) Covid-19. Mereka kini berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) dan sedang menjalani masa isolasi secara mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing.

Warga berstatus OTG tersebut, juga sudah menjalani pengambilan sampel swab untuk kemudian dikirim ke Jakarta untuk mendapatkan hasil yang pasti. Tak hanya itu, setiap keluarga yang tinggal serumah, dan kerabat yang pernah kontak dengan warga OTG juga telah menjalani RDT. Hasilnya, sebagian besar hasilnya non reaktif.

Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa mengatakan Pemkab telah melakukan sedikitnya 1000 Rapid Test (RDT) covid-19 selama dua pekan ini. Tes tersebut diprioritaskan bagi warga yang memiliki gejala awal covid-19 seperti demam dengan batuk, pilek, sesak nafas dan keluhan gangguan pernapasan lain. Selain itu, para tenaga kesehatan juga mendapatkan tes serupa.

Baca Juga :  Pemkab Kaji Air Limbah Industri Sawit

“Hasilnya sampai saat ini 16 OTG. Mereka saat ini sedang diisolasi di rumah masing-masing,” katanya kepada awak media, Rabu (15/4).

Ia mengatakan, Pemkab sudah mengambil sampel swab tenggorokan warga tersebut dengan bekerja sama dengan pemerintah provinsi Kalimantan Barat. “Sudah diambil sampel untuk 16 orang ini. Masih menunggu hasil pemeriksaan pastinya di Jakarta,” jelasnya.

Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dalam masa pemantauan sudah mengalami penurunan. Dari angka tertinggi 3175 ODP di 9 April, pada 14 April ODP Landak turun menjadi 3066 orang.(mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/