alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Pondasi Amblas, Ruko Miring dan Nyaris Roboh di Ngabang

NGABANG – Sebanyak empat ruko di Jalan Raya Ngabang – Sanggau tepatnya di Dusun Pulau Bendu Desa Hilir Tengah Kecamatan Ngabang mendadak amblas, Minggu (15/11) siang. Akibatnya posisi bangunan ruko tersebut menjadi miring ke arah belakang ruko.

Roni Saputra, salah seorang pemilik ruko mengatakan saat itu ia tengah bersantai bersama keluarganya, setelah sarapan pagi. Tiba-tiba saja terdengar suara gemuruh. “Terdengar suara ‘kreeek’ kencang sekali. Kami pun berlarian keluar ruko,” katanya kepada Pontianak Post.

Sesaat kemudian, bangun tiga lantai itu bergerak seperti akan roboh ke belakang. Lantai depan ruko pun terangkat sekitar setengah meter. Posisi bangunan miring dengan kemiringan sekitar 10-15 derajat.

“Bergeraknya pelan. Seperti mau roboh ke belakang. Istri saya teriak minta anak-anak semua keluar,” ceritanya.

Ia mengatakan, kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.00 wib. Hingga pukul 15.00 wib, ia dan keluarga masih belum berani mengevakuasi barang-barang yang ada di dalam ruko tersebut.

Baca Juga :  Angka Kasus Covid-19 Turun

“Kasur, lemari pakaian, barang berharga di dalam rumah belum bisa diselamatkan. Hanya barang-barang di lantai 1 yang bisa diangkat,” katanya yang sehari-hari membuka usaha rumah makan tersebut.

Ruko empat pintu itu, diperkirakan sudah berusia 6 tahun. Dua pintu menjadi milik King’s Jaya Furniture, satu pintu Pegadaian cabang Ngabang dan satu pintu lagi rumah makan.

Ia memperkirakan, amblasnya ruko karena pondasi bagian belakang ruko yang amblas tak mampu menahan beban ruko tersebut. Apalagi, kondisi tanah yang berawa dan basah.

“Tanah di belakang memang basah. Pintu belakang ruko pun sudah masuk ke dalam tanah. Tak bisa dibuka,” katanya.

Selain itu, satu rumah warga di Gang Mangga RT 007 RW 003, yang berada tepat di samping ruko tersebut pun terdampak. Lantai rumah retak. Lantai ruang tamu terangkat, dan lantai dapur turun akibat tanah yang bergerak.

Baca Juga :  Kecelakaan di Jatim, Vanessa Angel dan Suami Dikabarkan Tewas

Maman (45) pemilik rumah tersebut mengatakan waktu kejadian ia tak berada di rumah. Hanya ada istri dan kedua anaknya. Saat itu, ia tengah kerja bakti bersama warga lain di Masjid Jami Baiturrahman yang terletak tak jauh dari lokasi.

Mendengar suara kencang dari arah ruko, ia pun bergegas menuju rumahnya. Ia pun kaget melihat kondisi rumah yang telah rusak.

“Langsung pulang. Langsung keluarkan apa yang ada di rumah, rekening bank, emas, motor, Sisanya yang lain ditinggal,” katanya.

Ia mengatakan, dirinya masih belum berani mengevakuasi barang-barang lainnya karena ditakutkan ruko akan roboh dan menimpa rumahnya.

“Sementara kami menginap di rumah orang tua dulu. Sambil menunggu pemilik ruko mengerjakan perbaikan. Kami maunya cepat dikerjakan, karena takut roboh dan menimpa rumah kami,” ucapnya. (mif)

NGABANG – Sebanyak empat ruko di Jalan Raya Ngabang – Sanggau tepatnya di Dusun Pulau Bendu Desa Hilir Tengah Kecamatan Ngabang mendadak amblas, Minggu (15/11) siang. Akibatnya posisi bangunan ruko tersebut menjadi miring ke arah belakang ruko.

Roni Saputra, salah seorang pemilik ruko mengatakan saat itu ia tengah bersantai bersama keluarganya, setelah sarapan pagi. Tiba-tiba saja terdengar suara gemuruh. “Terdengar suara ‘kreeek’ kencang sekali. Kami pun berlarian keluar ruko,” katanya kepada Pontianak Post.

Sesaat kemudian, bangun tiga lantai itu bergerak seperti akan roboh ke belakang. Lantai depan ruko pun terangkat sekitar setengah meter. Posisi bangunan miring dengan kemiringan sekitar 10-15 derajat.

“Bergeraknya pelan. Seperti mau roboh ke belakang. Istri saya teriak minta anak-anak semua keluar,” ceritanya.

Ia mengatakan, kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.00 wib. Hingga pukul 15.00 wib, ia dan keluarga masih belum berani mengevakuasi barang-barang yang ada di dalam ruko tersebut.

Baca Juga :  Meski Landak Zona Kuning, Ketua DPRD Landak Imbau Masyarakat Tak Lalai Prokes

“Kasur, lemari pakaian, barang berharga di dalam rumah belum bisa diselamatkan. Hanya barang-barang di lantai 1 yang bisa diangkat,” katanya yang sehari-hari membuka usaha rumah makan tersebut.

Ruko empat pintu itu, diperkirakan sudah berusia 6 tahun. Dua pintu menjadi milik King’s Jaya Furniture, satu pintu Pegadaian cabang Ngabang dan satu pintu lagi rumah makan.

Ia memperkirakan, amblasnya ruko karena pondasi bagian belakang ruko yang amblas tak mampu menahan beban ruko tersebut. Apalagi, kondisi tanah yang berawa dan basah.

“Tanah di belakang memang basah. Pintu belakang ruko pun sudah masuk ke dalam tanah. Tak bisa dibuka,” katanya.

Selain itu, satu rumah warga di Gang Mangga RT 007 RW 003, yang berada tepat di samping ruko tersebut pun terdampak. Lantai rumah retak. Lantai ruang tamu terangkat, dan lantai dapur turun akibat tanah yang bergerak.

Baca Juga :  Pemkab Tetapkan Induk Durian Lokal  

Maman (45) pemilik rumah tersebut mengatakan waktu kejadian ia tak berada di rumah. Hanya ada istri dan kedua anaknya. Saat itu, ia tengah kerja bakti bersama warga lain di Masjid Jami Baiturrahman yang terletak tak jauh dari lokasi.

Mendengar suara kencang dari arah ruko, ia pun bergegas menuju rumahnya. Ia pun kaget melihat kondisi rumah yang telah rusak.

“Langsung pulang. Langsung keluarkan apa yang ada di rumah, rekening bank, emas, motor, Sisanya yang lain ditinggal,” katanya.

Ia mengatakan, dirinya masih belum berani mengevakuasi barang-barang lainnya karena ditakutkan ruko akan roboh dan menimpa rumahnya.

“Sementara kami menginap di rumah orang tua dulu. Sambil menunggu pemilik ruko mengerjakan perbaikan. Kami maunya cepat dikerjakan, karena takut roboh dan menimpa rumah kami,” ucapnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/