alexametrics
27 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Ajak Warga Budidaya Sayuran Hidroponik

NGABANG – Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa memanen sawi hidroponik di kebun villa Cornelis, Rabu (15/1/). Ia pun berharap masyarakat Landak dapat ikut membudidayakan sayuran hidroponik. Terdapat empat jenis sawi yang telah dipanen yakni sawi keriting, sawi Ateng, sawi pagoda dan sawi bunga.

Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa menyampaikan bahwa sawi hidroponik yang telah di panen adalah sawi organik yang proses pembudidayaannya tanpa menggunakan pestisida kimia. “Budidaya sawi hidroponik ini merupakan kelanjutan kerja sama dengan dinas pertanian Provinsi Kalimantan Barat dan di tahun 2020 ini, kita akan bekerja sama untuk membudidayakan sawi hidroponik (sawi organik) atau tanaman sayur lainya bersama Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Landak,” jelas Karolin.

Lebih lanjut Bupati Landak juga menjelaskan bahwa budidaya sawi secara hidroponik dengan umur 21 hari setelah dipindahkan dari persemaian sudah bisa untuk di panen dan perawatan sangat lebih mudah dibandingkan dengan kita budidaya menggunakan media tanah.

Baca Juga :  Jembatan Sungai Keli Ngabang Ambruk, Dua Pekerja Hilang Terseret Arus

“Dengan sistem budidaya hidroponik, kita tidak perlu untuk membersihkan gulama, karena gulma tidak akan tumbuh di sekitar tanaman yang telah kita tanam dan juga kita tidak perlu untuk menyiram air tanaman yang kita tanam karena sudah teraliri dengan air,” Jelas Karolin.

Ia juga menyampaikan bahwa di kabupaten Landak sendiri masalah sayuran masih menjadi problem karena sayuran yang dijual di pasaran masih didatangkan dari luar kabupaten Landak.

“Mudah-mudahan dengan kerja sama yang baik dengan dinas pertanian perikanan dan ketahanan pangan Kabupaten Landak masalah sayuran yang masih mendatangkan dari luar kabupaten Landak bisa kita atasi salah satunya kita akan menggerakkan desa agar dapat melakukan budidaya hidropnik ini,” Harap Karolin. Bupati Landak itu juga mengimbau masyarakat kabupaten Landak untuk membudidayakan dan menggunakan sayuran hidroponik. “Saya mengajak masyarakat Kabupaten Landak untuk mencoba menanam sayuran seperti sawi, kangkung, bayam ataupun tanaman sayuran lainya yang bisa dibudidayakan secara hidroponik di pekarangan rumah, selain kita bisa mengkonsumsi sendiri kita juga bisa menjualnya dan akan menambah penghasilan,” ungkap Karolin.

Baca Juga :  Longsor di Pahauman, Lalu Lintas Sungai Pinyuh – Ngabang Terhambat

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Sahbirin, menyampaikan bahwa melalui sistem hidroponik usaha tani menjadi semakin efisien, produktif dan berdaya saing karena harga lebih tinggi dibandingkan dengan yang non hidroponik. “Mari kita lestarikan budidaya sistem hidroponik atau tanaman organik untuk menambah pendapatan masyarakat menuju Kabupaten Landak yang mandiri, maju dan sejahtera,” ujar Sahbirin. (mif)

NGABANG – Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa memanen sawi hidroponik di kebun villa Cornelis, Rabu (15/1/). Ia pun berharap masyarakat Landak dapat ikut membudidayakan sayuran hidroponik. Terdapat empat jenis sawi yang telah dipanen yakni sawi keriting, sawi Ateng, sawi pagoda dan sawi bunga.

Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa menyampaikan bahwa sawi hidroponik yang telah di panen adalah sawi organik yang proses pembudidayaannya tanpa menggunakan pestisida kimia. “Budidaya sawi hidroponik ini merupakan kelanjutan kerja sama dengan dinas pertanian Provinsi Kalimantan Barat dan di tahun 2020 ini, kita akan bekerja sama untuk membudidayakan sawi hidroponik (sawi organik) atau tanaman sayur lainya bersama Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Landak,” jelas Karolin.

Lebih lanjut Bupati Landak juga menjelaskan bahwa budidaya sawi secara hidroponik dengan umur 21 hari setelah dipindahkan dari persemaian sudah bisa untuk di panen dan perawatan sangat lebih mudah dibandingkan dengan kita budidaya menggunakan media tanah.

Baca Juga :  Dewan Landak Harapkan Musrenbang Sompak Akomodir Skala Prioritas

“Dengan sistem budidaya hidroponik, kita tidak perlu untuk membersihkan gulama, karena gulma tidak akan tumbuh di sekitar tanaman yang telah kita tanam dan juga kita tidak perlu untuk menyiram air tanaman yang kita tanam karena sudah teraliri dengan air,” Jelas Karolin.

Ia juga menyampaikan bahwa di kabupaten Landak sendiri masalah sayuran masih menjadi problem karena sayuran yang dijual di pasaran masih didatangkan dari luar kabupaten Landak.

“Mudah-mudahan dengan kerja sama yang baik dengan dinas pertanian perikanan dan ketahanan pangan Kabupaten Landak masalah sayuran yang masih mendatangkan dari luar kabupaten Landak bisa kita atasi salah satunya kita akan menggerakkan desa agar dapat melakukan budidaya hidropnik ini,” Harap Karolin. Bupati Landak itu juga mengimbau masyarakat kabupaten Landak untuk membudidayakan dan menggunakan sayuran hidroponik. “Saya mengajak masyarakat Kabupaten Landak untuk mencoba menanam sayuran seperti sawi, kangkung, bayam ataupun tanaman sayuran lainya yang bisa dibudidayakan secara hidroponik di pekarangan rumah, selain kita bisa mengkonsumsi sendiri kita juga bisa menjualnya dan akan menambah penghasilan,” ungkap Karolin.

Baca Juga :  Jembatan Sungai Keli Ngabang Ambruk, Dua Pekerja Hilang Terseret Arus

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Sahbirin, menyampaikan bahwa melalui sistem hidroponik usaha tani menjadi semakin efisien, produktif dan berdaya saing karena harga lebih tinggi dibandingkan dengan yang non hidroponik. “Mari kita lestarikan budidaya sistem hidroponik atau tanaman organik untuk menambah pendapatan masyarakat menuju Kabupaten Landak yang mandiri, maju dan sejahtera,” ujar Sahbirin. (mif)

Most Read

Dukung Pendataan Keluarga Tahun 2020

Aktivitas Warga Lumpuh

Seleksi CPNS Diumumkan

Artikel Terbaru

/