alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Pupuk Palsu Resahkan Warga

Bukan hanya hama yang ditakuti petani di Landak. Petani di Desa Pakumbang Kecamatan Sompak diresahkan dengan dugaan adanya pupuk palsu yang beredar di daerah mereka. Sejumlah petani melaporkan hal tersebut ke Polsek Mempawah Hulu Rabu (15/1). Peredaran Pupuk yang kemasannya mirip dengan pupuk bersubsidi NPK Phonska di duga pupuk palsu bikin petani resah. Pasalnya jika tak teliti, pupuk palsu dan asli sulit di bedakan secara kasat mata.

Sejumlah petani di Desa Pakumbang membeli pupuk yang diduga palsu tersebut ke pengecer yang menggunakan mobil pick up pada 13 januari 2020 lalu di Desa Pakumbang seharga Rp 200 ribu per karung. Salah satu warga, Budiman mengatakan telah membeli pupuk tersebut sebanyak dua karung. Pada saat hendak dipakai pupuk tersebut berbeda warna dan wujudnya. Dan setelah ia pecahkan butiran pupuk tersebut komposisinya berupa tanah bakar, batu dan pewarna serta ada sampah di dalam kemasan pupuk tersebut. “Beredarnya pupuk tersebut dugaan kami bukan hanya di desa Pakumbang namun juga beredar di desa lainya karena pada musim tanam ini kami petani sangat susah membeli pupuk”, ujar warga Dusun Pauh Balr Desa Pakumbang ini.

Baca Juga :  Kabupaten Landak Bersiap Menuju Zona Hijau

Ia pun berharap kepolisian dapat mencari oknum yang diduga menjual pupuk palsu di daerah tersebut. “Harapan kami agar pupuk tersebut dapat dikembalikan kepada penjual dan uang kami dapat kembali,” ucap Budiman. Kapolsek Mempawah Hulu Ipda Zulianto mengatakan bahwa benar ada beberapa perwakilan petani dari desa pakumbang yang melaporkan dugaan pupuk palsu tersebut. “Kami akan menanggapi pengaduan warga ini, secepat mungkin penjual pupuk tersebut akan kita panggil untuk dilakukan pemeriksaan dan kami juga akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait,” ucap Kapolsek. (mif)

Bukan hanya hama yang ditakuti petani di Landak. Petani di Desa Pakumbang Kecamatan Sompak diresahkan dengan dugaan adanya pupuk palsu yang beredar di daerah mereka. Sejumlah petani melaporkan hal tersebut ke Polsek Mempawah Hulu Rabu (15/1). Peredaran Pupuk yang kemasannya mirip dengan pupuk bersubsidi NPK Phonska di duga pupuk palsu bikin petani resah. Pasalnya jika tak teliti, pupuk palsu dan asli sulit di bedakan secara kasat mata.

Sejumlah petani di Desa Pakumbang membeli pupuk yang diduga palsu tersebut ke pengecer yang menggunakan mobil pick up pada 13 januari 2020 lalu di Desa Pakumbang seharga Rp 200 ribu per karung. Salah satu warga, Budiman mengatakan telah membeli pupuk tersebut sebanyak dua karung. Pada saat hendak dipakai pupuk tersebut berbeda warna dan wujudnya. Dan setelah ia pecahkan butiran pupuk tersebut komposisinya berupa tanah bakar, batu dan pewarna serta ada sampah di dalam kemasan pupuk tersebut. “Beredarnya pupuk tersebut dugaan kami bukan hanya di desa Pakumbang namun juga beredar di desa lainya karena pada musim tanam ini kami petani sangat susah membeli pupuk”, ujar warga Dusun Pauh Balr Desa Pakumbang ini.

Baca Juga :  Vaksinasi Dosis Kedua Landak Dimulai

Ia pun berharap kepolisian dapat mencari oknum yang diduga menjual pupuk palsu di daerah tersebut. “Harapan kami agar pupuk tersebut dapat dikembalikan kepada penjual dan uang kami dapat kembali,” ucap Budiman. Kapolsek Mempawah Hulu Ipda Zulianto mengatakan bahwa benar ada beberapa perwakilan petani dari desa pakumbang yang melaporkan dugaan pupuk palsu tersebut. “Kami akan menanggapi pengaduan warga ini, secepat mungkin penjual pupuk tersebut akan kita panggil untuk dilakukan pemeriksaan dan kami juga akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait,” ucap Kapolsek. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/