alexametrics
28 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Banjir di Landak Mulai Surut

MANDOR – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Landak mulai surut. Puluhan pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, Herman Masnur menyebut sejumlah wilayah terdampak banjir di Kecamatan Mandor dan Kecamatan Menjalin mulai surut. “Saat ini kondisi air sudah mulai surut dan jika hari ini (Kamis, red) tidak turun hujan, maka paling lama besok air kembali normal,” kata Herman di Ngabang, Kamis.

Dia menjelaskan banjir melanda wilayah Kabupaten Landak sejak Rabu (14/7) lalu. Akibatnya merendam sedikitnya 724 unit rumah warga dalam dua kecamatan yang tersebar di sembilan desa. “Hujan dengan intensitas tinggi sejak Selasa 13 Juli 2021 di Kabupaten Landak yang mengakibatkan terjadinya banjir, dengan ketinggian air bervariasi mulai 20 – 150 centimeter,” jelasnya.

Menurut data dari BPBD Landak, banjir merendam enam desa di Kecamatan Mandor. Keenamnya yakni, Desa Mandor, Kayutanam, Ngarak, Bebatung, Salatiga dan Selutung. Sementara di Kecamatan Menjalin, banjir merendam Desa Sepahat, Desa Nangka dan Desa menjalin.

Selain itu, kata dia banjir juga merusak dua jembatan di Desa Salatiga dan Desa Mandor. Akses warga pun menjadi terhambat. Salah satunya, yakni Jembatan di Dusun Sualam Desa Mandor merupakan akses penting bagi aktivitas warga. Untuk sementara mereka harus memutar melewati jalan lain.

Baca Juga :  Dewan Landak Harap Pasar Rakyat Sehaq Tarigas Beri Terobosan

“Kita masih mengumpulkan data kerusakan. Sementara warga yang sebelumnya menempati posko pengungsian sudah pulang ke rumah masing-masing,” katanya.

Kapolsek Mandor Iptu Hengky Gunawan menuturkan, berdasarkan laporan personel di lapangan, banjir bertahan di hulu Desa Mandor tepatnya di Dusun Kopiang. Lokasi desa yang berada dekat dengan muara sungai menurutnya menjadi penyebab. Selain itu, lokasi desa yang terbilang rendah dibanding desa di sekitarnya membuat air mengarah ke desa tersebut.

“Saya sudah hubungi Kades Mandor, dia sampaikan untuk Dusun Kopiang masih banjir. Kalau curah hujan tinggi memang yang paling menderita masyarakat di Dusun Kopiang. Karena air kiriman dari desa-desa sekitar pasti keluar ke muara sungai di Dusun Kopiang itu,” jelas Kapolsek di Mandor, saat dihubungi, Kamis.

Sementara banjir yang sempat merendam dengan ketinggian 50-100 cm di desa lainnya sudah mulai surut. Begitu pula para pengungsi sudah pulang kembali ke rumah mereka masing-masing.

Baca Juga :  Banjir Meluas, Sembilan Desa di Tumbang Titi Terendam

“Aktifitas warga sudah kembali normal. Warga terlihat membersihkan rumahnya masing-masing, Personel Polsek tetap standby on call di Mako, dan laksanakan patroli secara periodik untuk cek kondisi warga maupun banjir. Tadi malam di posko banjir Desa Mandor kami juga memberikan bantuan ala kadarnya untuk pengungsi,” ucap Kapolsek.

Sementara itu, Kapolsek Menjalin Iptu Burhan Nuddin mengatakan pihaknya masih bersiaga untuk menghadapi kemungkinan air kembali naik. Sejumlah Desa yang sempat terendam yakni Desa Sepahat, tepatnya di Dusun Lonjengan, Dusun Raso dan Dusun Tengkuning. Selanjutnya Desa Nangka di Dusun Nyawan dan Desa menjalin Dusun Menteng.

“Saat ini jalan sudah reda dan air sudah mulai surut. Jalan sudah bisa di lewati alias normal. Namun di jembatan Takong masih sedikt tersendat akibat banjir kemarin,” ucapnya.

Ia mengatakan, pihaknya bersama Koramil dan Forkopincam Menjalin sudah mengecek sejumlah lokasi terdampak dan memetakan kemungkinan terjadinya banjir susulan akibat air kiriman dari hulu sungai.

“Kami mengimbau warga yang terdampak banjir agar hati-hati, terus waspada dan menjaga agar tidak terserang penyakit. Sementara situasi saat ini aman,” tutupnya. (mif)

MANDOR – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Landak mulai surut. Puluhan pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, Herman Masnur menyebut sejumlah wilayah terdampak banjir di Kecamatan Mandor dan Kecamatan Menjalin mulai surut. “Saat ini kondisi air sudah mulai surut dan jika hari ini (Kamis, red) tidak turun hujan, maka paling lama besok air kembali normal,” kata Herman di Ngabang, Kamis.

Dia menjelaskan banjir melanda wilayah Kabupaten Landak sejak Rabu (14/7) lalu. Akibatnya merendam sedikitnya 724 unit rumah warga dalam dua kecamatan yang tersebar di sembilan desa. “Hujan dengan intensitas tinggi sejak Selasa 13 Juli 2021 di Kabupaten Landak yang mengakibatkan terjadinya banjir, dengan ketinggian air bervariasi mulai 20 – 150 centimeter,” jelasnya.

Menurut data dari BPBD Landak, banjir merendam enam desa di Kecamatan Mandor. Keenamnya yakni, Desa Mandor, Kayutanam, Ngarak, Bebatung, Salatiga dan Selutung. Sementara di Kecamatan Menjalin, banjir merendam Desa Sepahat, Desa Nangka dan Desa menjalin.

Selain itu, kata dia banjir juga merusak dua jembatan di Desa Salatiga dan Desa Mandor. Akses warga pun menjadi terhambat. Salah satunya, yakni Jembatan di Dusun Sualam Desa Mandor merupakan akses penting bagi aktivitas warga. Untuk sementara mereka harus memutar melewati jalan lain.

Baca Juga :  Pantau Penyaluran, Bupati Pastikan Bantuan Pangan Tepat Sasaran

“Kita masih mengumpulkan data kerusakan. Sementara warga yang sebelumnya menempati posko pengungsian sudah pulang ke rumah masing-masing,” katanya.

Kapolsek Mandor Iptu Hengky Gunawan menuturkan, berdasarkan laporan personel di lapangan, banjir bertahan di hulu Desa Mandor tepatnya di Dusun Kopiang. Lokasi desa yang berada dekat dengan muara sungai menurutnya menjadi penyebab. Selain itu, lokasi desa yang terbilang rendah dibanding desa di sekitarnya membuat air mengarah ke desa tersebut.

“Saya sudah hubungi Kades Mandor, dia sampaikan untuk Dusun Kopiang masih banjir. Kalau curah hujan tinggi memang yang paling menderita masyarakat di Dusun Kopiang. Karena air kiriman dari desa-desa sekitar pasti keluar ke muara sungai di Dusun Kopiang itu,” jelas Kapolsek di Mandor, saat dihubungi, Kamis.

Sementara banjir yang sempat merendam dengan ketinggian 50-100 cm di desa lainnya sudah mulai surut. Begitu pula para pengungsi sudah pulang kembali ke rumah mereka masing-masing.

Baca Juga :  Lakalantas Motor vs Dump Truk di Depan Mapolsek Sengah Temila

“Aktifitas warga sudah kembali normal. Warga terlihat membersihkan rumahnya masing-masing, Personel Polsek tetap standby on call di Mako, dan laksanakan patroli secara periodik untuk cek kondisi warga maupun banjir. Tadi malam di posko banjir Desa Mandor kami juga memberikan bantuan ala kadarnya untuk pengungsi,” ucap Kapolsek.

Sementara itu, Kapolsek Menjalin Iptu Burhan Nuddin mengatakan pihaknya masih bersiaga untuk menghadapi kemungkinan air kembali naik. Sejumlah Desa yang sempat terendam yakni Desa Sepahat, tepatnya di Dusun Lonjengan, Dusun Raso dan Dusun Tengkuning. Selanjutnya Desa Nangka di Dusun Nyawan dan Desa menjalin Dusun Menteng.

“Saat ini jalan sudah reda dan air sudah mulai surut. Jalan sudah bisa di lewati alias normal. Namun di jembatan Takong masih sedikt tersendat akibat banjir kemarin,” ucapnya.

Ia mengatakan, pihaknya bersama Koramil dan Forkopincam Menjalin sudah mengecek sejumlah lokasi terdampak dan memetakan kemungkinan terjadinya banjir susulan akibat air kiriman dari hulu sungai.

“Kami mengimbau warga yang terdampak banjir agar hati-hati, terus waspada dan menjaga agar tidak terserang penyakit. Sementara situasi saat ini aman,” tutupnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/