alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Korban Banjir Dapatkan Pemeriksaan Kesehatan, Satu Warga Harus Melahirkan Di Tengah Banjir

NGABANG – Banjir yang terjadi di Kecamatan Kuala Behe Kabupaten Landak telah mulai surut. Untuk mengantisipasi warga terkena penyakit, korban banjir mendapat layanan pengobatan gratis dari pegawai Puskesmas.

Dengan menggunakan perahu, petugas kesehatan berkeliling Desa Kuala Behe dan memeriksa kesehatan warga setempat. Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan langsung di depan rumah warga.

Kepala Puskesmas Kuala Behe Yaumil Indah Sri Purnama mengatakan, pihaknya juga sempat menangani salah seorang warga yang melahirkan pada Sabtu (16/1) malam.

“Ibu ini warga Dusun Kurnia Desa Semedang. Kami berikan penanganan meskipun harus gelap karena listrik mati,” ucapnya saat dihubungi Pontianak Post, Minggu (17/1).

Total sebanyak 67 warga mendapatkan perawatan hari itu. Keluhan penyakit disebabkan oleh bencana banjir yang telah merendam wilayah tersebut sejak Rabu (13/1) malam.

Baca Juga :  QNET dan Manhester City Luncurkan Koleksi Jam Tangan Swiss Terbaru

Sejumlah keluhan, yakni nyeri sendi 38 orang, ISPA 16 orang, Diare 4 orang, Alergi atau gatal-gatal 5 orang, gastritis 3 orang, dan ibu melahirkan satu orang.

“Yang kita layani adalah para warga yang terdampak banjir yang ada keluhan kesehatan, seperti ada yang sakit-sakit badannya habis angkat-angkat barang, diare dan ada yang gatal-gatal juga karena air banjir. Serta ada beberapa warga dengan keluhan ISPA karena terkena cuaca dingin dan terendam air,” jelas Yaumil.

Ia mengatakan, tidak ada warga yang mengalami penyakit berat sehingga harus melakukan evakuasi. Pihaknya menangani pasien-pasien yang menderita penyakit ringan efek banjir.

“Kita juga mghimbau tetap semangat dan jaga kesehatannya serta tetap perhatikan kebersihan makan minum selama banjir melanda,” imbuhnya.

Baca Juga :  Desa Mengkunyit Tertibkan Hewan Ternak Warga

Selain itu, pihaknya juga membagikan masker kepada warga terdampak banjir.

“Alhamdulillah sakit ringan semua dan semua bisa kita tangani di Kuala behe. (Pemeriksaan kesehatan) masih dilakukan besok (Senin, red) ke dusun yang masih terdampak banjir juga,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Kuala Behe, Ipda Rinto melaporkan kondisi air di wilayahnya sudah mulai surut. Namun, beberapa titik seperti Terminal Kuala Behe masih terendam.

Pihaknya bersama forkopincam masih terus patroli warga terdampak. Selain untuk mengecek kondisi di lapangan, juga untuk membagikan obat bersama puskesmas.

“Sejumlah warga juga sudah evakuasi ke tempat yang tidak terkena banjir,” ucapnya. (mif)

NGABANG – Banjir yang terjadi di Kecamatan Kuala Behe Kabupaten Landak telah mulai surut. Untuk mengantisipasi warga terkena penyakit, korban banjir mendapat layanan pengobatan gratis dari pegawai Puskesmas.

Dengan menggunakan perahu, petugas kesehatan berkeliling Desa Kuala Behe dan memeriksa kesehatan warga setempat. Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan langsung di depan rumah warga.

Kepala Puskesmas Kuala Behe Yaumil Indah Sri Purnama mengatakan, pihaknya juga sempat menangani salah seorang warga yang melahirkan pada Sabtu (16/1) malam.

“Ibu ini warga Dusun Kurnia Desa Semedang. Kami berikan penanganan meskipun harus gelap karena listrik mati,” ucapnya saat dihubungi Pontianak Post, Minggu (17/1).

Total sebanyak 67 warga mendapatkan perawatan hari itu. Keluhan penyakit disebabkan oleh bencana banjir yang telah merendam wilayah tersebut sejak Rabu (13/1) malam.

Baca Juga :  Pemkab Bersama Kodim 1201/Mph Rakornis

Sejumlah keluhan, yakni nyeri sendi 38 orang, ISPA 16 orang, Diare 4 orang, Alergi atau gatal-gatal 5 orang, gastritis 3 orang, dan ibu melahirkan satu orang.

“Yang kita layani adalah para warga yang terdampak banjir yang ada keluhan kesehatan, seperti ada yang sakit-sakit badannya habis angkat-angkat barang, diare dan ada yang gatal-gatal juga karena air banjir. Serta ada beberapa warga dengan keluhan ISPA karena terkena cuaca dingin dan terendam air,” jelas Yaumil.

Ia mengatakan, tidak ada warga yang mengalami penyakit berat sehingga harus melakukan evakuasi. Pihaknya menangani pasien-pasien yang menderita penyakit ringan efek banjir.

“Kita juga mghimbau tetap semangat dan jaga kesehatannya serta tetap perhatikan kebersihan makan minum selama banjir melanda,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ayah Cabuli Anak Tiri Hingga Hamil di Landak

Selain itu, pihaknya juga membagikan masker kepada warga terdampak banjir.

“Alhamdulillah sakit ringan semua dan semua bisa kita tangani di Kuala behe. (Pemeriksaan kesehatan) masih dilakukan besok (Senin, red) ke dusun yang masih terdampak banjir juga,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Kuala Behe, Ipda Rinto melaporkan kondisi air di wilayahnya sudah mulai surut. Namun, beberapa titik seperti Terminal Kuala Behe masih terendam.

Pihaknya bersama forkopincam masih terus patroli warga terdampak. Selain untuk mengecek kondisi di lapangan, juga untuk membagikan obat bersama puskesmas.

“Sejumlah warga juga sudah evakuasi ke tempat yang tidak terkena banjir,” ucapnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/