alexametrics
26.7 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Bupati Landak Lantik 40 PPPK

Karolin: Pegawai Jadi Teladan di Masyarakat

NGABANG – Sebanyak 40 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I mengambil sumpah di Aula Kantor Bupati Landak, Selasa (16/2). Bupati Landak Karolin Margret Natasa berharap semua PPPK dapat mengutamakan kedisiplinan dan selalu taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tetap mengedepankan pengabdian, dedikasi, loyalitas dan tanggung jawab sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
Ia berpesan dalam melaksanakan tugas di manapun posisinya harus mampu menjadi teladan. Bahkan sosok aparatur harus menjadi figur yang patut dan pantas menjadi teladan masyarakat dalam perilaku kedinasan dan pergaulan sehari-hari.
“Bagi Saudara-saudara yang bertugas di daerah terpencil, anda harus mampu berinteraksi dengan masyarakat disekitar serta dapat memberikan pengaruh-pengaruh yang baik atau berpengaruh positif bagi masyarakat dimanapun saudara ditugaskan,” pinta Karolin.
Bupati juga meminta para pegawai untuk melaksanakan kewajiban dengan penuh tanggung jawab, berintegrasi, serta menjunjung tinggi nilai kehormatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Jika pegawai menunjukan kinerja yang baik maka saudara akan mendapatkan perhatian dan penghargaan yang setimpal sesuai prestasi yang saudara miliki, tetapi sebaliknya saudara akan mendapat hukuman disiplin jika melakukan tindakan indipliner, tidak menjunjung kinerja yang baik atau melanggar peraturan. Bahkan akan sampai pada tidak diperpanjangnya perjanjian kerja setelah selesainya masa perjanjian kerja tahap pertama ini,” jelas Karolin.
Lebih lanjut Bupati berharap kepada para pegawai untuk terus belajar, supaya kemampuan dan kompetensi pegawai terus berkembang dengan perkembangan zaman yang terus maju. “Saudara-saudara juga harus terus belajar supaya memiliki kemampuan dan kompetensi, karena sebagai ASN kita dituntut untuk dapat menggunakan teknologi sebagai penunjang pekerjaan dalam peningkatan profesionalisme, kinerja, dan kompetensi,” imbuhnya.
Seperti diketahui bahwa pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja tahap I ini sebanyak 40 orang yang terdiri dari 17 tenaga guru. Sedangkan 23 orang lainnya merupakan tenaga penyuluh pertanian yang proses penerimaannya dilakukan pada tahun 2019, dengan mengikuti proses seleksi kompetensi menggunakan system computer asisted test (CAT) Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Bupati menyampaikan bahwa penerimaan PPPK dilakukan melalui proses seleksi yang sangat ketat, dengan mengikuti peraturan yang berlaku. “Sebagaimana kita ketahui bahwa penerimaan PPPK dilakukan melalui proses seleksi yang sangat ketat dan tentunya merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi seseorang yang telah berhasil lolos dalam seleksi tersebut,” ujar Bupati.
Ia meminta para pegawai untuk melaksanakan kewajiban dengan penuh tanggung jawab, berintegrasi, serta menjunjung tinggi nilai kehormatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). “Jika pegawai menunjukan kinerja yang baik maka saudara akan mendapatkan perhatian dan penghargaan yang setimpal sesuai prestasi yang saudara miliki, tetapi sebaliknya saudara akan mendapat hukuman disiplin jika melakukan tindakan indipliner, tidak menjunjung kinerja yang baik atau melanggar peraturan. Bahkan akan sampai pada tidak diperpanjangnya perjanjian kerja setelah selesainya masa perjanjian kerja tahap pertama ini,” jelas Karolin. (mif)

Baca Juga :  Jembatan Ambruk di Desa Garu, Lalu Lintas Pontianak–Bengkayang Terhambat

Karolin: Pegawai Jadi Teladan di Masyarakat

NGABANG – Sebanyak 40 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I mengambil sumpah di Aula Kantor Bupati Landak, Selasa (16/2). Bupati Landak Karolin Margret Natasa berharap semua PPPK dapat mengutamakan kedisiplinan dan selalu taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tetap mengedepankan pengabdian, dedikasi, loyalitas dan tanggung jawab sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
Ia berpesan dalam melaksanakan tugas di manapun posisinya harus mampu menjadi teladan. Bahkan sosok aparatur harus menjadi figur yang patut dan pantas menjadi teladan masyarakat dalam perilaku kedinasan dan pergaulan sehari-hari.
“Bagi Saudara-saudara yang bertugas di daerah terpencil, anda harus mampu berinteraksi dengan masyarakat disekitar serta dapat memberikan pengaruh-pengaruh yang baik atau berpengaruh positif bagi masyarakat dimanapun saudara ditugaskan,” pinta Karolin.
Bupati juga meminta para pegawai untuk melaksanakan kewajiban dengan penuh tanggung jawab, berintegrasi, serta menjunjung tinggi nilai kehormatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Jika pegawai menunjukan kinerja yang baik maka saudara akan mendapatkan perhatian dan penghargaan yang setimpal sesuai prestasi yang saudara miliki, tetapi sebaliknya saudara akan mendapat hukuman disiplin jika melakukan tindakan indipliner, tidak menjunjung kinerja yang baik atau melanggar peraturan. Bahkan akan sampai pada tidak diperpanjangnya perjanjian kerja setelah selesainya masa perjanjian kerja tahap pertama ini,” jelas Karolin.
Lebih lanjut Bupati berharap kepada para pegawai untuk terus belajar, supaya kemampuan dan kompetensi pegawai terus berkembang dengan perkembangan zaman yang terus maju. “Saudara-saudara juga harus terus belajar supaya memiliki kemampuan dan kompetensi, karena sebagai ASN kita dituntut untuk dapat menggunakan teknologi sebagai penunjang pekerjaan dalam peningkatan profesionalisme, kinerja, dan kompetensi,” imbuhnya.
Seperti diketahui bahwa pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja tahap I ini sebanyak 40 orang yang terdiri dari 17 tenaga guru. Sedangkan 23 orang lainnya merupakan tenaga penyuluh pertanian yang proses penerimaannya dilakukan pada tahun 2019, dengan mengikuti proses seleksi kompetensi menggunakan system computer asisted test (CAT) Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Bupati menyampaikan bahwa penerimaan PPPK dilakukan melalui proses seleksi yang sangat ketat, dengan mengikuti peraturan yang berlaku. “Sebagaimana kita ketahui bahwa penerimaan PPPK dilakukan melalui proses seleksi yang sangat ketat dan tentunya merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi seseorang yang telah berhasil lolos dalam seleksi tersebut,” ujar Bupati.
Ia meminta para pegawai untuk melaksanakan kewajiban dengan penuh tanggung jawab, berintegrasi, serta menjunjung tinggi nilai kehormatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). “Jika pegawai menunjukan kinerja yang baik maka saudara akan mendapatkan perhatian dan penghargaan yang setimpal sesuai prestasi yang saudara miliki, tetapi sebaliknya saudara akan mendapat hukuman disiplin jika melakukan tindakan indipliner, tidak menjunjung kinerja yang baik atau melanggar peraturan. Bahkan akan sampai pada tidak diperpanjangnya perjanjian kerja setelah selesainya masa perjanjian kerja tahap pertama ini,” jelas Karolin. (mif)

Baca Juga :  Pria Paruh Baya di Sompak Coba Bunuh Diri

Most Read

Artikel Terbaru

/