alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Surati Gubernur

BUPATI Landak Karolin Margret Natasa menyurati Gubernur Kalimantan Barat terkait kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Landak melalui Surat Bupati Landak pada 15 Juni 2021. Kepada Gubernur, Bupati menyampaikan perihal data kekosongan pupuk bersubsidi di tingkat lini IV (kios pengecer).

“Stok pupuk bersubsidi di kios pengecer resmi sudah habis sejak bulan Mei, kami menyurati Gubernur, agar ada solusi dari Provinsi terkait kekosongan pupuk bersubsidi di Kabupaten Landak, karena saat ini para petani sudah memasuki masa tanam dan pupuk sangat diperlukan bagi mereka,” ucap Karolin di Ngabang, Selasa (16/6).

Bupati menjelaskan, keperluan kuota pupuk bersubsidi Kabupaten Landak sesuai usulan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK) pada sitem e-RDKK, sesuai jenisnya adalah pupuk urea sebanyak 18.870,95 ton, SP-36 sebanyak 978,99 ton, ZA sebanyak 549,45 ton, NPK sebanyak 35.688,03 ton, dan pupuk organik sebanyak 21.147,04 ton.

Baca Juga :  Midji Soroti Antrean Migor Abai Prokes, Pastikan Stok Aman Sebelum Ramadan

“Kebutuhan pupuk bersubsidi kami sudah mengusulkan melalui e-RDKK, namun kuota pupuk yang didapat Kabupaten Landak sesuai SK Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar No. 21 Th 2021 tentang Alokasi Pupuk Beersubsidi untuk Sektor Pertanian TA 2021 menurut jenis pupuk dan sebaran kabupaten/kota Provinsi Kalbar sesuai jenisnya yakni pupuk Urea sebanyak 25.259,22 ton, SP-36 sebanyak 1.307,58 ton, ZA sebanyak 667,72 ton, NPK sebanyak 11.787,76 ton, pupuk organik Granul sebanyak 1.469,76 ton, dan pupuk organik cair sebanyak 3.674,41 liter,” terang Karolin.

Bupati berharap agar kekosongan pupuk bersubsidi di Kabupaten Landak dapat segera ditangani secara bersama-sama, dalam pemenuhan kebutuhan para petani. “Kami berharap Pemerintah Provinsi melalui Gubernur dapat bersama-sama memberikan solusi kepada para petani kita di Kabupaten Landak, terkait kekosongan pupuk di tingkat pengecer ini, agar mereka dapat melaksanakan masa tanam sesuai jadwal dan tepat waktu,” tutup Karolin. (mif)

BUPATI Landak Karolin Margret Natasa menyurati Gubernur Kalimantan Barat terkait kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Landak melalui Surat Bupati Landak pada 15 Juni 2021. Kepada Gubernur, Bupati menyampaikan perihal data kekosongan pupuk bersubsidi di tingkat lini IV (kios pengecer).

“Stok pupuk bersubsidi di kios pengecer resmi sudah habis sejak bulan Mei, kami menyurati Gubernur, agar ada solusi dari Provinsi terkait kekosongan pupuk bersubsidi di Kabupaten Landak, karena saat ini para petani sudah memasuki masa tanam dan pupuk sangat diperlukan bagi mereka,” ucap Karolin di Ngabang, Selasa (16/6).

Bupati menjelaskan, keperluan kuota pupuk bersubsidi Kabupaten Landak sesuai usulan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK) pada sitem e-RDKK, sesuai jenisnya adalah pupuk urea sebanyak 18.870,95 ton, SP-36 sebanyak 978,99 ton, ZA sebanyak 549,45 ton, NPK sebanyak 35.688,03 ton, dan pupuk organik sebanyak 21.147,04 ton.

Baca Juga :  HUT ke-20 Pemkab Landak, Bupati Tutup Kegiatan di Malam Puncak

“Kebutuhan pupuk bersubsidi kami sudah mengusulkan melalui e-RDKK, namun kuota pupuk yang didapat Kabupaten Landak sesuai SK Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar No. 21 Th 2021 tentang Alokasi Pupuk Beersubsidi untuk Sektor Pertanian TA 2021 menurut jenis pupuk dan sebaran kabupaten/kota Provinsi Kalbar sesuai jenisnya yakni pupuk Urea sebanyak 25.259,22 ton, SP-36 sebanyak 1.307,58 ton, ZA sebanyak 667,72 ton, NPK sebanyak 11.787,76 ton, pupuk organik Granul sebanyak 1.469,76 ton, dan pupuk organik cair sebanyak 3.674,41 liter,” terang Karolin.

Bupati berharap agar kekosongan pupuk bersubsidi di Kabupaten Landak dapat segera ditangani secara bersama-sama, dalam pemenuhan kebutuhan para petani. “Kami berharap Pemerintah Provinsi melalui Gubernur dapat bersama-sama memberikan solusi kepada para petani kita di Kabupaten Landak, terkait kekosongan pupuk di tingkat pengecer ini, agar mereka dapat melaksanakan masa tanam sesuai jadwal dan tepat waktu,” tutup Karolin. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/