alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Resepsi Pernikahan di Landak Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Nasi Kotak Pun Dibawa Pulang

Virus Covid-19 berdampak pada semua sisi kehidupan, termasuk resepsi pernikahan. Dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini, perhelatan resepsi di Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak sempat mendapat sorotan karena mengubah sajian makanan dari cara prasmanan menjadi nasi kotak, Sabtu (14/11).

MIFTAHUL KHAIR, Kuala Behe

Satu-persatu tamu mengantre di pintu depan tempat acara. Mereka terlebih dahulu mencuci tangan. Lalu petugas mendekatkan thermo gun ke kepala tamu. Ketika suhu tubuh dirasa aman, tamu dapat memasuki tempat resepsi pernikahan.

Epipanius dan Sumanti tak menyangka resepsi pernikahannya akan berbeda dari biasanya. Tak ramai, tak ada hiburan, dan tak ada meja prasmanan makanan. Penyajian makanan menggunakan kotak yang telah disusun rapi. Para tamu nantinya akan membawa pulang nasi kotak yang telah disediakan tersebut.

Keduanya menggelar pesta pernikahan pada sabtu (14/11) lalu di Dusun Leban, Desa Nyanyum, Kecamatan Kuala Behe. Acara resepsi pun digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat. Para tamu yang hadir juga tak ramai. Tidak melebihi 100 orang.

Hal itu, kata Epipanus, menyesuaikan Surat Edaran tentang pedoman tatanan normal baru masyarakat produktif dan aman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bagi pemilik tempat, penyelenggara dan tamu resepsi pernikahan pada masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Landak.

“Karena masih di masa pandemi Covid-19 jadi dilaksanakan sesuai protokol kesehatan,” ujar Epipanus saat dihubungi Pontianak Post, Senin (16/11).

Epipanus menceritakan, awalnya ada penolakan atau rasa keberatan dari pihak keluarganya. Namun, setelah melalui beberapa kali rapat keluarga, diputuskanlah bahwa acara digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Karena menurut Epipanus, ia mendapat rekomendasi dari pihak desa dan camat, bahwa akan percuma mengundang sedikit tamu tetapi acara berlangsung lama. Apalagi tamu harus mengantre mengambil makanan.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Meningkat, Bupati Berlakukan Pembatasan Sosial Khusus di Menjalin

“Percuma kalau yang datang sedikit, tapi tetap lama. Jadi kita gunakan kotak. Kami terapkan protokol kesehatan. Karena khawatir juga Covid-19 ini akan berdampak ke kampung kami, ke tetangga dan tamu-tamu lain,” ucapnya.

Pihak keluarga, menurut Epipanus, sempat menggelar dua kali rapat bersama untuk menerapkan protokol kesehatan ini.

“Puji Tuhan (acara) lancar. (Tamu) yang datang tidak banyak. Mereka juga rata-rata pakai masker. Yang tidak pakai masker, kami sediakan masker beberapa kotak,” ceritanya.

Begitu juga dengan pelaksanaan pemberkatan di gereja, cerita Epipanus, acara hanya dihadiri keluarga dekat dan pihak gereja. Itu pun harus menjaga jarak dan menggunakan masker.

“Waktu pemberkatan memang jarang. Kursinya tidak penuh. Biar lebih khidmat dan intim. Memang awalnya agak merasa canggung, ribet juga. Tapi kita tetap ikuti aturan SE dari bupati,” katanya.

Camat Kuala Behe, Ricky, saat dikonfirmasi Pontianak Post mengatakan, pihaknya mengapresiasi warga yang melaksanakan resepsi dengan menerapkan protokol kesehatan. Hal itu, demi mendukung Surat Edaran Bupati Landak dan mencegah menyebarnya virus Covid-19 dari kluster resepsi pernikahan.

Ia menjelaskan, pihaknya juga melakukan monitoring bersama Gugus Tugas Covid-19 Kecamtan Kuala Behe pada acara pernikahan agar kegiatan resepsi tersebut sesuai dengan Surat Edaran dari Bupati Landak dan mengikuti Protokol Kesehatan.

“Untuk kemarin saja ada lima acara pernikahan yang ada di Kecamatan Kuala Behe baik terjadi pada hari sabtu maupun hari minggu,” ucapnya saat dikonfirmasi saat dihubungi lewat sambungan telepon, Senin (16/11).

Pihaknya pun memantau warga yang menggelar acara pada satu hari sebelum dan saat hari acara. Mereka diberikan pemahaman agar dapat mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

“Sebelumnya mereka yang melangsungkan pernikahan harus mendapatkan Surat Keterangan Rekomendasi Nikah dari Kecamatan dengan mematuhi seluruh aturan yang ada sesuai dengan Surat Edaran Bupati Landak. Selain itu, mereka memberikan nasi kotak kepada para tamu undangan untuk dapat dibawa pulang,” ungkap Ricky.

Baca Juga :  Karolin: Kantor Pelayanan Pemerintah Tetap Buka Saat Balala'

Ricky menjelaskan, warga harus mengantongi beberapa surat rekomendasi, yakni surat rekomendasi Kepala Desa, Surat rekomendasi Kapolsek untuk keamanan, Surat Rekomendasi Puskesmas tentang protokol kesehatan dan izin dari Kecamatan.

Setelah semua syarat dapat dipenuhi, barulah warga dipersilahkan menggelar acara dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Apabila dalam pemantauan pihaknya terdapat acara yang tidak mematuhi protokol kesehatan, kata Ricky, pihaknya tak segan-segan membubarkan acara tersebut.

“Tentunya akan ada sanksi, berupa teguran sampai pembubaran. Oleh karena itu kami harapkan seluruh warga Kecamatan Kuala Behe untuk mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan Surat Edaran Bupati Landak,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah mengikuti Surat Edaran Bupati Landak terkait bagi pemilik tempat, penyelenggara dan tamu resepsi pernikahan pada masa pandemi Covid-19 serta tetap melaksanakan Protokol Kesehatan.

“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada masyarkat yang ikut mendukung pencegahan dan penularan Covid-19 dengan mengikuti protokol kesehatan dan Surat Edaran Bupati sehingga mereka yang melangsungkan pernikahan dapat berjalan sesuai rencana,” ucap Karolin di Ngabang, Senin (16/11).

Ide untuk menggunakan nasi kotak menurutnya cukup bagus. Hal itu dapat menjadi contoh bagi warga lain yang hendak menggelar acara resepsi penikahan.

“Terkait dangan tersedianya nasi kotak tersebut, ini merupakan inisiatif yang bagus, Saya harap masyarakat yang lain dapat mencontoh hal tersebut ketika melakukan kegiatan-kegiatan guna terhindar dari kegiatan mengumpulkan orang banyak,” ungkap Karolin. (*)

Virus Covid-19 berdampak pada semua sisi kehidupan, termasuk resepsi pernikahan. Dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini, perhelatan resepsi di Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak sempat mendapat sorotan karena mengubah sajian makanan dari cara prasmanan menjadi nasi kotak, Sabtu (14/11).

MIFTAHUL KHAIR, Kuala Behe

Satu-persatu tamu mengantre di pintu depan tempat acara. Mereka terlebih dahulu mencuci tangan. Lalu petugas mendekatkan thermo gun ke kepala tamu. Ketika suhu tubuh dirasa aman, tamu dapat memasuki tempat resepsi pernikahan.

Epipanius dan Sumanti tak menyangka resepsi pernikahannya akan berbeda dari biasanya. Tak ramai, tak ada hiburan, dan tak ada meja prasmanan makanan. Penyajian makanan menggunakan kotak yang telah disusun rapi. Para tamu nantinya akan membawa pulang nasi kotak yang telah disediakan tersebut.

Keduanya menggelar pesta pernikahan pada sabtu (14/11) lalu di Dusun Leban, Desa Nyanyum, Kecamatan Kuala Behe. Acara resepsi pun digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat. Para tamu yang hadir juga tak ramai. Tidak melebihi 100 orang.

Hal itu, kata Epipanus, menyesuaikan Surat Edaran tentang pedoman tatanan normal baru masyarakat produktif dan aman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bagi pemilik tempat, penyelenggara dan tamu resepsi pernikahan pada masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Landak.

“Karena masih di masa pandemi Covid-19 jadi dilaksanakan sesuai protokol kesehatan,” ujar Epipanus saat dihubungi Pontianak Post, Senin (16/11).

Epipanus menceritakan, awalnya ada penolakan atau rasa keberatan dari pihak keluarganya. Namun, setelah melalui beberapa kali rapat keluarga, diputuskanlah bahwa acara digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Karena menurut Epipanus, ia mendapat rekomendasi dari pihak desa dan camat, bahwa akan percuma mengundang sedikit tamu tetapi acara berlangsung lama. Apalagi tamu harus mengantre mengambil makanan.

Baca Juga :  9.000 Warga Landak Terima Sertifikat Tanah

“Percuma kalau yang datang sedikit, tapi tetap lama. Jadi kita gunakan kotak. Kami terapkan protokol kesehatan. Karena khawatir juga Covid-19 ini akan berdampak ke kampung kami, ke tetangga dan tamu-tamu lain,” ucapnya.

Pihak keluarga, menurut Epipanus, sempat menggelar dua kali rapat bersama untuk menerapkan protokol kesehatan ini.

“Puji Tuhan (acara) lancar. (Tamu) yang datang tidak banyak. Mereka juga rata-rata pakai masker. Yang tidak pakai masker, kami sediakan masker beberapa kotak,” ceritanya.

Begitu juga dengan pelaksanaan pemberkatan di gereja, cerita Epipanus, acara hanya dihadiri keluarga dekat dan pihak gereja. Itu pun harus menjaga jarak dan menggunakan masker.

“Waktu pemberkatan memang jarang. Kursinya tidak penuh. Biar lebih khidmat dan intim. Memang awalnya agak merasa canggung, ribet juga. Tapi kita tetap ikuti aturan SE dari bupati,” katanya.

Camat Kuala Behe, Ricky, saat dikonfirmasi Pontianak Post mengatakan, pihaknya mengapresiasi warga yang melaksanakan resepsi dengan menerapkan protokol kesehatan. Hal itu, demi mendukung Surat Edaran Bupati Landak dan mencegah menyebarnya virus Covid-19 dari kluster resepsi pernikahan.

Ia menjelaskan, pihaknya juga melakukan monitoring bersama Gugus Tugas Covid-19 Kecamtan Kuala Behe pada acara pernikahan agar kegiatan resepsi tersebut sesuai dengan Surat Edaran dari Bupati Landak dan mengikuti Protokol Kesehatan.

“Untuk kemarin saja ada lima acara pernikahan yang ada di Kecamatan Kuala Behe baik terjadi pada hari sabtu maupun hari minggu,” ucapnya saat dikonfirmasi saat dihubungi lewat sambungan telepon, Senin (16/11).

Pihaknya pun memantau warga yang menggelar acara pada satu hari sebelum dan saat hari acara. Mereka diberikan pemahaman agar dapat mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

“Sebelumnya mereka yang melangsungkan pernikahan harus mendapatkan Surat Keterangan Rekomendasi Nikah dari Kecamatan dengan mematuhi seluruh aturan yang ada sesuai dengan Surat Edaran Bupati Landak. Selain itu, mereka memberikan nasi kotak kepada para tamu undangan untuk dapat dibawa pulang,” ungkap Ricky.

Baca Juga :  Pererat Persatuan dan Inginkan Kualitas SDM Meningkat

Ricky menjelaskan, warga harus mengantongi beberapa surat rekomendasi, yakni surat rekomendasi Kepala Desa, Surat rekomendasi Kapolsek untuk keamanan, Surat Rekomendasi Puskesmas tentang protokol kesehatan dan izin dari Kecamatan.

Setelah semua syarat dapat dipenuhi, barulah warga dipersilahkan menggelar acara dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Apabila dalam pemantauan pihaknya terdapat acara yang tidak mematuhi protokol kesehatan, kata Ricky, pihaknya tak segan-segan membubarkan acara tersebut.

“Tentunya akan ada sanksi, berupa teguran sampai pembubaran. Oleh karena itu kami harapkan seluruh warga Kecamatan Kuala Behe untuk mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan Surat Edaran Bupati Landak,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah mengikuti Surat Edaran Bupati Landak terkait bagi pemilik tempat, penyelenggara dan tamu resepsi pernikahan pada masa pandemi Covid-19 serta tetap melaksanakan Protokol Kesehatan.

“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada masyarkat yang ikut mendukung pencegahan dan penularan Covid-19 dengan mengikuti protokol kesehatan dan Surat Edaran Bupati sehingga mereka yang melangsungkan pernikahan dapat berjalan sesuai rencana,” ucap Karolin di Ngabang, Senin (16/11).

Ide untuk menggunakan nasi kotak menurutnya cukup bagus. Hal itu dapat menjadi contoh bagi warga lain yang hendak menggelar acara resepsi penikahan.

“Terkait dangan tersedianya nasi kotak tersebut, ini merupakan inisiatif yang bagus, Saya harap masyarakat yang lain dapat mencontoh hal tersebut ketika melakukan kegiatan-kegiatan guna terhindar dari kegiatan mengumpulkan orang banyak,” ungkap Karolin. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/