alexametrics
28 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Banjir Landak Berangsur Surut, Sejumlah Fasilitas Umum Rusak

NGABANG – Banjir besar yang telah melanda tujuh Kecamatan di Kabupaten Landak dan merendam ribuan rumah warga, fasilitas umum, pekantoran serta persekolahan kini mulai berangsur surut Senin (18/1).

Pasca banjir Masyarakat disibukan dengan aktifitas membersihkan lumpur dan sampah dirumah masing-masing akibat banjir yang merendam rumah penduduk sampai lantai atas dan ada yang sampai atap rumah.

Banjir yang terjadi mengakibatkan banyak kerugian bagi masyarakat yaitu menghambat kegiatan masyarakat, merendam ratusan rumah dan lahan pertanian, perkebunan serta ternak dan lainnya.

Kerusakan paling parah akibat banjir yaitu jembatan gantung Dusun Sejaya Kuala Behe rusak berat dan nyaris putus sehingga tidak dapat dilalui lagi.

Dampak bencana juga dirasakan Polsek Ngabang beserta asramanya, akibat hal tersebut membuat pelayanan umum untuk sementara ditiadakan, selain itu banjir juga memaksa seluruh penghuni asrama harus mengungsi akibat ketinggian air tak mungkin mereka harus bertahan.

Baca Juga :  TNI-Polri Sosialiasikan Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Kapolsek Ngabang Kompol Pesta Tampubolon mengatakan, pihaknya mulai membersihkan bangunan kantor dan lingkungannya yang dipenuhi lumpur mengunakan peralatan damkar mini yang kebetulan sudah dimiliki oleh Polsek Ngabang yang biasanya digunakan untuk penanganan bencana Karhutla.

Ditemui saat aktifitasnya, Kapolsek Ngabang mengatakan dan berharap agar tidak terjadi banjir susulan karena dampak yang dirasakan sangatlah menyusahkan dan merugikan banyak pihak.

“Kita percepat pembersihan ini supaya pelayanan umum yang tertunda dapat segera berfungsi kembali, sehingga masyarakat yang berkepentingan bisa segera terlayani” ungkap Tampubolon.

Tampubolon juga mengungkapkan bahwa terkait bencana banjir, sebagian personilnya juga ditempatkan dibeberapa titik untuk memonitor situasi di wilayah terdampak bajir.

“Tugas mereka tidak hanya memonitor dan melaporkan perkembangan situasi, mereka juga harus selalu berkoordinasi dengan pihak terkait seperti perangkat Desa maupun BPBD Landak” tambahnya.

Baca Juga :  Humas RSUD dr Soedarso: Pengobatan Pasien Covid-19 Gratis

Kapolsek Kuala Behe IPDA Rinto beserta anggota meninjau langsung beberapa tempat yang sebelumnya terendam banjir untuk memastikan bahwa tidak ada lagi air yang merendam rumah penduduk.

“Kami juga memantau kerusakan fasilitas umum yang terjadi akibat banjir ini,” katanya.

ia mengatakan, saat ini warga telah kembali ke rumah masing-masing dari tempat pengungsian. Warga pun telah melakukan aktiitas sehari-harinya.

“Warga tidak ada lagi yang mengungsi dan sudah kembali ke rumah masing-masing untuk dapat melakukan aktivitas seperti biasa,” ucapnya. (mif)

NGABANG – Banjir besar yang telah melanda tujuh Kecamatan di Kabupaten Landak dan merendam ribuan rumah warga, fasilitas umum, pekantoran serta persekolahan kini mulai berangsur surut Senin (18/1).

Pasca banjir Masyarakat disibukan dengan aktifitas membersihkan lumpur dan sampah dirumah masing-masing akibat banjir yang merendam rumah penduduk sampai lantai atas dan ada yang sampai atap rumah.

Banjir yang terjadi mengakibatkan banyak kerugian bagi masyarakat yaitu menghambat kegiatan masyarakat, merendam ratusan rumah dan lahan pertanian, perkebunan serta ternak dan lainnya.

Kerusakan paling parah akibat banjir yaitu jembatan gantung Dusun Sejaya Kuala Behe rusak berat dan nyaris putus sehingga tidak dapat dilalui lagi.

Dampak bencana juga dirasakan Polsek Ngabang beserta asramanya, akibat hal tersebut membuat pelayanan umum untuk sementara ditiadakan, selain itu banjir juga memaksa seluruh penghuni asrama harus mengungsi akibat ketinggian air tak mungkin mereka harus bertahan.

Baca Juga :  Banjir Kembali Terjang Jelimpo Landak

Kapolsek Ngabang Kompol Pesta Tampubolon mengatakan, pihaknya mulai membersihkan bangunan kantor dan lingkungannya yang dipenuhi lumpur mengunakan peralatan damkar mini yang kebetulan sudah dimiliki oleh Polsek Ngabang yang biasanya digunakan untuk penanganan bencana Karhutla.

Ditemui saat aktifitasnya, Kapolsek Ngabang mengatakan dan berharap agar tidak terjadi banjir susulan karena dampak yang dirasakan sangatlah menyusahkan dan merugikan banyak pihak.

“Kita percepat pembersihan ini supaya pelayanan umum yang tertunda dapat segera berfungsi kembali, sehingga masyarakat yang berkepentingan bisa segera terlayani” ungkap Tampubolon.

Tampubolon juga mengungkapkan bahwa terkait bencana banjir, sebagian personilnya juga ditempatkan dibeberapa titik untuk memonitor situasi di wilayah terdampak bajir.

“Tugas mereka tidak hanya memonitor dan melaporkan perkembangan situasi, mereka juga harus selalu berkoordinasi dengan pihak terkait seperti perangkat Desa maupun BPBD Landak” tambahnya.

Baca Juga :  ODP di Landak Meningkat Drastis

Kapolsek Kuala Behe IPDA Rinto beserta anggota meninjau langsung beberapa tempat yang sebelumnya terendam banjir untuk memastikan bahwa tidak ada lagi air yang merendam rumah penduduk.

“Kami juga memantau kerusakan fasilitas umum yang terjadi akibat banjir ini,” katanya.

ia mengatakan, saat ini warga telah kembali ke rumah masing-masing dari tempat pengungsian. Warga pun telah melakukan aktiitas sehari-harinya.

“Warga tidak ada lagi yang mengungsi dan sudah kembali ke rumah masing-masing untuk dapat melakukan aktivitas seperti biasa,” ucapnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/