alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Pupuk Bersubsidi di Landak Langka

NGABANG – Pupuk bersubsidi mengalami kelangkaan di Kabupaten Landak. Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan pupuk bersubsidi di tingkat kios dan petani kosong sejak Mei. Sedangkan PT Pupuk Indonesia melalui staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Petrokimia Gresik di Kalimantan Barat mengklain bahwa kebutuhan pupuk di daerah tersebut cukup.

PT Pupuk Indonesia melalui Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Petrokimia Gresik di Kalimantan Barat, Shio Suranaga menjelaskan bahwa untuk kebutuhan kabupaten Landak dipasok dari gudang Pontianak dengan jumlah stok yang cukup saat ini yaitu Urea 1.677 ton, NPK 5.493 ton, SP36 1.157, ZA 651, pupuk Oganik 2.199 ton.

Lebih lanjut dijelaskan, penjualan selama bulan Juni sebesar Urea 120 ton, NPK 512 ton, ZA 24 ton, SP36 24 ton, Organik 24 ton.  “Terkait kekosongan stok di tingkat pengecer, para pengecer tidak berani melakukan penebusan dan menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani yang tidak terdaftar di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pada sistem e-RDKK. Ada perbedaan jumlah alokasi dan e-RDKK,” kata Shio dalam siaran persnya, Rabu (16/6).

Baca Juga :  Sambut Wacana Pemekaran Kecamatan Mandor, DPRD Landak Jaring Aspirasi

Kecamatan Air Besar, Banyuke Hulu, Sengah Temila, Kuala Behe, Meranti, Sompak, Sebangki, Mandor, Mempawah Hulu, dan Menjalin belum menyalurkan jenis ZA dan SP36 dikarenakan tidak ada e-RDKK dan alokasi. Ia juga menghimbau distributor dan kios untuk menyiapkan stok pupuk non subsidi dari Pupuk Indonesia Grup untuk menutupi kebutuhan para petani yang belum terdaftar di e-RDKK.

“Kami selalu mengimbau distributor pupuk bersubsidi agar berkoordinasi, berkomunikasi, dan berdiskusi dengan dinas terkait, supaya ada solusi mengenai e-RDKK dan pembagian alokasi karena alokasi yang ada hanya memenuhi kebutuhan sekitar 40%,” imbaunya.

Sementara itu, Bupati Landak Karolin Margret Natasa menjelaskan hal tersebut perlu diluruskan. Ia meminta agar tidak mengalihkan persoalan ke hal yang lain. “Ini yang perlu kita luruskan terkait pemberitaan dari pihak distributor, inti nya berdasarkan hasil dilapangan pupuk tidak tersedia di tingkat Kios dan Petani sejak bulan mei, sehingga jangan mengalihkan persoalan ke hal yang lain,” kata Karolin di Pontianak, Kamis (17/6).

Baca Juga :  Kajati Kalbar Siap Tindak Tegas Jika Ada Mafia Pupuk Bersubsidi

Bupati mengatakan ia sudah membicarakan permasalahan pupuk bersubsidi tersebut dengan Gubernur Kalimantan Barat. “Tadi saya juga sudah bertemu Gubernur dan membahas terkait kekosongan pupuk bersubsidi tersebut. Karena petani melakukan pemupukan sesuai jadwal pemupukan dan para petani sangat membutuhkan pupuk saat ini,” terang Karolin.

Terkait dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Bupati Karolin mengatakan bahwa hal tersebut tidak ada persoalan. “RDKK tidak ada persoalan dan tidak adanya jenis pupuk ZA, SP36 memang tidak ada muncul di Aplikasi e-RDKK, kemudian kita kooordinasikan dgn Litbag Kementrian Pertanian untuk beberapa kecamatan tidak direkomendasi untuk pupuk tersebut, tetapi untuk pupuk yang lain seperti NPK dan Urea tetap ada dan diusulkan,” ungkap Karolin.

Diberitakan sebelumnya Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyurati Gubernur Kalbar terkait kelangkaan pupuk bersubsidi di kabupaten Landak melalui Surat Bupati Landak tanggal 15 Juni 2021 kepada Gubernur Kalimantan Barat dengan perihal Penyampaian Data Kekosongan Pupuk Bersubsidi di tingkat lini IV (Kios Pengecer). (mif)

NGABANG – Pupuk bersubsidi mengalami kelangkaan di Kabupaten Landak. Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan pupuk bersubsidi di tingkat kios dan petani kosong sejak Mei. Sedangkan PT Pupuk Indonesia melalui staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Petrokimia Gresik di Kalimantan Barat mengklain bahwa kebutuhan pupuk di daerah tersebut cukup.

PT Pupuk Indonesia melalui Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Petrokimia Gresik di Kalimantan Barat, Shio Suranaga menjelaskan bahwa untuk kebutuhan kabupaten Landak dipasok dari gudang Pontianak dengan jumlah stok yang cukup saat ini yaitu Urea 1.677 ton, NPK 5.493 ton, SP36 1.157, ZA 651, pupuk Oganik 2.199 ton.

Lebih lanjut dijelaskan, penjualan selama bulan Juni sebesar Urea 120 ton, NPK 512 ton, ZA 24 ton, SP36 24 ton, Organik 24 ton.  “Terkait kekosongan stok di tingkat pengecer, para pengecer tidak berani melakukan penebusan dan menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani yang tidak terdaftar di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pada sistem e-RDKK. Ada perbedaan jumlah alokasi dan e-RDKK,” kata Shio dalam siaran persnya, Rabu (16/6).

Baca Juga :  Prajurit Muda Putra Kalbar Kembali Gugur dalam Tugas di Papua

Kecamatan Air Besar, Banyuke Hulu, Sengah Temila, Kuala Behe, Meranti, Sompak, Sebangki, Mandor, Mempawah Hulu, dan Menjalin belum menyalurkan jenis ZA dan SP36 dikarenakan tidak ada e-RDKK dan alokasi. Ia juga menghimbau distributor dan kios untuk menyiapkan stok pupuk non subsidi dari Pupuk Indonesia Grup untuk menutupi kebutuhan para petani yang belum terdaftar di e-RDKK.

“Kami selalu mengimbau distributor pupuk bersubsidi agar berkoordinasi, berkomunikasi, dan berdiskusi dengan dinas terkait, supaya ada solusi mengenai e-RDKK dan pembagian alokasi karena alokasi yang ada hanya memenuhi kebutuhan sekitar 40%,” imbaunya.

Sementara itu, Bupati Landak Karolin Margret Natasa menjelaskan hal tersebut perlu diluruskan. Ia meminta agar tidak mengalihkan persoalan ke hal yang lain. “Ini yang perlu kita luruskan terkait pemberitaan dari pihak distributor, inti nya berdasarkan hasil dilapangan pupuk tidak tersedia di tingkat Kios dan Petani sejak bulan mei, sehingga jangan mengalihkan persoalan ke hal yang lain,” kata Karolin di Pontianak, Kamis (17/6).

Baca Juga :  Sambut Wacana Pemekaran Kecamatan Mandor, DPRD Landak Jaring Aspirasi

Bupati mengatakan ia sudah membicarakan permasalahan pupuk bersubsidi tersebut dengan Gubernur Kalimantan Barat. “Tadi saya juga sudah bertemu Gubernur dan membahas terkait kekosongan pupuk bersubsidi tersebut. Karena petani melakukan pemupukan sesuai jadwal pemupukan dan para petani sangat membutuhkan pupuk saat ini,” terang Karolin.

Terkait dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Bupati Karolin mengatakan bahwa hal tersebut tidak ada persoalan. “RDKK tidak ada persoalan dan tidak adanya jenis pupuk ZA, SP36 memang tidak ada muncul di Aplikasi e-RDKK, kemudian kita kooordinasikan dgn Litbag Kementrian Pertanian untuk beberapa kecamatan tidak direkomendasi untuk pupuk tersebut, tetapi untuk pupuk yang lain seperti NPK dan Urea tetap ada dan diusulkan,” ungkap Karolin.

Diberitakan sebelumnya Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyurati Gubernur Kalbar terkait kelangkaan pupuk bersubsidi di kabupaten Landak melalui Surat Bupati Landak tanggal 15 Juni 2021 kepada Gubernur Kalimantan Barat dengan perihal Penyampaian Data Kekosongan Pupuk Bersubsidi di tingkat lini IV (Kios Pengecer). (mif)

Most Read

Jeda Hujan Berlanjut

Harimau Tora Jalani Karantina

Ironi Pangan di Negeri Lumbung Padi

Artikel Terbaru

/