alexametrics
27 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Banjir Kiriman Rendam Sengah Temila, Puluhan Warga Mengungsi

NGABANG – Setelah banjir di Kecamatan Air Besar, Kuala Behe, Menyuke dan Ngabang surut, banjir kiriman kini merendam sejumlah dusun di Kecamatan Sengah Temila sejak Senin (18/1).

Banjir terjadi akibat meluapnya sungai Landak yang melintasi wilayah tersebut. Sejumlah wilayah terdampak yakni Dusun Ipaan, Dusun Paupat Desa Sebatih. Puluhan warga mengungsi.

Kapolsek Sengah Temila Ipda Yulianus Van Chanel mengatakan, berdasarkan pantauan pihaknya, banjir diakibatkan meluapnya sungai. Dan berdampak pada sejumlah dusun di wilayah tersebut.

“Air sudah masuk ke dalam rumah. Ketinggian air mencapai 4 meter,” ucapnya, Selasa (19/1).

Saat ini ada beberapa warga masih tetap tinggal di rumah mereka yang memiliki lantai dua. Sementara di kampung Kuala Sengah ada beberapa warga yang sudah mengungsi ke tempat keluarga di luar yang tidak terdampak banjir.

Baca Juga :  PLN Perbaiki Fasilitas Kesehatan di Mekar Utama

Warga lainnya sudah diarahkan mengungsi ke titik kumpul di Pustu Kuala Sengah yang terletaknya lumayan tinggi. “Sedangkan di kuala sampas ada 9 KK yang mengungsi di SDN 54 kuala sengah,” jelas Kapolsek.

Ia mengatakan, jumlah KK yang terdampak banjir yaitu Dusun Paupat sebanyak 44 KK, kampung manparagong RT 22 Dusun Ipaan 16 KK, Kampung Kuala Sengah RT 21 Dusun ipaan 26 KK, Kampung Ipaan RT 23, Dusun Ipaan 44 KK.

“Dan Sekitar 30 KK di wilayah Dusun Menjalin Desa Pak mayam kecamatan Ngabang juga terdampak banjir,” jelas Kapolsek.

Kapolsek mengatakan, tidak menutup kemungkinan ketinggian air akan bertambah karena banjir kiriman dari Ngabang.

Baca Juga :  DAD Dukung Penertiban PETI

“Sampai saat ini belum ditemukan adanya korban jiwa akibat banjir, namun warga diingatkan supaya tetap selalu waspada,” Kapolsek.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Desa Sebatih, Salman mengatakan sebagian warga mengungsi di Balai Pos Kesehatan Puskesmas Pahauman di Kuala Sengah.

“Sebagian masih bertahan di rumahnya masing-masing dengan persiapan ada fasilitas perahu,” katanya.

Salman menceritakan, banjir kali ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah ia hidup di desa tersebut. Apabila air semakin tinggi pada Selasa (19/1), warga berencana untuk mengungsi.

“Jika air semakin tinggi, rencananya warga akan mengungsi di Bukit Asam,” kata Salman. (mif)

NGABANG – Setelah banjir di Kecamatan Air Besar, Kuala Behe, Menyuke dan Ngabang surut, banjir kiriman kini merendam sejumlah dusun di Kecamatan Sengah Temila sejak Senin (18/1).

Banjir terjadi akibat meluapnya sungai Landak yang melintasi wilayah tersebut. Sejumlah wilayah terdampak yakni Dusun Ipaan, Dusun Paupat Desa Sebatih. Puluhan warga mengungsi.

Kapolsek Sengah Temila Ipda Yulianus Van Chanel mengatakan, berdasarkan pantauan pihaknya, banjir diakibatkan meluapnya sungai. Dan berdampak pada sejumlah dusun di wilayah tersebut.

“Air sudah masuk ke dalam rumah. Ketinggian air mencapai 4 meter,” ucapnya, Selasa (19/1).

Saat ini ada beberapa warga masih tetap tinggal di rumah mereka yang memiliki lantai dua. Sementara di kampung Kuala Sengah ada beberapa warga yang sudah mengungsi ke tempat keluarga di luar yang tidak terdampak banjir.

Baca Juga :  Gelar Sosialisasi Dapodik PAUD-Dikmas

Warga lainnya sudah diarahkan mengungsi ke titik kumpul di Pustu Kuala Sengah yang terletaknya lumayan tinggi. “Sedangkan di kuala sampas ada 9 KK yang mengungsi di SDN 54 kuala sengah,” jelas Kapolsek.

Ia mengatakan, jumlah KK yang terdampak banjir yaitu Dusun Paupat sebanyak 44 KK, kampung manparagong RT 22 Dusun Ipaan 16 KK, Kampung Kuala Sengah RT 21 Dusun ipaan 26 KK, Kampung Ipaan RT 23, Dusun Ipaan 44 KK.

“Dan Sekitar 30 KK di wilayah Dusun Menjalin Desa Pak mayam kecamatan Ngabang juga terdampak banjir,” jelas Kapolsek.

Kapolsek mengatakan, tidak menutup kemungkinan ketinggian air akan bertambah karena banjir kiriman dari Ngabang.

Baca Juga :  Pemkab Ajak Umat Perdalam ImanPemkab Ajak Umat Perdalam Iman

“Sampai saat ini belum ditemukan adanya korban jiwa akibat banjir, namun warga diingatkan supaya tetap selalu waspada,” Kapolsek.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Desa Sebatih, Salman mengatakan sebagian warga mengungsi di Balai Pos Kesehatan Puskesmas Pahauman di Kuala Sengah.

“Sebagian masih bertahan di rumahnya masing-masing dengan persiapan ada fasilitas perahu,” katanya.

Salman menceritakan, banjir kali ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah ia hidup di desa tersebut. Apabila air semakin tinggi pada Selasa (19/1), warga berencana untuk mengungsi.

“Jika air semakin tinggi, rencananya warga akan mengungsi di Bukit Asam,” kata Salman. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/