alexametrics
27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Landak

NGABANG – Curah hujan yang cukup tinggi di Kabupaten Landak dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir sejak Selasa (17/8) malam. Ketinggian air bervariasi mulai 30 sentimeter (cm) hingga 60 cm.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh Pontianak Post, banjir merendam sedikitnya tiga desa di tiga kecamatan, yakni Desa Senakin di Kecamatan Sengah Temila, Desa Mentonyek di Kecamatan Mempawah Hulu, dan Desa Mandor di Kecamatan Mandor.

Air sungai di Desa Senakin meluap hingga ke badan Jalan Raya Pontianak – Ngabang, Selasa (17/8) malam. Akibatnya sejumlah rumah di tiga dusun terendam.

Hujan cukup melanda wilayah tersebut sejak Senin malam. Meski sempat berhenti, hujan kembali turun pada Selasa siang hingga malam hari. Luapan banjir terjadi di tiga dusun di Desa Senakin, di antaranya Dusun Longkong, Dusun Ayo Gundaleng, dan Dusun Senakin. Adapun ketinggian air yang menggenangi jalan dan rumah warga bervariasi, mulai dari 30 cm hingga 60 cm atau setinggi lutut orang dewasa.

“Hujannya cukup deras sehingga air Sungai meluap sampai ke jalan dan rumah warga. Hujan diperkirakan turun sejak Selasa (17/8) sore pukul 16.30 WIB,” kata Kapolsek Sengah Temila Ipda Yulianus Van Chanel di Pahauman saat dikonfirmasi Pontianak Post, Rabu (18/8).

Baca Juga :  Sungai Landak Meluap, Ngabang Banjir Lagi

Pada Rabu (18/8) hujan terpantau kembali turun di sejumlah wilayah Kabupaten Landak. Ia pun mengimbau masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir atau pun longsor untuk bersiaga. Pihaknya pun menurunkan personel untuk berpatroli di daerah rawan banjir. Warga diminta untuk segera mengkomunikasikan apabila terjadi banjir kepada pihak desa.

“Masyarakat agar tetap waspada terhadap daerah yang rawan banjir dan longsor, mengingat situasi saat ini curah hujan cukup tinggi,” ucapnya.

Sementara di Desa Mentonyek, Mempawah Hulu muka air Sungai Sailo meluap hingga merendam jalan raya dan rumah warga. Sungai sailo mengaliri Desa Mentonyek yang bermuara di sungai Mempawah hulu. Sungai sailo sendiri merupakan salah satu sungai yang sering meluap ketika musim penghujan.

Kepala Desa Mentonyek, Erwin mengatakan, dari hasil pantauan tampak Sungai Sailo mengalami luapan yang dari luapan tersebut mengenangi areal pertanian, pemukiman warga serta mengenangi jalan sekitar 20-50 cm di atas permukaan jalan.

Baca Juga :  Pemkab Landak Tiadakan Natal Bersama 2020, Bupati Karolin: Rayakan Dengan Sederhana Namun Khidmat

“Sungai ini seringkali terjadi banjir yang meluap hingga ke pemukiman penduduk dan mengenangi sampai ke jalan raya dikarenakan tidak dapat menampung volume air ketika hujan deras turun dengan waktu yang lama,” ujar erwin di Mempawah Hulu saat dikonfirmasi Rabu (18/8).

Sementara itu, Kapolsek Mempawah Hulu Iptu Asep Tabroni mengatakan, pihaknya telah menurunkan personel untuk memantau kondisi banjir. Ia menyampaikan personelnya berusaha meminta masyarakat waspada apabila hujan kembali turun.

“Luapan sungai ditakutkan kembali terjadi karena hujan diperkirakan kembali turun,” katanya di Mempawah Hulu.

Ia mengatakan, luapan dari air sungai sailo secara umum tidak mempengaruhi aktifitas masyarakat. Pihaknya pun menghimbau kepada warga yang tinggal disekitar Sungai guna selalu waspada ketika hujan lebat turun dan berpotensi menimbulkan banjir.

“Kami minta untuk siapkan barang-barang berharga agar apabila sewaktu-waktu diperlukan evakuasi dapat segera diselamatkan dan tidak tercecer,” imbaunya. (mif)

NGABANG – Curah hujan yang cukup tinggi di Kabupaten Landak dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir sejak Selasa (17/8) malam. Ketinggian air bervariasi mulai 30 sentimeter (cm) hingga 60 cm.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh Pontianak Post, banjir merendam sedikitnya tiga desa di tiga kecamatan, yakni Desa Senakin di Kecamatan Sengah Temila, Desa Mentonyek di Kecamatan Mempawah Hulu, dan Desa Mandor di Kecamatan Mandor.

Air sungai di Desa Senakin meluap hingga ke badan Jalan Raya Pontianak – Ngabang, Selasa (17/8) malam. Akibatnya sejumlah rumah di tiga dusun terendam.

Hujan cukup melanda wilayah tersebut sejak Senin malam. Meski sempat berhenti, hujan kembali turun pada Selasa siang hingga malam hari. Luapan banjir terjadi di tiga dusun di Desa Senakin, di antaranya Dusun Longkong, Dusun Ayo Gundaleng, dan Dusun Senakin. Adapun ketinggian air yang menggenangi jalan dan rumah warga bervariasi, mulai dari 30 cm hingga 60 cm atau setinggi lutut orang dewasa.

“Hujannya cukup deras sehingga air Sungai meluap sampai ke jalan dan rumah warga. Hujan diperkirakan turun sejak Selasa (17/8) sore pukul 16.30 WIB,” kata Kapolsek Sengah Temila Ipda Yulianus Van Chanel di Pahauman saat dikonfirmasi Pontianak Post, Rabu (18/8).

Baca Juga :  Sempat Surut, Banjir Kembali Meninggi di Ngabang

Pada Rabu (18/8) hujan terpantau kembali turun di sejumlah wilayah Kabupaten Landak. Ia pun mengimbau masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir atau pun longsor untuk bersiaga. Pihaknya pun menurunkan personel untuk berpatroli di daerah rawan banjir. Warga diminta untuk segera mengkomunikasikan apabila terjadi banjir kepada pihak desa.

“Masyarakat agar tetap waspada terhadap daerah yang rawan banjir dan longsor, mengingat situasi saat ini curah hujan cukup tinggi,” ucapnya.

Sementara di Desa Mentonyek, Mempawah Hulu muka air Sungai Sailo meluap hingga merendam jalan raya dan rumah warga. Sungai sailo mengaliri Desa Mentonyek yang bermuara di sungai Mempawah hulu. Sungai sailo sendiri merupakan salah satu sungai yang sering meluap ketika musim penghujan.

Kepala Desa Mentonyek, Erwin mengatakan, dari hasil pantauan tampak Sungai Sailo mengalami luapan yang dari luapan tersebut mengenangi areal pertanian, pemukiman warga serta mengenangi jalan sekitar 20-50 cm di atas permukaan jalan.

Baca Juga :  Sambut Wacana Pemekaran Kecamatan Mandor, DPRD Landak Jaring Aspirasi

“Sungai ini seringkali terjadi banjir yang meluap hingga ke pemukiman penduduk dan mengenangi sampai ke jalan raya dikarenakan tidak dapat menampung volume air ketika hujan deras turun dengan waktu yang lama,” ujar erwin di Mempawah Hulu saat dikonfirmasi Rabu (18/8).

Sementara itu, Kapolsek Mempawah Hulu Iptu Asep Tabroni mengatakan, pihaknya telah menurunkan personel untuk memantau kondisi banjir. Ia menyampaikan personelnya berusaha meminta masyarakat waspada apabila hujan kembali turun.

“Luapan sungai ditakutkan kembali terjadi karena hujan diperkirakan kembali turun,” katanya di Mempawah Hulu.

Ia mengatakan, luapan dari air sungai sailo secara umum tidak mempengaruhi aktifitas masyarakat. Pihaknya pun menghimbau kepada warga yang tinggal disekitar Sungai guna selalu waspada ketika hujan lebat turun dan berpotensi menimbulkan banjir.

“Kami minta untuk siapkan barang-barang berharga agar apabila sewaktu-waktu diperlukan evakuasi dapat segera diselamatkan dan tidak tercecer,” imbaunya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/