alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Banjir Kiriman Genangi Empat Desa

NGABANG – Setelah banjir di Kecamatan Air Besar, Kuala Behe, Menyuke dan Ngabang mulai surut pada Senin (18/1), kini banjir kiriman merendam sejumlah desa di daerah hilir. Setidaknya empat desa di Kecamatan Sengah Temila dan Sebangki terendam sejak Senin (18/1), puluhan KK terpaksa mengungsi.

Banjir terjadi akibat meluapnya sungai Landak yang melintasi wilayah tersebut. Ketinggian air bervariasi antara 1 – 4 meter. Sejumlah wilayah tedampak banjir yakni, Desa Sebanki, Rantau Panjang dan Sungai Segak di Kecamatan Sebangki.

Selanjutnya Dusun Kuala Sampas, Kuala Sengah, Semayam dan Mamparagong di Desa Sebatih, Kecamatan Sengah Temila. 141 rumah terendam di wilayah tersebut, yang berdampak pada 141 KK.

“Sekitar 20 KK terpaksa mengungsi di Puskesmas Pembantu Dusun Kuala Sengah, lalu 9 KK mengungsi di SDN 54 Kuala Sengah,” ucap Kepala Pelakasana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, Herman Masnur, Selasa (19/1).

Baca Juga :  Landak Canangkan Wajib Masker

Kapolsek Sengah Temila Ipda Yulianus Van Chanel mengatakan, berdasarkan pantauan pihaknya, banjir diakibatkan meluapnya sungai. Dan berdampak pada sejumlah dusun di wilayah tersebut.

“Air sudah masuk ke dalam rumah. Ketinggian air di jalanan desa ada yang mencapai 4 meter,” ucapnya, Selasa (19/1).

Saat ini ada beberapa warga masih tetap tinggal di rumah mereka yang memiliki lantai dua. Sementara di kampung Kuala Sengah ada beberapa warga yang sudah mengungsi ke tempat keluarga di luar yang tidak terdampak banjir.

Warga lainnya sudah diarahkan mengungsi ke titik kumpul di Pustu Kuala Sengah yang terletaknya lumayan tinggi. “Sedangkan di kuala sampas ada 9 KK yang mengungsi di SDN 54 kuala sengah,” jelas Kapolsek.

Baca Juga :  Banjir, Jenazah Diantar Menggunakan Rakit Seadanya

Kapolsek mengatakan, pihaknya melaporkan ketinggian air terus bertambah pada Selasa (19/1), karena banjir kiriman dari Ngabang. “Sampai saat ini belum ditemukan adanya korban jiwa akibat banjir, namun warga diingatkan supaya tetap selalu waspada,” Kapolsek.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Desa Sebatih, Salman mengatakan sebagian warga mengungsi di Balai Pos Kesehatan Puskesmas Pahauman di Kuala Sengah. “Sebagian masih bertahan di rumahnya masing-masing dengan persiapan ada fasilitas perahu,” katanya.

Salman menceritakan, banjir kali ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah ia hidup di desa tersebut. Apabila air semakin tinggi pada Selasa (19/1), warga berencana untuk mengungsi. “Jika air semakin tinggi, rencananya warga akan mengungsi di Bukit Asam,” kata Salman. (mif)

NGABANG – Setelah banjir di Kecamatan Air Besar, Kuala Behe, Menyuke dan Ngabang mulai surut pada Senin (18/1), kini banjir kiriman merendam sejumlah desa di daerah hilir. Setidaknya empat desa di Kecamatan Sengah Temila dan Sebangki terendam sejak Senin (18/1), puluhan KK terpaksa mengungsi.

Banjir terjadi akibat meluapnya sungai Landak yang melintasi wilayah tersebut. Ketinggian air bervariasi antara 1 – 4 meter. Sejumlah wilayah tedampak banjir yakni, Desa Sebanki, Rantau Panjang dan Sungai Segak di Kecamatan Sebangki.

Selanjutnya Dusun Kuala Sampas, Kuala Sengah, Semayam dan Mamparagong di Desa Sebatih, Kecamatan Sengah Temila. 141 rumah terendam di wilayah tersebut, yang berdampak pada 141 KK.

“Sekitar 20 KK terpaksa mengungsi di Puskesmas Pembantu Dusun Kuala Sengah, lalu 9 KK mengungsi di SDN 54 Kuala Sengah,” ucap Kepala Pelakasana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, Herman Masnur, Selasa (19/1).

Baca Juga :  Siapkan Pemekaran Kecamatan, Komisi A DPRD dan DPMPD Landak Bahas Penataan Desa

Kapolsek Sengah Temila Ipda Yulianus Van Chanel mengatakan, berdasarkan pantauan pihaknya, banjir diakibatkan meluapnya sungai. Dan berdampak pada sejumlah dusun di wilayah tersebut.

“Air sudah masuk ke dalam rumah. Ketinggian air di jalanan desa ada yang mencapai 4 meter,” ucapnya, Selasa (19/1).

Saat ini ada beberapa warga masih tetap tinggal di rumah mereka yang memiliki lantai dua. Sementara di kampung Kuala Sengah ada beberapa warga yang sudah mengungsi ke tempat keluarga di luar yang tidak terdampak banjir.

Warga lainnya sudah diarahkan mengungsi ke titik kumpul di Pustu Kuala Sengah yang terletaknya lumayan tinggi. “Sedangkan di kuala sampas ada 9 KK yang mengungsi di SDN 54 kuala sengah,” jelas Kapolsek.

Baca Juga :  Kapolres Pimpin Mutasi Pejabat Polres Landak

Kapolsek mengatakan, pihaknya melaporkan ketinggian air terus bertambah pada Selasa (19/1), karena banjir kiriman dari Ngabang. “Sampai saat ini belum ditemukan adanya korban jiwa akibat banjir, namun warga diingatkan supaya tetap selalu waspada,” Kapolsek.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Desa Sebatih, Salman mengatakan sebagian warga mengungsi di Balai Pos Kesehatan Puskesmas Pahauman di Kuala Sengah. “Sebagian masih bertahan di rumahnya masing-masing dengan persiapan ada fasilitas perahu,” katanya.

Salman menceritakan, banjir kali ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah ia hidup di desa tersebut. Apabila air semakin tinggi pada Selasa (19/1), warga berencana untuk mengungsi. “Jika air semakin tinggi, rencananya warga akan mengungsi di Bukit Asam,” kata Salman. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/