alexametrics
28.9 C
Pontianak
Wednesday, May 25, 2022

Tolak Virus Corona DAD Landak Gelar Ritual Balala

NGABANG – Dewan Adat Dayak (DAD) Landak sepakat untuk menggelar ritual adat balala, atau yang lebih dikenal dengan istilah Bapantang, pada Minggu (23/3) sore mendatang. Kebijakan ini diambil sebagai satu langkah untuk menyetop penyebaran virus corona di Kabupaten Landak.

Adat Bapantang berarti seluruh masyarakat dayak diminta untuk tetap berada di rumah selama satu hari, mulai pada pukul 00.00 WIB hingga 18.00 WIB. Nantinya setelah ritual adat digelar, semua jenis kendaraaan roda dua maupun empat untuk tidak beraktifitas pada hari senin (23/3) terkecuali bagi pelayanan publik seperti rumah sakit, puskesmas dan unsur TNI/Polri.

Kesepakatan itu dicapai setelah DAD Landak menggelar pertemuan bersama seluruh Timanggong Binua se Kabupaten Landak, di rumah dinas ketua DPRD Landak yang sekaligus ketua DAD landak, Heri Saman, Kamis (19/3).

“Menyikapi munculnya wabah covid-19 yang menyerang sejumlah negara bagian di dunia salah satunya Indonesia serta menindaklanjuti intruksi Presiden RI, dan Presiden MADN serta surat Gubenur Kalbar dan surat Bupati Landak,” kata ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Landak, Heri Saman.

Baca Juga :  ALFI/ILFA Kalbar Bagikan 500 Paket Sembako Pada Buruh Pelabuhan

“Ini berlaku untuk seluruh lapisan masyarkat se-Kabupaten Landak tanpa mengenal suku, agama demi kewaspadaan dan menjaga kesehatan kita semua,” kutipan penekanan dalam isi himbauan tersebut.
Sedangkan untuk kegiatan adat seperti naik dango ke-35 di Toho serta bentuk keramaian seperti pasar malam, gawe baroah, gawe bapuar, gawe taun baru padi, gawe baranyut dan gawe naik dango kampong untuk sementara waktu juga ditunda hingga situasi dinyakan aman oleh pemerintah.

Menanggapi imbauan yang telah viral di media sosial tersebut, Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan, ritual adar Balala bersifat himbauan dan berlaku bagi internal warga dayak saja. “Toko2, instansi vertikal, dan perekonomian tetal berlangsung seperti biasa,” ucapnya.

Meski begitu ia tetap mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktifitas di luar rumah dan bekerja dari rumah. “Kabupaten Landak dan kota ngabang tidak di lockdown. kegiatan adat tetap berlangsung,” katanya.

Baca Juga :  Ayah Cabuli Anak Tiri Hingga Hamil di Landak

Sementara itu, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Landak, Gusti Muhardi menyambut baik ritual adat tersebut, meskipun sebetulnya tak berlaku bagi masyarakat melayu. Ia mengatakan ritual adat berupa imbauan untuk berada di rumah tersebut tentunya ini sesuatu hal yang baik yang patut didukung. Mengingat Gubernur Kallbar sudah menetapkan staus KLB covid-19.

“Tentunya hal ini patut kita dukung guna mencegah makin meluasnya sebaran akan virus Corona ini,” katanya.

Ia pun berharap Kabupaten Landak dan Kalimantan Barat dapat terbebas dari virus corona. “Tentunya ini merupakan upaya kita bersama serta sinergitas kita bersama dalam mensosialisasikan upaya pencegahannya terutama dalam memutus mata rantai sebaran virus Corona ini. Untuk itu kita harus bersatu padu karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama dalam upaya mendukung Pemerintah Daerah,” pungkasnya. (mif)

NGABANG – Dewan Adat Dayak (DAD) Landak sepakat untuk menggelar ritual adat balala, atau yang lebih dikenal dengan istilah Bapantang, pada Minggu (23/3) sore mendatang. Kebijakan ini diambil sebagai satu langkah untuk menyetop penyebaran virus corona di Kabupaten Landak.

Adat Bapantang berarti seluruh masyarakat dayak diminta untuk tetap berada di rumah selama satu hari, mulai pada pukul 00.00 WIB hingga 18.00 WIB. Nantinya setelah ritual adat digelar, semua jenis kendaraaan roda dua maupun empat untuk tidak beraktifitas pada hari senin (23/3) terkecuali bagi pelayanan publik seperti rumah sakit, puskesmas dan unsur TNI/Polri.

Kesepakatan itu dicapai setelah DAD Landak menggelar pertemuan bersama seluruh Timanggong Binua se Kabupaten Landak, di rumah dinas ketua DPRD Landak yang sekaligus ketua DAD landak, Heri Saman, Kamis (19/3).

“Menyikapi munculnya wabah covid-19 yang menyerang sejumlah negara bagian di dunia salah satunya Indonesia serta menindaklanjuti intruksi Presiden RI, dan Presiden MADN serta surat Gubenur Kalbar dan surat Bupati Landak,” kata ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Landak, Heri Saman.

Baca Juga :  Viral IGD RSUD Landak Kosong, Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan Tak Maksimal

“Ini berlaku untuk seluruh lapisan masyarkat se-Kabupaten Landak tanpa mengenal suku, agama demi kewaspadaan dan menjaga kesehatan kita semua,” kutipan penekanan dalam isi himbauan tersebut.
Sedangkan untuk kegiatan adat seperti naik dango ke-35 di Toho serta bentuk keramaian seperti pasar malam, gawe baroah, gawe bapuar, gawe taun baru padi, gawe baranyut dan gawe naik dango kampong untuk sementara waktu juga ditunda hingga situasi dinyakan aman oleh pemerintah.

Menanggapi imbauan yang telah viral di media sosial tersebut, Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan, ritual adar Balala bersifat himbauan dan berlaku bagi internal warga dayak saja. “Toko2, instansi vertikal, dan perekonomian tetal berlangsung seperti biasa,” ucapnya.

Meski begitu ia tetap mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktifitas di luar rumah dan bekerja dari rumah. “Kabupaten Landak dan kota ngabang tidak di lockdown. kegiatan adat tetap berlangsung,” katanya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Landak Hadiri Musrenbang Kecamatan Menjalin

Sementara itu, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Landak, Gusti Muhardi menyambut baik ritual adat tersebut, meskipun sebetulnya tak berlaku bagi masyarakat melayu. Ia mengatakan ritual adat berupa imbauan untuk berada di rumah tersebut tentunya ini sesuatu hal yang baik yang patut didukung. Mengingat Gubernur Kallbar sudah menetapkan staus KLB covid-19.

“Tentunya hal ini patut kita dukung guna mencegah makin meluasnya sebaran akan virus Corona ini,” katanya.

Ia pun berharap Kabupaten Landak dan Kalimantan Barat dapat terbebas dari virus corona. “Tentunya ini merupakan upaya kita bersama serta sinergitas kita bersama dalam mensosialisasikan upaya pencegahannya terutama dalam memutus mata rantai sebaran virus Corona ini. Untuk itu kita harus bersatu padu karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama dalam upaya mendukung Pemerintah Daerah,” pungkasnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/