alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Sempat Terjadi Adu Mulut, Petugas Jemput Paksa PDP Yang Tolak Isolasi

NGABANG – Seorang warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Ngabang menolak untuk dibawa ke RSUD Landak untuk menjalani isolasi, Selasa (19/5) sore.

Proses evakuasi pasien oleh petugas gugus Covid-19 berlangsung dramatis, karena istri pasien histeris menolak dan mencoba mengusir tenaga medis yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Istri dan anak pasien menolak suaminya di jemput dan pasien juga keras menolak untuk di isolasi ke RSUD Landak.

Saat negosiasi berlangsung beberapa petugas Posko Covid-19 Desa Hilir Kantor dengan pihak keluarga sempat adu mulut dalam melakukan evakuasi pasien.

“Melihat situasi yang tidak kondusif kami melakukan tindakan tegas dengan memaksa pasien naik ambulan, pasien berhasil diangkutan dievakuasi menggunakan ambulans,” kata Kasat Sabhara Polres Landak Iptu Teguh Pambudi, Rabu (20/5).

Baca Juga :  Siswa dan Lansia Ikuti Vaksinasi

Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengajak masyarakat agar selalu mengikuti aturan dari pemerintah guna mencegah penularan Covid-19 di Kabupaten Landak.

Kepada pihak keluarga Bupati juga meminta untuk memberikan kesempatan pihak petugas kesehatan menangani pasien tersebut sesuai dengan standar kesehatan penanganan Covid-19.

Ia meminta pihak keluarga agar kooperatif disaat seperti ini. “Apalagi pasien dinyatakan PDP sesuai dengan hasil rapid testnya yang reaktif,” katanya dihubungi lewat whatsapp, Rabu (20/5).

Pemkab, kata dia melakukan ini agar semuanya terhindar dari penularan Covid-19 sesuai dengan standar kesehatan penanganan Covid-19.

“Kepada masyarakat Saya meminta agar selalu mendukung kebijakan dari Pemerintah dengan tetap menjaga situasi saat ini serta dapat mendukung satu sama lain,” terang Karolin. (mif)

Baca Juga :  Tabrak Warga Sedang Bersantai di Desa Raja, Empat Luka-Luka, Satu Bayi Tewas

NGABANG – Seorang warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Ngabang menolak untuk dibawa ke RSUD Landak untuk menjalani isolasi, Selasa (19/5) sore.

Proses evakuasi pasien oleh petugas gugus Covid-19 berlangsung dramatis, karena istri pasien histeris menolak dan mencoba mengusir tenaga medis yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Istri dan anak pasien menolak suaminya di jemput dan pasien juga keras menolak untuk di isolasi ke RSUD Landak.

Saat negosiasi berlangsung beberapa petugas Posko Covid-19 Desa Hilir Kantor dengan pihak keluarga sempat adu mulut dalam melakukan evakuasi pasien.

“Melihat situasi yang tidak kondusif kami melakukan tindakan tegas dengan memaksa pasien naik ambulan, pasien berhasil diangkutan dievakuasi menggunakan ambulans,” kata Kasat Sabhara Polres Landak Iptu Teguh Pambudi, Rabu (20/5).

Baca Juga :  Banjir Bandang Landa Tiang Tanjung Mempawah Hulu Landak, Rumah Hingga Lahan Pertanian Terendam

Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengajak masyarakat agar selalu mengikuti aturan dari pemerintah guna mencegah penularan Covid-19 di Kabupaten Landak.

Kepada pihak keluarga Bupati juga meminta untuk memberikan kesempatan pihak petugas kesehatan menangani pasien tersebut sesuai dengan standar kesehatan penanganan Covid-19.

Ia meminta pihak keluarga agar kooperatif disaat seperti ini. “Apalagi pasien dinyatakan PDP sesuai dengan hasil rapid testnya yang reaktif,” katanya dihubungi lewat whatsapp, Rabu (20/5).

Pemkab, kata dia melakukan ini agar semuanya terhindar dari penularan Covid-19 sesuai dengan standar kesehatan penanganan Covid-19.

“Kepada masyarakat Saya meminta agar selalu mendukung kebijakan dari Pemerintah dengan tetap menjaga situasi saat ini serta dapat mendukung satu sama lain,” terang Karolin. (mif)

Baca Juga :  Dewan Minta Tak Ada PHK Karyawan Ditengah Pandemi Covid-19

Most Read

Harga Kedelai Belum Turun

Kumpulkan 139 Kantong Jenazah

Artikel Terbaru

/