alexametrics
26 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Warga Kedama Sambut Jembatan Baru

Bangun Jembatan Gunakan Dana Desa

 NGABANG – Warga Dusun Mamo Bati dan Dusun Mamo di Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe menyambut jembatan baru yang dibangun dengan menggunakan Dana Desa (DD) 2019 tahap tiga. Warga bergotong royong membangun jembatan tersebut, Minggu (19/1).

Kepala Dusun Mamo Bati, Linyo mengatakan, sebelumnya untuk mencapai dusunnya, warga harus melintasi jembatan yang terbuat dari kayu. Jembatan tersebut pun kerap rusak karena kayu yang lapuk dihantam pengendara sepeda motor dan cuaca.

Ditambah lagi pada musim hujan, kondisi jalan licin menambah bahaya pengendara sepmot. Ia pun berterima kasih sekali kepada kepala Desa dan perangkat nya yang telah membangun jembatan untuk kepentingan warga.

“Kami siap mendukung program Kepala Desa Kedama karena dengan membangun jembatan ini akan mempermudah akses kami selaku masyarakat dan pengemudi sangat di untungkan dengan jalan bagus akan mempercepat akses masyarakat,” ujar Kadus.

Jembatan tersebut dibangun dengan anggaran sebesar Rp 125.892.000 dari Dana Desa 2019 tahap ketiga. Dengan panjang 6m dan lebar 3m.

Kepala Desa Kedama, Donjol menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada warganya yang penuh semangat dengan cara bergotong royong membangun jembatan. Ia berharap jalan tersebut bisa dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik-baiknya agar berumur panjang.

Di pencairan Dana Desa tahap ketiga ini, pengerjaan jembatan dimulai sejak 6 Januari sampai hingga 13 Januari 2020. “Karena jalan itu melintasi area sungai, jadi kami membuat pondasi disisi kanan dan kiri di jalan itu yang tingginya mencapai Lima Meter dan satu jembatan, pondasi itu nantinya akan kita timbun,” katanya.

Baca Juga :  Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Sehat

Ia pun berharap dengan dibangunnya Box Cluivert tersebut dapat mempermudah masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya. “Mudah-mudahan dengan dibangunnya jalan di Desa Dusun Mamo yang menuju Kampung Mamo Bati,Supaya dapat memperlancar masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya,” ungkap Donjol.

Demi mempermudah akses transportasi masyarakat, Kepala Desa bersama Perangkat Desa merialisasikan membangun Box Cluivert di Desa Kedama Dusun Mamo menuju Kampung Mamo Bati dengan menggunakan Dana Desa(DD) tahun anggaran 2019 tahap 3(tiga)dan mulai di kerjakan dari tanggal 6 Januari sampai dengan Tanggal 13 Januari 2020 sekitar 1 (seminggu)sudah selesai di laksanakan di kerjakan pembangunan Box Cluivert sekitar panjangnya 3 meter dan lebarnya 6 meter, Minggu (19/1).

Membangun Box Cluivert ini Demi kenyamanan warga agar bila Musim Hujan Jalan tidak menjadi licin dan warga aman pada saat berkendaraan menuju di kampung Mamo Bati.

Kadus Mamo Bati Saudara Linyo berterimakasih kepada kepala desa dan perangkatnya yang telah membangun Box Cluivert ini untuk kepentingan warga dan juga sangat mendukung program Kepala Desa Kedama. “Karena dengan membangun Box Cluivert dengan sistem pengecoran ini akan mempermudah akses kami selaku masyarakat dan pengemudi sangat di untungkan dengan jalan bagus akan mempercepat akses masyarakat,” imbuh Kadus.

Baca Juga :  Bupati Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya

Erik Sebagai Ketua RT 03 Dusun Mamo Bati menuturkan, sangat senang dengan berbagai program di desa yang melibatkan masyarakatnya. “Telah dibangunnya Box Cluivert jalan menuju kampung Mamo Bati yang bisa digunakan warga lain beraktifitas seperti biasa dan juga tidak khawatir lagi jalan rusak sebelum di bangun Box Cluivert jalan,” ujar Erik.

Kepala Desa Kedama, Donjol menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada warganya yang penuh semangat  bergotong royong membangun Box Cluivert. Diharapkan jalan tersebut bisa dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik baiknya agar berumur panjang.

Kades Kedama melanjutkan, pembuatan serta pelebaran jalan itu memiliki panjang sekitar 3 meter dan memiliki lebar enam meter. “Karena jalan itu melintasi area sungai, jadi kami membuat pondasi disisi kanan dan kiri di jalan itu yang tingginya mencapai lima meter dan satu jembatan, pondasi itu nantinya akan kita timbun,” katanya.

Donjol berharap dibangunnya Box Cluivert tersebut dapat mempermudah masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya. “Mudah-mudahan dengan dibangunnya jalan di Desa Dusun Mamo yang menuju Kampung Mamo Bati,Supaya dapat memperlancar masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya,” ungkap Donjol. (/r)

Bangun Jembatan Gunakan Dana Desa

 NGABANG – Warga Dusun Mamo Bati dan Dusun Mamo di Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe menyambut jembatan baru yang dibangun dengan menggunakan Dana Desa (DD) 2019 tahap tiga. Warga bergotong royong membangun jembatan tersebut, Minggu (19/1).

Kepala Dusun Mamo Bati, Linyo mengatakan, sebelumnya untuk mencapai dusunnya, warga harus melintasi jembatan yang terbuat dari kayu. Jembatan tersebut pun kerap rusak karena kayu yang lapuk dihantam pengendara sepeda motor dan cuaca.

Ditambah lagi pada musim hujan, kondisi jalan licin menambah bahaya pengendara sepmot. Ia pun berterima kasih sekali kepada kepala Desa dan perangkat nya yang telah membangun jembatan untuk kepentingan warga.

“Kami siap mendukung program Kepala Desa Kedama karena dengan membangun jembatan ini akan mempermudah akses kami selaku masyarakat dan pengemudi sangat di untungkan dengan jalan bagus akan mempercepat akses masyarakat,” ujar Kadus.

Jembatan tersebut dibangun dengan anggaran sebesar Rp 125.892.000 dari Dana Desa 2019 tahap ketiga. Dengan panjang 6m dan lebar 3m.

Kepala Desa Kedama, Donjol menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada warganya yang penuh semangat dengan cara bergotong royong membangun jembatan. Ia berharap jalan tersebut bisa dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik-baiknya agar berumur panjang.

Di pencairan Dana Desa tahap ketiga ini, pengerjaan jembatan dimulai sejak 6 Januari sampai hingga 13 Januari 2020. “Karena jalan itu melintasi area sungai, jadi kami membuat pondasi disisi kanan dan kiri di jalan itu yang tingginya mencapai Lima Meter dan satu jembatan, pondasi itu nantinya akan kita timbun,” katanya.

Baca Juga :  Lakalantas di Senakin, Pengendara Sepmot Tewas di Tempat

Ia pun berharap dengan dibangunnya Box Cluivert tersebut dapat mempermudah masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya. “Mudah-mudahan dengan dibangunnya jalan di Desa Dusun Mamo yang menuju Kampung Mamo Bati,Supaya dapat memperlancar masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya,” ungkap Donjol.

Demi mempermudah akses transportasi masyarakat, Kepala Desa bersama Perangkat Desa merialisasikan membangun Box Cluivert di Desa Kedama Dusun Mamo menuju Kampung Mamo Bati dengan menggunakan Dana Desa(DD) tahun anggaran 2019 tahap 3(tiga)dan mulai di kerjakan dari tanggal 6 Januari sampai dengan Tanggal 13 Januari 2020 sekitar 1 (seminggu)sudah selesai di laksanakan di kerjakan pembangunan Box Cluivert sekitar panjangnya 3 meter dan lebarnya 6 meter, Minggu (19/1).

Membangun Box Cluivert ini Demi kenyamanan warga agar bila Musim Hujan Jalan tidak menjadi licin dan warga aman pada saat berkendaraan menuju di kampung Mamo Bati.

Kadus Mamo Bati Saudara Linyo berterimakasih kepada kepala desa dan perangkatnya yang telah membangun Box Cluivert ini untuk kepentingan warga dan juga sangat mendukung program Kepala Desa Kedama. “Karena dengan membangun Box Cluivert dengan sistem pengecoran ini akan mempermudah akses kami selaku masyarakat dan pengemudi sangat di untungkan dengan jalan bagus akan mempercepat akses masyarakat,” imbuh Kadus.

Baca Juga :  Bupati Lantik 170 Pejabat

Erik Sebagai Ketua RT 03 Dusun Mamo Bati menuturkan, sangat senang dengan berbagai program di desa yang melibatkan masyarakatnya. “Telah dibangunnya Box Cluivert jalan menuju kampung Mamo Bati yang bisa digunakan warga lain beraktifitas seperti biasa dan juga tidak khawatir lagi jalan rusak sebelum di bangun Box Cluivert jalan,” ujar Erik.

Kepala Desa Kedama, Donjol menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada warganya yang penuh semangat  bergotong royong membangun Box Cluivert. Diharapkan jalan tersebut bisa dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik baiknya agar berumur panjang.

Kades Kedama melanjutkan, pembuatan serta pelebaran jalan itu memiliki panjang sekitar 3 meter dan memiliki lebar enam meter. “Karena jalan itu melintasi area sungai, jadi kami membuat pondasi disisi kanan dan kiri di jalan itu yang tingginya mencapai lima meter dan satu jembatan, pondasi itu nantinya akan kita timbun,” katanya.

Donjol berharap dibangunnya Box Cluivert tersebut dapat mempermudah masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya. “Mudah-mudahan dengan dibangunnya jalan di Desa Dusun Mamo yang menuju Kampung Mamo Bati,Supaya dapat memperlancar masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya,” ungkap Donjol. (/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/