alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Baru 11 Persen Miliki KIA

NGABANG – Kesadaran masyarakat untuk membuat Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Landak masih terbilang rendah. Dari wajib KIA sebanyak 132 ribu, baru 15 ribu yang memiliki KIA. Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Landak, Samuel menyebut dari jumlah total 132.512 anak di bawah 17 tahun sampai saat ini baru sekitar 15.674 jiwa atau 11,83 persen.

“Jumlah anak yang memiliki KIA se Kabupaten Landak ini masih sedikit, berbagai faktor menjadi penyebabnya,” ujar Samuel, akhir pekan lalu.

Salah satu faktor terbesar menurutnya ialah kurangnya kemauan untuk membuat KIA. Masyarakat masih enggan, karena dirasa tidak perlu. Ketika sudah perlu, Samuel mengatakan akan ada masyarakat yang datang mengurus. Selain itu, ia mengakui pihaknya masih belum gencar melaksanakan sosialisasi, ke sejumlah daerah di bumi intan. “Sosialisasi khusus KIA di masing-masing daerah belum kami lakukan. Karena personel yang kurang, dan pos anggaran yang memang tidak ada,” katanya.

Baca Juga :  Oknum Mantan Kades Diduga Korupsi Dana Desa

Meski jumlah mengurus KIA tersebut memang belum sesuai harapan, tapi pihaknya akan terus mengupayakan guna terpenuhi capaian. Salah satunya ialah dengan menyelipkan pembuatan KIA saat kegiatan jemput bola perekaman KTP-el dan Kartu Keluarga (KK).

Selain itu, masyarakat juga dipermudah dengan meniadakan syarat, yakni pas foto bagi anak di atas lima tahun. “Saat jemput bola perekaman KTP-el ini, sang anak kita bantu foto oleh petugas. Jadi masyarakat tak perlu lagi cetak pas foto di studio,” katanya.

Tak hanya saat jemput bola, masyarakat yang hendak membuat KIA juga dipersilahkan datang ke kantornya tanpa membawa pas foto. “Saat membuat KIA, sang anak bisa dibawa, petugas kita bisa bantu foto,” ujarnya. Ia pun berharap, dengan kemudahan yang diberikan ini, masyarakat dapat lebih terpacu untuk membuat KIA. “Fungsi KIA itu sama dengan KTP bagi orang dewasa, sebagai kartu identitas yang bisa digunakan untuk mendapatkan pelayanan publik,” bebernya. Sementara untuk persediaan blangko KIA menurut Samuel tidak ada kendala. Sampai saat ini di Dinas Dukcapil Kabupaten masih memiliki persediaan blangko KIA. “Blangko KIA selalu ada. Siap cetak,” ungkapnya. (mif)

NGABANG – Kesadaran masyarakat untuk membuat Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Landak masih terbilang rendah. Dari wajib KIA sebanyak 132 ribu, baru 15 ribu yang memiliki KIA. Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Landak, Samuel menyebut dari jumlah total 132.512 anak di bawah 17 tahun sampai saat ini baru sekitar 15.674 jiwa atau 11,83 persen.

“Jumlah anak yang memiliki KIA se Kabupaten Landak ini masih sedikit, berbagai faktor menjadi penyebabnya,” ujar Samuel, akhir pekan lalu.

Salah satu faktor terbesar menurutnya ialah kurangnya kemauan untuk membuat KIA. Masyarakat masih enggan, karena dirasa tidak perlu. Ketika sudah perlu, Samuel mengatakan akan ada masyarakat yang datang mengurus. Selain itu, ia mengakui pihaknya masih belum gencar melaksanakan sosialisasi, ke sejumlah daerah di bumi intan. “Sosialisasi khusus KIA di masing-masing daerah belum kami lakukan. Karena personel yang kurang, dan pos anggaran yang memang tidak ada,” katanya.

Baca Juga :  Fasilitas Taman Kota Sering Dirusak

Meski jumlah mengurus KIA tersebut memang belum sesuai harapan, tapi pihaknya akan terus mengupayakan guna terpenuhi capaian. Salah satunya ialah dengan menyelipkan pembuatan KIA saat kegiatan jemput bola perekaman KTP-el dan Kartu Keluarga (KK).

Selain itu, masyarakat juga dipermudah dengan meniadakan syarat, yakni pas foto bagi anak di atas lima tahun. “Saat jemput bola perekaman KTP-el ini, sang anak kita bantu foto oleh petugas. Jadi masyarakat tak perlu lagi cetak pas foto di studio,” katanya.

Tak hanya saat jemput bola, masyarakat yang hendak membuat KIA juga dipersilahkan datang ke kantornya tanpa membawa pas foto. “Saat membuat KIA, sang anak bisa dibawa, petugas kita bisa bantu foto,” ujarnya. Ia pun berharap, dengan kemudahan yang diberikan ini, masyarakat dapat lebih terpacu untuk membuat KIA. “Fungsi KIA itu sama dengan KTP bagi orang dewasa, sebagai kartu identitas yang bisa digunakan untuk mendapatkan pelayanan publik,” bebernya. Sementara untuk persediaan blangko KIA menurut Samuel tidak ada kendala. Sampai saat ini di Dinas Dukcapil Kabupaten masih memiliki persediaan blangko KIA. “Blangko KIA selalu ada. Siap cetak,” ungkapnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/