alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Akui Data Penerima BST Kacau, Karolin: Segera Perbarui Data Penerima Bantuan

NGABANG – Data ganda dan kekeliruan penerima manfaat Bantuan Sosial Tunai (BST) nyatanya juga terjadi di Kabupaten Landak. Bupati Landak Karolin Margret Natasa memastikan pihaknya telah memperbarui data tersebut agar penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menyebut, ia telah memerintahkan dinas terkait untuk meminta desa-desa yang ditemukan keluarga penerima manfaat (KPM) nya tidak sesuai untuk melakukan pengalihan bantuan sosial tunai kepada masyarakatnya yang lebih berhak agar bisa tepat sasaran.

Data ganda dan tidak jelas ini, menurut bupati, didapat berdasarkan laporan masyarakat terkait penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST). Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Sosial untuk menyikapi permasalahan ini.

Dirinya pun mengapresiasi Kementerian Sosial yang cepat tanggap terhadap kondisi dilapangan dan telah menyetujui kebijakan pengalihan BST kepada penerima yang lebih berhak. “Menyikapi laporan masyarakat, saya langsung berkoordinasi dengan Kemensos terkait pengalihan BST. Sehingga Kemensos menyetujui kebijakan pengalihan BST agar lebih tepat sasaran,” kata Karolin.

Baca Juga :  Hari Ini Terakhir Lengkapi Berkas CPNS di Landak

Menurut Karolin yang menjadi permasalahan selama ini ialah pembaruan data penerima bantuan yang belum baik karena aplikasi yang ada belum sepenuhnya mengakomodir.

“Kemensos punya data masyarakat miskin, kita diminta update data, tapi aplikasinya belum bisa mengakomodir sehingga banyak data ganda dan masyarakat yang mampu mendapat BST, jadi ini yang masih harus kita perbaiki,” ujar Karolin.

Salah satu desa di Kabupaten Landak yang sudah melakukan pengalihan BST yaitu Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang yang melakukan pengalihan sebanyak 16 keluarga penerima manfaat (KPM), penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Desa Hilir Tengah pada Jumat (19/6) pagi.

Dilakukannya pengalihan bantuan sosial tunai ini karena telah ditemukan KPM yang tidak ditemukan alamatnya pada wilayah desa tersebut, selain itu juga ditemukan data yang ganda. Untuk itu maka segera dialihkan dan diganti kepada KPM lainnya yang lebih berhak.

Baca Juga :  Harga Sembako Masih Normal

“Setelah selesai penyaluran BST, jadi masih ada 16 kartu yang belum diambil, akhirnya ada informasi dari Dinas Sosial bahwa KPM yang belum mengambil, karena orangnya tidak jelas jadi bisa dialihkan ke KPM lain,” terang Kepala Desa Hilir Tengah Donatus Budianto.

Lebih lanjut Budianto merangkan bahwa pengalihan BST ke KPM lain ini tentunya dengan memperhatikan peraturan dan kriteria yang telah ditentukan.

“Karena ada peraturan dari Kemensos, bahwa bisa dialihkan atau diganti orang. Kami juga untuk mengganti memang dicari dan disaring kembali yang belum pernah mendapatkan bantuan-bantuan lainnya,” ungkap Budianto. (mif)

NGABANG – Data ganda dan kekeliruan penerima manfaat Bantuan Sosial Tunai (BST) nyatanya juga terjadi di Kabupaten Landak. Bupati Landak Karolin Margret Natasa memastikan pihaknya telah memperbarui data tersebut agar penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menyebut, ia telah memerintahkan dinas terkait untuk meminta desa-desa yang ditemukan keluarga penerima manfaat (KPM) nya tidak sesuai untuk melakukan pengalihan bantuan sosial tunai kepada masyarakatnya yang lebih berhak agar bisa tepat sasaran.

Data ganda dan tidak jelas ini, menurut bupati, didapat berdasarkan laporan masyarakat terkait penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST). Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Sosial untuk menyikapi permasalahan ini.

Dirinya pun mengapresiasi Kementerian Sosial yang cepat tanggap terhadap kondisi dilapangan dan telah menyetujui kebijakan pengalihan BST kepada penerima yang lebih berhak. “Menyikapi laporan masyarakat, saya langsung berkoordinasi dengan Kemensos terkait pengalihan BST. Sehingga Kemensos menyetujui kebijakan pengalihan BST agar lebih tepat sasaran,” kata Karolin.

Baca Juga :  0,6 Ha Lahan Terbakar di Menyuke

Menurut Karolin yang menjadi permasalahan selama ini ialah pembaruan data penerima bantuan yang belum baik karena aplikasi yang ada belum sepenuhnya mengakomodir.

“Kemensos punya data masyarakat miskin, kita diminta update data, tapi aplikasinya belum bisa mengakomodir sehingga banyak data ganda dan masyarakat yang mampu mendapat BST, jadi ini yang masih harus kita perbaiki,” ujar Karolin.

Salah satu desa di Kabupaten Landak yang sudah melakukan pengalihan BST yaitu Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang yang melakukan pengalihan sebanyak 16 keluarga penerima manfaat (KPM), penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Desa Hilir Tengah pada Jumat (19/6) pagi.

Dilakukannya pengalihan bantuan sosial tunai ini karena telah ditemukan KPM yang tidak ditemukan alamatnya pada wilayah desa tersebut, selain itu juga ditemukan data yang ganda. Untuk itu maka segera dialihkan dan diganti kepada KPM lainnya yang lebih berhak.

Baca Juga :  Satgas TMMD Pastikan Kondisi Alat Berat Prima

“Setelah selesai penyaluran BST, jadi masih ada 16 kartu yang belum diambil, akhirnya ada informasi dari Dinas Sosial bahwa KPM yang belum mengambil, karena orangnya tidak jelas jadi bisa dialihkan ke KPM lain,” terang Kepala Desa Hilir Tengah Donatus Budianto.

Lebih lanjut Budianto merangkan bahwa pengalihan BST ke KPM lain ini tentunya dengan memperhatikan peraturan dan kriteria yang telah ditentukan.

“Karena ada peraturan dari Kemensos, bahwa bisa dialihkan atau diganti orang. Kami juga untuk mengganti memang dicari dan disaring kembali yang belum pernah mendapatkan bantuan-bantuan lainnya,” ungkap Budianto. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/