alexametrics
24 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

PTM Dimulai Kembali

NGABANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak mencanangkan pelaksanaan kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada akhir Agustus 2021 mendatang. Pelaksanaan PTM akan dilaksanakan di 72 SD dan 104 SMP di desa zonasi hijau dan kuning.

“Pada akhir Agustus rencananya satuan pendidikan akan melaksanakan PTM kembali dengan jumlah satuan pendidikan jenjang SD kelas VI sebanyak 72, dan SMP kelas VIII, dan kelas IX sebanyak 104 pada Desa Zonasi Hijau dan Kuning,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, Hery Mulyadi di Ngabang, Kamis (19/8).

Ia mengatakan, Pemkab Landak sebetulnya sudah menggelar PTM terbatas sejak awal tahun pelajaran 2021/2022. Kala itu, disebutkan dia, sebanyak 50 Sekolah Menengah Pertama yang berada pada Desa Zona Hijau selama tiga minggu. Akan tetapi, PTM untuk sementara dihentikan mereka karena adanya Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang Kabupaten Landak masuk Level 3.

“Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak Nomor/1041/Sekre/2021 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Masa Transisi dan Masa Kebiasaan Baru Tingkat PAUD, SD, dan SMP Tahun Pelajaran 2021/2022,” jelas Hery.

Baca Juga :  Pastikan Keselamatan Siswa

Hery menjelaskan, sejumlah persiapan sudah dilaksanakan sebelum pelaksanaan PTM di Kabupaten Landak. Pihaknya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah melaksanakan rapat secara virtual antara Bupati Landak Karolin Margret Natasa, Dinas Kesehatan, dengan semua satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Landak. Agenda rapat berisikan persiapan pembelajaran tatap muka, dengan hasil rapat satuan pendidikan wajib memenuhi daftar periksa yaitu tempat cuci tangan, sabun pembersih tangan atau hand sanitizer, masker untuk peserta didik dan guru.

Selain itu, pihak sekolah wajib menyiapkan thermogun, pembasmi kuman pelindung wajah, alat semprot, toilet bersih, akses pelayanan kesehatan seperti puskesmas, klinik, serta rumah sakit. Pihak sekolah juga wajib menyiapkan tanda jaga jarak 1,5 meter dan berisi maksimal 18 peserta didik per kelas, tanda jaga jarak dan berdasarkan Surat Edaran Bupati Landak Nomor 420/575/Disdikbud/2021 tentang Wajib vaksinasi Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Wilayah Pembinaan Dinas Pendidkan dan Kebudayaan Kabupaten Landak.

“Tak hanya itu, pihak sekolah wajib mendapatkan persetujuan dari orang tua dan wali peserta didik,” tegasnya.

Ditanya mengenai adanya keluhan orang tua dan masyarakat terkait keinginan anak-anak mereka belajar tatap muka, pihaknya menerima dan memperhatikan masukan tersebut. Akan tetapi, dia menambahkan, pemerintah masih melihat situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 yang ada di kabupaten Landak.

Baca Juga :  115 KK Terdampak Banjir di Sekendal

“Hal ini dikarenakan kita lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga sekolah yang ada di Kabupaten Landak,” tutur Hery.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Landak, Heri Saman, meminta pemerintah memperhatikan kembali dari sisi keamanan dan kesehatan. Ia menyebut, PTM dapat dilaksanakan dengan melihat zonasi Kabupaten Landak.

“Sekolah tatap muka ini tergantung situasi kita. Karena kita masih level tiga, zonasi juga masih oranye, saya pikir ini masih sangat terbatas kecuali kita sudah zona hijau bolehlah tatap muka,” kata Heri di Gedung DPRD Landak, Kamis (19/8).

Menurut Heri, keselamatan jiwa masyarakat saat ini lebih penting. Kabupaten Landak yang masih berada di zona oranye, lebih baik tetap mengikuti protokol kesehatan, tetap mengukuti anjuran pemerintah.

“Dalam situasi ini kita utamakan keselamatan dahulu. Sehingga nyawa ini harus kita jaga. Tergantung zona. Kalau zona hijau boleh, kalau zona oranye dan kuning jangan dulu,” pungkasnya. (mif)

NGABANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak mencanangkan pelaksanaan kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada akhir Agustus 2021 mendatang. Pelaksanaan PTM akan dilaksanakan di 72 SD dan 104 SMP di desa zonasi hijau dan kuning.

“Pada akhir Agustus rencananya satuan pendidikan akan melaksanakan PTM kembali dengan jumlah satuan pendidikan jenjang SD kelas VI sebanyak 72, dan SMP kelas VIII, dan kelas IX sebanyak 104 pada Desa Zonasi Hijau dan Kuning,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, Hery Mulyadi di Ngabang, Kamis (19/8).

Ia mengatakan, Pemkab Landak sebetulnya sudah menggelar PTM terbatas sejak awal tahun pelajaran 2021/2022. Kala itu, disebutkan dia, sebanyak 50 Sekolah Menengah Pertama yang berada pada Desa Zona Hijau selama tiga minggu. Akan tetapi, PTM untuk sementara dihentikan mereka karena adanya Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang Kabupaten Landak masuk Level 3.

“Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak Nomor/1041/Sekre/2021 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Masa Transisi dan Masa Kebiasaan Baru Tingkat PAUD, SD, dan SMP Tahun Pelajaran 2021/2022,” jelas Hery.

Baca Juga :  Satu Guru dan Dua Siswa Landak Positif Covid-19, Sekolah Tatap Muka Resmi Ditunda

Hery menjelaskan, sejumlah persiapan sudah dilaksanakan sebelum pelaksanaan PTM di Kabupaten Landak. Pihaknya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah melaksanakan rapat secara virtual antara Bupati Landak Karolin Margret Natasa, Dinas Kesehatan, dengan semua satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Landak. Agenda rapat berisikan persiapan pembelajaran tatap muka, dengan hasil rapat satuan pendidikan wajib memenuhi daftar periksa yaitu tempat cuci tangan, sabun pembersih tangan atau hand sanitizer, masker untuk peserta didik dan guru.

Selain itu, pihak sekolah wajib menyiapkan thermogun, pembasmi kuman pelindung wajah, alat semprot, toilet bersih, akses pelayanan kesehatan seperti puskesmas, klinik, serta rumah sakit. Pihak sekolah juga wajib menyiapkan tanda jaga jarak 1,5 meter dan berisi maksimal 18 peserta didik per kelas, tanda jaga jarak dan berdasarkan Surat Edaran Bupati Landak Nomor 420/575/Disdikbud/2021 tentang Wajib vaksinasi Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Wilayah Pembinaan Dinas Pendidkan dan Kebudayaan Kabupaten Landak.

“Tak hanya itu, pihak sekolah wajib mendapatkan persetujuan dari orang tua dan wali peserta didik,” tegasnya.

Ditanya mengenai adanya keluhan orang tua dan masyarakat terkait keinginan anak-anak mereka belajar tatap muka, pihaknya menerima dan memperhatikan masukan tersebut. Akan tetapi, dia menambahkan, pemerintah masih melihat situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 yang ada di kabupaten Landak.

Baca Juga :  Pastikan Keselamatan Siswa

“Hal ini dikarenakan kita lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga sekolah yang ada di Kabupaten Landak,” tutur Hery.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Landak, Heri Saman, meminta pemerintah memperhatikan kembali dari sisi keamanan dan kesehatan. Ia menyebut, PTM dapat dilaksanakan dengan melihat zonasi Kabupaten Landak.

“Sekolah tatap muka ini tergantung situasi kita. Karena kita masih level tiga, zonasi juga masih oranye, saya pikir ini masih sangat terbatas kecuali kita sudah zona hijau bolehlah tatap muka,” kata Heri di Gedung DPRD Landak, Kamis (19/8).

Menurut Heri, keselamatan jiwa masyarakat saat ini lebih penting. Kabupaten Landak yang masih berada di zona oranye, lebih baik tetap mengikuti protokol kesehatan, tetap mengukuti anjuran pemerintah.

“Dalam situasi ini kita utamakan keselamatan dahulu. Sehingga nyawa ini harus kita jaga. Tergantung zona. Kalau zona hijau boleh, kalau zona oranye dan kuning jangan dulu,” pungkasnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/