alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Satu Pasien Covid-19 Landak Meninggal Dunia

NGABANG – Seorang pasien positif virus corona atau Covid-19 Kabupaten Landak yang tengah manjalani perawatan meninggal dunia. Pasien perempuan itu menghembuskan nafas terakhirnya di RS Abdul Aziz Singkawang, Kamis (22/10).

Pasien yang meninggal itu merupakan warga Kecamatan Menjalin. Ia meninggal setelah menjalani perawatan selama dua hari di RS Rubini Mempawah dan satu hari RS Abdul Aziz Singkawang.

“Pasien kini Sudah dikebumikan dengan protokol kesehatan di pemakaman setempat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak Subanri kepada Pontianak Post, Sabtu (24/10).

Pasien tersebut sebelumnya dilaporkan mengalami pnemonia Pneumonia dengan gagal nafas dengan keluhan batuk pilek pada 14 Oktober lalu. Dua hari kemudian, atau pada 16 Oktober pasien mengalami demam. Satu hari setelahnya pasien mengeluhkan sesak nafas.

Baca Juga :  615 Warga Sanggau Terkonfirmasi Positif Covid–19

Dua hari setelahnya, atau pada 19 Oktober pasien datang ke Puskesmas Menjalin dengan gejala kehilangan penciuman, pilek, batuk, susah menelan dan sesak nafas.

“Pasien lalu dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di ruang isolasi puskesmas. Dengan APD level dua. Pasien dilakukan observasi dengan tensi darah tinggi, 195/100. Dan sesak saturasinya turun menjadi 80,” jelas Subanri.

Hari itu juga, pasien dirujuk ke RS Rubini Mempawah selanjutnya dilakukan Swab PCR dengan hasil terkonfirmasi Positif Covid-19. Baru dua hari kemudian, pasien dirujuk ke RS dr Abdul Aziz Singkawang. “Pada 22 Oktober 2020 pasien meninggal dunia,” jelasnya.

Subanri melanjutkan, pihaknya sudah melakukan tracing dan screening kepada kontak erat pasien, yakni para keluarga dan tenaga kesehatan di Puskesmas Menjalin. Selanjutnya, ia meminta mereka untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumah masing-masing.

Baca Juga :  DPRD Landak Umumkan Penetapan Alat Kelengkapan

“Semua swab sudah diambil. Kita tinggal menunggu hasilnya,” katanya.

Selain itu, Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Puskesmas Menjalin terpaksa tutup selama satu minggu, mulai 23 – 30 Oktober. Sementara pelayanan poli rawat jalan, tetap buka. “Kami harapkan warga Menjalin tetap tenang. Tetap laksanakan protokol kesehatan 4M untuk menghindari penyebaran virus,” tutupnya.

Dengan bertambahnya satu pasien meninggal tersebut, total pasien Covid-19 meninggal dunia di Kabupaten Landak menjadi tiga orang. Dengan total pasien Covid-19 sebanyak 93 orang. Konfirmasi isolasi sebanyak 16 orang dan pasien yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 74 orang. (mif)

NGABANG – Seorang pasien positif virus corona atau Covid-19 Kabupaten Landak yang tengah manjalani perawatan meninggal dunia. Pasien perempuan itu menghembuskan nafas terakhirnya di RS Abdul Aziz Singkawang, Kamis (22/10).

Pasien yang meninggal itu merupakan warga Kecamatan Menjalin. Ia meninggal setelah menjalani perawatan selama dua hari di RS Rubini Mempawah dan satu hari RS Abdul Aziz Singkawang.

“Pasien kini Sudah dikebumikan dengan protokol kesehatan di pemakaman setempat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak Subanri kepada Pontianak Post, Sabtu (24/10).

Pasien tersebut sebelumnya dilaporkan mengalami pnemonia Pneumonia dengan gagal nafas dengan keluhan batuk pilek pada 14 Oktober lalu. Dua hari kemudian, atau pada 16 Oktober pasien mengalami demam. Satu hari setelahnya pasien mengeluhkan sesak nafas.

Baca Juga :  Siswa dan Lansia Ikuti Vaksinasi

Dua hari setelahnya, atau pada 19 Oktober pasien datang ke Puskesmas Menjalin dengan gejala kehilangan penciuman, pilek, batuk, susah menelan dan sesak nafas.

“Pasien lalu dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di ruang isolasi puskesmas. Dengan APD level dua. Pasien dilakukan observasi dengan tensi darah tinggi, 195/100. Dan sesak saturasinya turun menjadi 80,” jelas Subanri.

Hari itu juga, pasien dirujuk ke RS Rubini Mempawah selanjutnya dilakukan Swab PCR dengan hasil terkonfirmasi Positif Covid-19. Baru dua hari kemudian, pasien dirujuk ke RS dr Abdul Aziz Singkawang. “Pada 22 Oktober 2020 pasien meninggal dunia,” jelasnya.

Subanri melanjutkan, pihaknya sudah melakukan tracing dan screening kepada kontak erat pasien, yakni para keluarga dan tenaga kesehatan di Puskesmas Menjalin. Selanjutnya, ia meminta mereka untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumah masing-masing.

Baca Juga :  Menjalin Berstatus Zona Merah, Para Pemuda Semprotkan Cairan Disinfektan

“Semua swab sudah diambil. Kita tinggal menunggu hasilnya,” katanya.

Selain itu, Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Puskesmas Menjalin terpaksa tutup selama satu minggu, mulai 23 – 30 Oktober. Sementara pelayanan poli rawat jalan, tetap buka. “Kami harapkan warga Menjalin tetap tenang. Tetap laksanakan protokol kesehatan 4M untuk menghindari penyebaran virus,” tutupnya.

Dengan bertambahnya satu pasien meninggal tersebut, total pasien Covid-19 meninggal dunia di Kabupaten Landak menjadi tiga orang. Dengan total pasien Covid-19 sebanyak 93 orang. Konfirmasi isolasi sebanyak 16 orang dan pasien yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 74 orang. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/