alexametrics
28.9 C
Pontianak
Tuesday, May 24, 2022

DAD Landak Minta Edy Mulyadi Diproses Secara Pidana dan Hukum Adat

NGABANG – Dewan Adat Dayak (DAD) Landak dan sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Dayak di Kabupaten Landak menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD Landak, Senin (24/1). Mereka menuntut Edy Mulyadi dan kawan-kawan ditangkap dan diproses secara hukum pidana maupun hukum adat.

Ratusan orang berkumpul dengan atribut adat dayak. Mereka berorasi dan menyampaikan pernyataan sikap atas beredarnya video di media sosial yang membuat gaduh masyarakat Kalimantan, khususnya di Kabupaten Landak. Tak hanya itu, sebelum acara dimulai sesepuh menggelar ritual adat sebelum unjuk rasa dimulai.

Ketua DAD Landak Heri Saman dalam orasinya mengatakan, unjuk rasa tersebut digelar untuk menyikapi beredarnya video di media sosial yang berisi penghinaan dan pelecehan terhadap penduduk Kalimantan yang dilakukan oleh Edy Mulyadi dan kawan-kawan. Maka dari itu, kata dia, Dewan Adat Dayak Kabupaten Landak dan Ormas-ormas yang ada di Kabupaten Landak meyatakan sikap.

Baca Juga :  ODP di Landak Meningkat Drastis, Ini Penjelasan Bupati Karolin

“Kami mengutuk keras pernyataan Edy Mulyadi dan kawan-kawan yang telah menghina dan merendahkan harkat dan martabat masyarakat penduduk Kalimantan dengan kata-kata tidak pantas seperti hewan monyet, kuntilanak, genderuwo yang mendiami pulau kalimantan dan menyatakan pulau Kalimantan sebagai tempat pembuangan anak jin,” kata Heri Saman di Ngabang.

Pihaknya menekankan, bahwa penduduk Kalimantan bukanlah monyet, jin, kuntilanak maupun genderuwo dan pulau Kalimantan bukanlah tempat pembuangan anak jin. Pihaknya pun meminta Edy Mulyadi dan kawan-kawan untuk segera meminta maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat penduduk Kalimantan.

“Kami juga meminta pihak kepolisian untuk segera menangkap dan memproses secara hukum Edy Mulyadi dan kawan-kawan,” ungkapnya yang juga ketua DPRD Landak ini.
Usai melakukan orasi, massa lalu bergera ke Mapolres Landak untuk melaporkan Edy Mulyadi dan kawan-kawan. Laporan tersebut pun diterima oleh Wakapolres Landak Kompol Sri Harjanto. (mif)

Baca Juga :  Misa Paskah Bupati Berlangsung Khidmat

NGABANG – Dewan Adat Dayak (DAD) Landak dan sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Dayak di Kabupaten Landak menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD Landak, Senin (24/1). Mereka menuntut Edy Mulyadi dan kawan-kawan ditangkap dan diproses secara hukum pidana maupun hukum adat.

Ratusan orang berkumpul dengan atribut adat dayak. Mereka berorasi dan menyampaikan pernyataan sikap atas beredarnya video di media sosial yang membuat gaduh masyarakat Kalimantan, khususnya di Kabupaten Landak. Tak hanya itu, sebelum acara dimulai sesepuh menggelar ritual adat sebelum unjuk rasa dimulai.

Ketua DAD Landak Heri Saman dalam orasinya mengatakan, unjuk rasa tersebut digelar untuk menyikapi beredarnya video di media sosial yang berisi penghinaan dan pelecehan terhadap penduduk Kalimantan yang dilakukan oleh Edy Mulyadi dan kawan-kawan. Maka dari itu, kata dia, Dewan Adat Dayak Kabupaten Landak dan Ormas-ormas yang ada di Kabupaten Landak meyatakan sikap.

Baca Juga :  Banjir Landak Meluas

“Kami mengutuk keras pernyataan Edy Mulyadi dan kawan-kawan yang telah menghina dan merendahkan harkat dan martabat masyarakat penduduk Kalimantan dengan kata-kata tidak pantas seperti hewan monyet, kuntilanak, genderuwo yang mendiami pulau kalimantan dan menyatakan pulau Kalimantan sebagai tempat pembuangan anak jin,” kata Heri Saman di Ngabang.

Pihaknya menekankan, bahwa penduduk Kalimantan bukanlah monyet, jin, kuntilanak maupun genderuwo dan pulau Kalimantan bukanlah tempat pembuangan anak jin. Pihaknya pun meminta Edy Mulyadi dan kawan-kawan untuk segera meminta maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat penduduk Kalimantan.

“Kami juga meminta pihak kepolisian untuk segera menangkap dan memproses secara hukum Edy Mulyadi dan kawan-kawan,” ungkapnya yang juga ketua DPRD Landak ini.
Usai melakukan orasi, massa lalu bergera ke Mapolres Landak untuk melaporkan Edy Mulyadi dan kawan-kawan. Laporan tersebut pun diterima oleh Wakapolres Landak Kompol Sri Harjanto. (mif)

Baca Juga :  Guru Harus Punya Inovasi Pembelajaran

Most Read

Artikel Terbaru

/