alexametrics
25 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Temui Kekerasan Anak, Laporkan!

MENJALIN – “Jangan ragu atau takut untuk melaporkan kasus kekerasan pada anak ke pihak berwajib,” pesan Kapolsek Menjalin Ipda Andreas Quinn. Pesan tersebut disampaikan Kapolsek dalam kegiatan penyuluhan kekerasan pada anak yang diselenggarakan PPA (Pusat Pengembangan Anak) di KGBI Maranatha Menjalin, Senin (25/10).

“Khususnya apabila terjadi persetubuhan anak di bawah umur, sebab hal ini bersifat masalah fundamental terhadap tumbuh kembang anak-anak dan akan banyak sekali kerugian yang ditimbulkan tidak hanya bagi pribadi anak tetapi juga bagi kemajuan bangsa,” ujar Andreas saat penyuluhan.

Andreas juga berharap, permasalahan tentang perlindungan anak bukan saja tanggung jawab pribadi orang tua, melainkan perlu adanya sinergitas Pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, aparatur desa bersama dengan pihak kepolisian.

Baca Juga :  Dewan Landak Sahkan LPJ APBD Tahun Anggaran 2020

Ia menambahkan, pentingnya peran orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak dalam kondisi pandemi Covid-19 ini. Karena orang tua, menurut dia, adalah agen pendidik nonformal yang paling pertama dan dekat dengan sang buah hati.

“Oleh karena itu, diharapkan para orang tua mampu menyerap materi penyuluhan ini dan terlebih bisa mengaplikasikannya, agar dapat mengubah mindset para orang tua dalam berinteraksi dengan anak-anak, karena setiap anak memiliki karakter dan pola komunikasi yang unik,” tutup Andreas.

Kapolsek sebagai pemapar kala itu mengatakan, beberapa materi yang disampaikan dalam penyuluhan tersebut seperti penyampaian fakta-fakta tentang kasus kekerasan pada anak di masa pandemi, faktor-faktor penyebab, cara mencegah dan penanganan, akibat atau dampak yang ditimbulkan, serta aturan hukum yang mengatur tentang pidana kekerasan terhadap anak. (mif)

MENJALIN – “Jangan ragu atau takut untuk melaporkan kasus kekerasan pada anak ke pihak berwajib,” pesan Kapolsek Menjalin Ipda Andreas Quinn. Pesan tersebut disampaikan Kapolsek dalam kegiatan penyuluhan kekerasan pada anak yang diselenggarakan PPA (Pusat Pengembangan Anak) di KGBI Maranatha Menjalin, Senin (25/10).

“Khususnya apabila terjadi persetubuhan anak di bawah umur, sebab hal ini bersifat masalah fundamental terhadap tumbuh kembang anak-anak dan akan banyak sekali kerugian yang ditimbulkan tidak hanya bagi pribadi anak tetapi juga bagi kemajuan bangsa,” ujar Andreas saat penyuluhan.

Andreas juga berharap, permasalahan tentang perlindungan anak bukan saja tanggung jawab pribadi orang tua, melainkan perlu adanya sinergitas Pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, aparatur desa bersama dengan pihak kepolisian.

Baca Juga :  Warga Serbu Operasi Pasar Gas Melon

Ia menambahkan, pentingnya peran orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak dalam kondisi pandemi Covid-19 ini. Karena orang tua, menurut dia, adalah agen pendidik nonformal yang paling pertama dan dekat dengan sang buah hati.

“Oleh karena itu, diharapkan para orang tua mampu menyerap materi penyuluhan ini dan terlebih bisa mengaplikasikannya, agar dapat mengubah mindset para orang tua dalam berinteraksi dengan anak-anak, karena setiap anak memiliki karakter dan pola komunikasi yang unik,” tutup Andreas.

Kapolsek sebagai pemapar kala itu mengatakan, beberapa materi yang disampaikan dalam penyuluhan tersebut seperti penyampaian fakta-fakta tentang kasus kekerasan pada anak di masa pandemi, faktor-faktor penyebab, cara mencegah dan penanganan, akibat atau dampak yang ditimbulkan, serta aturan hukum yang mengatur tentang pidana kekerasan terhadap anak. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/