alexametrics
30 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Banjir Rendam Empat Desa di Mandor, Jalan Raya Mandor-Ngabang Sempat Terputus

NGABANG – Banjir bandang menenggelamkan sedikitnya lima desa di Kecamatan Mandor pada Selasa (26/5) malam. Akibatnya, puluhan rumah warga terendam hingga jalur utama dari Mandor menuju Ngabang sempat terputus.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Pontianak Post, banjir mulai naik sekitar pukul 19.00 WIB. Lima desa terendam dengan ketinggian air bervariasi, hingga tertinggi 1,5 meter.

Lima desa terdampak, yakni Desa Sebadu, Desa Mengkunyit, Desa Sekilap, Desa Sumsum dan Desa Manggang. Sekitar 40 Kepala Keluarga terdampak.

Jalan raya Mandor Ngabang pun sempat terputus. Tak ada kendaraan yang bisa melintas hingga Rabu (27/5) pukul 01.00 WIB.

“Banjir mulai besar (tinggi) sekitar jam 19.00 atau jam 7 malam. Baru mulai surut sekitar jam 3 subuh,” kata Camat Mandor, Erik Sonetus dihubungi Pontianak Post, Rabu (27/5) lalu.

Baca Juga :  Truk Tabrak Warung di Mandor

Ditanya apakah banjir tersebut merupakan langganan setiap tahun, ia tak membenarkan hal tersebut. Daerah desa itu, kata dia hanya sesekali terendam banjir, itu pun dengan ketinggian yang tak terbilang tinggi.

“Banjir besar seperti ini pernah terjadi sekitar 2004 lalu,“ katanya.
Ia mengatakan, banjir diduga berasal dari luapan Sungai Mandor yang tak kuat menahan debit air, akibat hujan deras dua hari terakhir.

Kini, kondisi banjir telah surut. Kendaraan pun sudah dapat melintas. Namun demikian, masyarakat diminta tetap waspada cuaca ekstrem. Pasalnya, jika hujan kembali turun, bukan tak mungkin banjir bakal terulang.(mif)

NGABANG – Banjir bandang menenggelamkan sedikitnya lima desa di Kecamatan Mandor pada Selasa (26/5) malam. Akibatnya, puluhan rumah warga terendam hingga jalur utama dari Mandor menuju Ngabang sempat terputus.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Pontianak Post, banjir mulai naik sekitar pukul 19.00 WIB. Lima desa terendam dengan ketinggian air bervariasi, hingga tertinggi 1,5 meter.

Lima desa terdampak, yakni Desa Sebadu, Desa Mengkunyit, Desa Sekilap, Desa Sumsum dan Desa Manggang. Sekitar 40 Kepala Keluarga terdampak.

Jalan raya Mandor Ngabang pun sempat terputus. Tak ada kendaraan yang bisa melintas hingga Rabu (27/5) pukul 01.00 WIB.

“Banjir mulai besar (tinggi) sekitar jam 19.00 atau jam 7 malam. Baru mulai surut sekitar jam 3 subuh,” kata Camat Mandor, Erik Sonetus dihubungi Pontianak Post, Rabu (27/5) lalu.

Baca Juga :  Landak Target Vaksinasi 236 Ribu Warga

Ditanya apakah banjir tersebut merupakan langganan setiap tahun, ia tak membenarkan hal tersebut. Daerah desa itu, kata dia hanya sesekali terendam banjir, itu pun dengan ketinggian yang tak terbilang tinggi.

“Banjir besar seperti ini pernah terjadi sekitar 2004 lalu,“ katanya.
Ia mengatakan, banjir diduga berasal dari luapan Sungai Mandor yang tak kuat menahan debit air, akibat hujan deras dua hari terakhir.

Kini, kondisi banjir telah surut. Kendaraan pun sudah dapat melintas. Namun demikian, masyarakat diminta tetap waspada cuaca ekstrem. Pasalnya, jika hujan kembali turun, bukan tak mungkin banjir bakal terulang.(mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/