alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Banjir Terjang Jelimpo, Satu Jembatan Rusak

NGABANG – Banjir merendam tiga dusun di dua desa setelah Sungai Adong meluap karena debit air terus naik setelah hujan dengan intensitas sedang mengguyur wilayah Kecamatan Jelimpo Barat sejak Selasa (25/2).

Data yang dihimpun Pontianak Post dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPB) Kabupaten Landak, wilayah terdampak banjir tersebut meliputi Dusun Karangan Mas dan Dusun Adong 1 di Desa Tubang Raeng, kemudian Dusun Adong 2 di Desa Pawis Hilir.

Sedikitnya kurang lebih 93 rumah terendam dan 103 KK/340 jiwa terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar antara 10 – 100 sentimeter. Selain itu banjir juga menyebabkan satu jembatan beton Abutman terputus.

Banjir ini menyebabkan terganggunya aktifitas masyarakat karena beberapa ruas jalan terendam air dengan arus yang cukup kuat, bahkan menyebabkan putusnya abudman jembatan di Dusun Karangan Mas Desa Tubang Raeng. Dalam pantauan lanjutan Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Landak, air telah surut dalam beberapa jam kemudian.

Baca Juga :  Masih Tunggu Keputusan Berangkat Haji

Tidak terdapat korban jiwa dan pengungsian pada kejadian ini namun jumlah korban terdampak di Dusun Karangan Mas sebanyak 45 Kepala Keluarga (KK) dengan 140 jiwa, Dusun Adong 1 sebanyak 20 KK dengan 80 jiwa, dan Dusun Adong 2 berjumlah 38 KK dengan 120 jiwa. Sedangkan kerugian material atas kejadian ini adalah 26 rumah terendam di Dusun Karangan Mas, 47 rumah di Dusun Adong 1, dan 20 rumah terendam di Dusun Adong 2, serta 1 unit jembatan beton.

“Saat ini tim BPBD Kabupaten Landak melakukan monitoring daerah terdampak dan mempersiapkan logistik untuk warga terdampak. Selain itu SK Status Siaga Darurat akan dikeluarkan pihak BPBD dalam waktu dekat,” ucap Kepala BPBD Herman Masnur, Kamis (27/2).

Baca Juga :  Siap Laksanakan Program Kiat Guru Secara Mandiri

Berdasarkan hasil pemantauan yang telah dilakukan, Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa memerintahkan BPBD untuk mengkaji penetapan status siaga bencana dengan tinggi muka air rata-rata 40-100 cm.

“Beberapa waktu lalu memang terjadi curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Landak, sehingga Saya memerintahkan BPBD untuk menindaklanjuti dampak yang akan terjadi akibat hujan yang berpotensi mngakibatkan bencana banjir,” ucap Bupati Landak.

Prakiraan cuaca dari BMKG menyatakan bahwa akan terjadi hujan dengan intensitas sedang di beberapa wilayah di Kabupaten Landak. (mif)

NGABANG – Banjir merendam tiga dusun di dua desa setelah Sungai Adong meluap karena debit air terus naik setelah hujan dengan intensitas sedang mengguyur wilayah Kecamatan Jelimpo Barat sejak Selasa (25/2).

Data yang dihimpun Pontianak Post dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPB) Kabupaten Landak, wilayah terdampak banjir tersebut meliputi Dusun Karangan Mas dan Dusun Adong 1 di Desa Tubang Raeng, kemudian Dusun Adong 2 di Desa Pawis Hilir.

Sedikitnya kurang lebih 93 rumah terendam dan 103 KK/340 jiwa terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar antara 10 – 100 sentimeter. Selain itu banjir juga menyebabkan satu jembatan beton Abutman terputus.

Banjir ini menyebabkan terganggunya aktifitas masyarakat karena beberapa ruas jalan terendam air dengan arus yang cukup kuat, bahkan menyebabkan putusnya abudman jembatan di Dusun Karangan Mas Desa Tubang Raeng. Dalam pantauan lanjutan Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Landak, air telah surut dalam beberapa jam kemudian.

Baca Juga :  Sosialisasi Protokol Kesehatan, Polisi Tegur Warga Tak Pakai Masker

Tidak terdapat korban jiwa dan pengungsian pada kejadian ini namun jumlah korban terdampak di Dusun Karangan Mas sebanyak 45 Kepala Keluarga (KK) dengan 140 jiwa, Dusun Adong 1 sebanyak 20 KK dengan 80 jiwa, dan Dusun Adong 2 berjumlah 38 KK dengan 120 jiwa. Sedangkan kerugian material atas kejadian ini adalah 26 rumah terendam di Dusun Karangan Mas, 47 rumah di Dusun Adong 1, dan 20 rumah terendam di Dusun Adong 2, serta 1 unit jembatan beton.

“Saat ini tim BPBD Kabupaten Landak melakukan monitoring daerah terdampak dan mempersiapkan logistik untuk warga terdampak. Selain itu SK Status Siaga Darurat akan dikeluarkan pihak BPBD dalam waktu dekat,” ucap Kepala BPBD Herman Masnur, Kamis (27/2).

Baca Juga :  Bantuan Sarpras Perkebunan Sawit Hoaks

Berdasarkan hasil pemantauan yang telah dilakukan, Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa memerintahkan BPBD untuk mengkaji penetapan status siaga bencana dengan tinggi muka air rata-rata 40-100 cm.

“Beberapa waktu lalu memang terjadi curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Landak, sehingga Saya memerintahkan BPBD untuk menindaklanjuti dampak yang akan terjadi akibat hujan yang berpotensi mngakibatkan bencana banjir,” ucap Bupati Landak.

Prakiraan cuaca dari BMKG menyatakan bahwa akan terjadi hujan dengan intensitas sedang di beberapa wilayah di Kabupaten Landak. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/