alexametrics
33 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Ritual Naik Dango Ungkapan Syukur Suku Dayak Kanayatn Atas Panen Berlimpah

NGABANG – Ritual Naik Dango ke-37 digelar secara terbatas di Rumah Radakng Aya Ngabang, Rabu (27/4). Ritual itu ditandai dengan menyimpan seikat padi yang baru dipanen ke dalam lumbung padi (dango) oleh setiap kepala keluarga keturunan suku Dayak yang bertani atau berladang.

Upacara adat Naik Dango adalah ritual adat yang dilaksanakan suku Dayak Kanayatn setiap 27 April. Naik Dango erat kaitannya dengan ritual doa yang digelar oleh suku Dayak. Sang pencipta disebut sebagai Jubata, yang memberikan berkah melimpah melalui hasil panen padi yang menjadi lambang kemakmuran.

Suku Dayak percaya bahwa dengan memanjatkan rasa syukur dan doa ketika Naik Dango, maka akan membuat hasil panen semakin melimpah di musim yang akan datang. Selain itu acara doa ini juga dipercaya untuk menangkal bencana sekaligus gangguan hama di sawah.

Baca Juga :  Pelaksanaan Ritual Adat Naik Dango ke XXXVI Kabupaten Landak Tahun 2021

Ketua DAD Landak Heri Saman mengatakan kegiatan Ritual Naik Dango Ke-XXXVII ini diadakan secara terbatas, mengingat saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19. Namun, tidak mengurangi makna dari pelaksanaan Ritual Adat Naik Dango.

“Dengan tiga agenda utama yang dilaksanakan yaitu seminar, Bahaump dan puncaknya adalah Ritual Adat pada hari ini. Adapun kegiatan tambahan, untuk ntuk kegiatan-kegiatan perlombaan juga masih dibatasi, hanya beberapa perlombaan saja seperti Barenyah Babaro, Ngukir dan Baranyam,” kata Heri di Ngabang, Rabu (27/4).

Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan terlebih kepada Pemerintah Kabupaten Landak yang sudah banyak memberikan perhatian kepada masyarakat dalam bidang pertanian, sehingga hasil pertanian Kabupaten Landak, menjadi kedua terbesar produksi padi di Kalimantan Barat setelah Kabupaten Sambas. Begitu juga dengan produksi jagung, kedua terbesar setelah Kabupaten Bengkayang.

Baca Juga :  Tiga Negara Bertemu Bahas Hak Masyarakat Adat

“Walaupun Ditengah Pandemi Covid-19, ternyata Sektor Pertanian Di Kabupaten Landak Tidak Mengalami Goncangan. Kita sangat berterima kasih kepada Pemerintah, baik Pemerintah Pusat, yang dilaksanakan melalui perwakilan kita di DPR RI maupun Provinsi, sehingga produksi pangan kita sangat meningkat, ” ungkapnya yang juga ketua DPRD Landak ini.

Selanjutnya Ia menyampaikan hasil kesepakatan dari tiga Kabupaten yaitu Landak, Mempawah dan Kubu Raya tentang pelaksanaan acara ritual adat balala serentak di tiga Kabupaten.

“Sudah kita evaluasi dan bicarakan bersama pada saat acara Bahaupm, para peserta sepakat acara balala di tiga Kabupaten tetap dilaksanakan, yaitu satu bulan sesudah acara Naik Dango ini, pada hari Sabtu, Minggu keempat bulan Mei 2022, sehingga menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya. (mif)

NGABANG – Ritual Naik Dango ke-37 digelar secara terbatas di Rumah Radakng Aya Ngabang, Rabu (27/4). Ritual itu ditandai dengan menyimpan seikat padi yang baru dipanen ke dalam lumbung padi (dango) oleh setiap kepala keluarga keturunan suku Dayak yang bertani atau berladang.

Upacara adat Naik Dango adalah ritual adat yang dilaksanakan suku Dayak Kanayatn setiap 27 April. Naik Dango erat kaitannya dengan ritual doa yang digelar oleh suku Dayak. Sang pencipta disebut sebagai Jubata, yang memberikan berkah melimpah melalui hasil panen padi yang menjadi lambang kemakmuran.

Suku Dayak percaya bahwa dengan memanjatkan rasa syukur dan doa ketika Naik Dango, maka akan membuat hasil panen semakin melimpah di musim yang akan datang. Selain itu acara doa ini juga dipercaya untuk menangkal bencana sekaligus gangguan hama di sawah.

Baca Juga :  Jalan Rusak di Aur Sampuk Rampung Diperbaiki

Ketua DAD Landak Heri Saman mengatakan kegiatan Ritual Naik Dango Ke-XXXVII ini diadakan secara terbatas, mengingat saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19. Namun, tidak mengurangi makna dari pelaksanaan Ritual Adat Naik Dango.

“Dengan tiga agenda utama yang dilaksanakan yaitu seminar, Bahaump dan puncaknya adalah Ritual Adat pada hari ini. Adapun kegiatan tambahan, untuk ntuk kegiatan-kegiatan perlombaan juga masih dibatasi, hanya beberapa perlombaan saja seperti Barenyah Babaro, Ngukir dan Baranyam,” kata Heri di Ngabang, Rabu (27/4).

Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan terlebih kepada Pemerintah Kabupaten Landak yang sudah banyak memberikan perhatian kepada masyarakat dalam bidang pertanian, sehingga hasil pertanian Kabupaten Landak, menjadi kedua terbesar produksi padi di Kalimantan Barat setelah Kabupaten Sambas. Begitu juga dengan produksi jagung, kedua terbesar setelah Kabupaten Bengkayang.

Baca Juga :  Pelaksanaan Ritual Adat Naik Dango ke XXXVI Kabupaten Landak Tahun 2021

“Walaupun Ditengah Pandemi Covid-19, ternyata Sektor Pertanian Di Kabupaten Landak Tidak Mengalami Goncangan. Kita sangat berterima kasih kepada Pemerintah, baik Pemerintah Pusat, yang dilaksanakan melalui perwakilan kita di DPR RI maupun Provinsi, sehingga produksi pangan kita sangat meningkat, ” ungkapnya yang juga ketua DPRD Landak ini.

Selanjutnya Ia menyampaikan hasil kesepakatan dari tiga Kabupaten yaitu Landak, Mempawah dan Kubu Raya tentang pelaksanaan acara ritual adat balala serentak di tiga Kabupaten.

“Sudah kita evaluasi dan bicarakan bersama pada saat acara Bahaupm, para peserta sepakat acara balala di tiga Kabupaten tetap dilaksanakan, yaitu satu bulan sesudah acara Naik Dango ini, pada hari Sabtu, Minggu keempat bulan Mei 2022, sehingga menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/