alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Dua Jembatan Ambruk Diterjang Banjir

Warga Bangun Titian Darurat

NGABANG – Dua jembatan utama di Desa Ongkol Padang, Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak, ambruk diterjang banjir. Mobilitas warga pun terganggu dan aktivitas perekonomian lumpuh. Untuk mengatasi masalah ini, mereka secara swadaya membangun titian darurat.

Dua jembatan yang roboh itu ialah jembatan Sungai Titi Kantoh dengan ukuran panjang 13,5 meter. Jembatan ini menghubungkan Desa Ongkol Padang dengan Desa Ladangan. Sedangkan jembatan Sungai Lainan yang berukuran panjang 25 meter menghubungkan Dusun Ongkol Padang dengan Dusun Lintah.

Kepala Desa Ongkol Padang, Isul, saat dikonfirmasi mengatakan seluruh bagian jembatan roboh dihantam laju air. Tak ada satu pun bagian jembatan yang tersisa. “Jembatan hanyut. Tak ada yang tersisa,” katanya kepada Pontianak Post, Sabtu (27/6).

Dua jembatan tersebut, kata Isul, merupakan prasarana penting untuk menuju ibu kota Kecamatan Menyuke, Desa Darit. Selama satu hari, aktivitas perekonomian warga pun lumpuh. Ia menceritakan warga sudah membuat jembatan darurat secara bergotong royong setelah banjir surut.

Baca Juga :  Komisi B Gelar Rapat Gabungan

“Warga sudah membuat jembatan darurat secara swadaya. Walaupun tak terlalu bagus, yang penting bisa dilewati sepeda motor,” ucapnya. Ia pun berharap Pemkab Landak dapat memperioritaskan perbaikan dua jembatan utama tersebut. Mereka khawatir apabila banjir kembali datang, dua jembatan darurat itu tak akan kuat menahan laju air.

“Kalau tidak segera di bangun, aktivitas warga akan lumpuh,” ujar Kades.

Banjir pada Rabu (24/5) lalu menurutnya ialah yang terparah. Sebelum itu, desanya memang langganan banjir, namun tak pernah setinggi itu. Kala itu hingga menenggelamkan 4 buah rumah warga.

“Memang sering terjadi banjir tapi kali ini banjir yang paling parah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPRPera) Kabupaten Landak, Erani menyebut, pihaknya sudah mendatangi lokasi untuk melihat seberapa parah jembatan rusak tersebut.

Baca Juga :  Imbau Jamaah Patuhi Protokol Kesehatan

Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan intervensi setelah melihat langsung kondisi jembatan dan melapor ke bupati. “Harapan kita hal tersebut bisa ditindaklanjuti melalui kebijakan pimpinan,” ucapnya lewat sambungan Whatsapp, Sabtu (27/6).

Ia mengatakan, semua pembangunan merupakan prioritas. Hanya saja, hal itu tergantung kembali pada anggaran yang dimiliki Pemkab. “Meski begitu kita bersyukur aparat desa beserta masyarakat tanggap dan punya kepedulian sehingga jembatan darurat udah dibenahi oleh masyarakat melalui swadaya dan gotong royong,” katanya. (mif)

Warga Bangun Titian Darurat

NGABANG – Dua jembatan utama di Desa Ongkol Padang, Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak, ambruk diterjang banjir. Mobilitas warga pun terganggu dan aktivitas perekonomian lumpuh. Untuk mengatasi masalah ini, mereka secara swadaya membangun titian darurat.

Dua jembatan yang roboh itu ialah jembatan Sungai Titi Kantoh dengan ukuran panjang 13,5 meter. Jembatan ini menghubungkan Desa Ongkol Padang dengan Desa Ladangan. Sedangkan jembatan Sungai Lainan yang berukuran panjang 25 meter menghubungkan Dusun Ongkol Padang dengan Dusun Lintah.

Kepala Desa Ongkol Padang, Isul, saat dikonfirmasi mengatakan seluruh bagian jembatan roboh dihantam laju air. Tak ada satu pun bagian jembatan yang tersisa. “Jembatan hanyut. Tak ada yang tersisa,” katanya kepada Pontianak Post, Sabtu (27/6).

Dua jembatan tersebut, kata Isul, merupakan prasarana penting untuk menuju ibu kota Kecamatan Menyuke, Desa Darit. Selama satu hari, aktivitas perekonomian warga pun lumpuh. Ia menceritakan warga sudah membuat jembatan darurat secara bergotong royong setelah banjir surut.

Baca Juga :  Karolin Ultimatum Pimpinan Perusahaan

“Warga sudah membuat jembatan darurat secara swadaya. Walaupun tak terlalu bagus, yang penting bisa dilewati sepeda motor,” ucapnya. Ia pun berharap Pemkab Landak dapat memperioritaskan perbaikan dua jembatan utama tersebut. Mereka khawatir apabila banjir kembali datang, dua jembatan darurat itu tak akan kuat menahan laju air.

“Kalau tidak segera di bangun, aktivitas warga akan lumpuh,” ujar Kades.

Banjir pada Rabu (24/5) lalu menurutnya ialah yang terparah. Sebelum itu, desanya memang langganan banjir, namun tak pernah setinggi itu. Kala itu hingga menenggelamkan 4 buah rumah warga.

“Memang sering terjadi banjir tapi kali ini banjir yang paling parah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPRPera) Kabupaten Landak, Erani menyebut, pihaknya sudah mendatangi lokasi untuk melihat seberapa parah jembatan rusak tersebut.

Baca Juga :  Siswa Mulai Divaksin

Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan intervensi setelah melihat langsung kondisi jembatan dan melapor ke bupati. “Harapan kita hal tersebut bisa ditindaklanjuti melalui kebijakan pimpinan,” ucapnya lewat sambungan Whatsapp, Sabtu (27/6).

Ia mengatakan, semua pembangunan merupakan prioritas. Hanya saja, hal itu tergantung kembali pada anggaran yang dimiliki Pemkab. “Meski begitu kita bersyukur aparat desa beserta masyarakat tanggap dan punya kepedulian sehingga jembatan darurat udah dibenahi oleh masyarakat melalui swadaya dan gotong royong,” katanya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/