alexametrics
30 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Titik Api Muncul dari Warga Bakar Lahan

NGABANG – Memasuki musim kemarau, titik api kembali muncul di wilayah Kabupaten Landak, Rabu (28/7). Titik api diketahui berasal dari warga Kecamatan Mempawah Hulu yang membakar lahan seluas 0,5 Hektare.

Pj Danramil 07/Mempawah Hulu Serma Andut mengatakan, titik api pertama kali diketahui menurut pantauan satelit BMKG yang terletak di kecamatan Mempawah Hulu. Titik api berasal dari sejumlah warga yang membuka lahan dengan cara membakar di Dusun karya Bakti Desa Parigi.

“Patroli pengecekan titik api ini dilakukan dimana sebelumnya terdeteksi hotspot melalui satelit. Sehingga untuk memastikannya dilakukan pengecekan langsung dilapangan oleh personel Koramil 07/Mph Hulu,” ucap Serma Andut di Mempawah Hulu, Rabu.

Baca Juga :  Bekerja Mobil, RAPI Landak turut Sebarkan Informasi Seputar Nataru

Ia mengatakan, berdasarkan pantauan Babinsa, Sertu Hb Waratmojo dan Serda Sukino ditemukan beberapa lahan bekas terbakar, sehingga petugas segera melakukan pencegahan agar tidak meluasnya pembakaran dan memberikan imbauan terhadap masyarakat.

“Dari hasil pengecekkan yang dilakukan oleh Babinsa didapati lahan yang terbakar, kebakaran berasal dari lahan masyarakat diperkirakan kebakaran kurang lebih seluas setengah hektar yang kondisinya sudah padam,” katanya.

Pj Danramil menyampaikan, upaya tersebut dilakukan agar masyarakat jangan melakukan pembakaran lahan sehingga kasus pembakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir

“Kami dari Koramil 07/Mph Hulu dalam menanggapi cuaca kemarau ini selalu siap siaga dan tetap semangat, Kita lakukan berbagai upaya pencegahan seperti patroli dan mengimbau pada masyarakat,” pungkasnya.(mif)

Baca Juga :  Cegah Karhutla Dengan Pembasahan Lahan Gambut

NGABANG – Memasuki musim kemarau, titik api kembali muncul di wilayah Kabupaten Landak, Rabu (28/7). Titik api diketahui berasal dari warga Kecamatan Mempawah Hulu yang membakar lahan seluas 0,5 Hektare.

Pj Danramil 07/Mempawah Hulu Serma Andut mengatakan, titik api pertama kali diketahui menurut pantauan satelit BMKG yang terletak di kecamatan Mempawah Hulu. Titik api berasal dari sejumlah warga yang membuka lahan dengan cara membakar di Dusun karya Bakti Desa Parigi.

“Patroli pengecekan titik api ini dilakukan dimana sebelumnya terdeteksi hotspot melalui satelit. Sehingga untuk memastikannya dilakukan pengecekan langsung dilapangan oleh personel Koramil 07/Mph Hulu,” ucap Serma Andut di Mempawah Hulu, Rabu.

Baca Juga :  Guru dan Lansia Sengah Temila Terima Vaksinasi

Ia mengatakan, berdasarkan pantauan Babinsa, Sertu Hb Waratmojo dan Serda Sukino ditemukan beberapa lahan bekas terbakar, sehingga petugas segera melakukan pencegahan agar tidak meluasnya pembakaran dan memberikan imbauan terhadap masyarakat.

“Dari hasil pengecekkan yang dilakukan oleh Babinsa didapati lahan yang terbakar, kebakaran berasal dari lahan masyarakat diperkirakan kebakaran kurang lebih seluas setengah hektar yang kondisinya sudah padam,” katanya.

Pj Danramil menyampaikan, upaya tersebut dilakukan agar masyarakat jangan melakukan pembakaran lahan sehingga kasus pembakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir

“Kami dari Koramil 07/Mph Hulu dalam menanggapi cuaca kemarau ini selalu siap siaga dan tetap semangat, Kita lakukan berbagai upaya pencegahan seperti patroli dan mengimbau pada masyarakat,” pungkasnya.(mif)

Baca Juga :  Janji Bangun Kembali SDN 19 Telayar

Most Read

Artikel Terbaru

/