alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Pedagang Terus Berjuang Dimasa Pandemi Covid-19

Masa pandemi Covid 19 tentunya berdampak bagi semua pihak, salah satunya bagi pedagang. Namun saat ini perlahan pedagang harus terus bangkit meningkatkan pendapatan perekonomiannya.

Danang Prasetyo / Sukadana

Senin, (30/11) pagi, satu persatu pedagang mulai membuka usahanya. Hampir setahun dimasa pandemi semua pihak mulai terasa berbeda. Mulai dari menurunnya pendapatan hingga harus gulung tikar usaha yang dirintisnya akibat virus mendunia ini.

Seperti yang diungkapkan penjaga warung kopi di Kota Sukadana, Kabupaten Kayong Utara Shahdzarul Ridzuan (21) yang sudah cukup lama berkerja di warung kopi mengaku sejak awal pandemi Covid 19 penghasilan menurun.

“Ia menurun, sejak pandemi. Ya mau bagimana lagi, kita harus menerima apa adanya, dan mau tidak mau harus dilakukan, dari pada tidak ada pemasukan sama sekali,”kata dia, Senin (30/11) saat di temui di G Coffee tempat ia berkerja.

Baca Juga :  Jaga Stok Pangan Saat Pandemi Corona, Petani Diminta Lanjutkan Tanam Padi

Ia mengungkapkan, sebelum pandemi penghasilan lumayan. Namun adanya Covid 19 ini ternyata berdampak pada penghasilan di tempat ia berkerja.

“Orang-orang mulai berkurang datang sejak pandemi, namum saat ini mulai perlahan pengunjung berdatangan, tentunya dengan protokol kesehatan, masker, cuci tangan, jaga jarak,”tambahnya.

Sebelum pandemi, lanjut dia peghasilan perhari rata-rata 500 ribu perhari. Namun saat ini pandemi berkurang menjadi
250. Tetapi saat ini perlahan mulai naik untuk omzetnya.

“Sebelum pandemi perhari biasanya 500 ribu, tetapi sejak pandemi 250 ribu saja. Untuk saat ini pelan-pelan sudah mulai naik lagi. Mudah-mudahan lah pandemi ini cepat berlalu,”doanya.

Sementara pedagang lainnya, menjual Batagor, Saipin mengatakan, saat pandemi ini penghasilan jelas menurun. Biasanya sebelum pandemi 700 ribu perhari, saat ini hanya 500 ribu disaat pandemi.

Baca Juga :  Tiga Musibah Kebakaran Dalam Satu Hari

“Sebelum pandemi lancar biasa waktu awal korona turun, sekarang normal. Omzet perhari rata-rata 700 ribu perhari, dan kalau pandemi 500 ribu. Alhamdulillah tidak pernah tutup, walau sedikit jualan, perharinya ya dikurangin,”katanya. **

Masa pandemi Covid 19 tentunya berdampak bagi semua pihak, salah satunya bagi pedagang. Namun saat ini perlahan pedagang harus terus bangkit meningkatkan pendapatan perekonomiannya.

Danang Prasetyo / Sukadana

Senin, (30/11) pagi, satu persatu pedagang mulai membuka usahanya. Hampir setahun dimasa pandemi semua pihak mulai terasa berbeda. Mulai dari menurunnya pendapatan hingga harus gulung tikar usaha yang dirintisnya akibat virus mendunia ini.

Seperti yang diungkapkan penjaga warung kopi di Kota Sukadana, Kabupaten Kayong Utara Shahdzarul Ridzuan (21) yang sudah cukup lama berkerja di warung kopi mengaku sejak awal pandemi Covid 19 penghasilan menurun.

“Ia menurun, sejak pandemi. Ya mau bagimana lagi, kita harus menerima apa adanya, dan mau tidak mau harus dilakukan, dari pada tidak ada pemasukan sama sekali,”kata dia, Senin (30/11) saat di temui di G Coffee tempat ia berkerja.

Baca Juga :  Berbagi Pengalaman Birokrasi di Kapuas Hulu

Ia mengungkapkan, sebelum pandemi penghasilan lumayan. Namun adanya Covid 19 ini ternyata berdampak pada penghasilan di tempat ia berkerja.

“Orang-orang mulai berkurang datang sejak pandemi, namum saat ini mulai perlahan pengunjung berdatangan, tentunya dengan protokol kesehatan, masker, cuci tangan, jaga jarak,”tambahnya.

Sebelum pandemi, lanjut dia peghasilan perhari rata-rata 500 ribu perhari. Namun saat ini pandemi berkurang menjadi
250. Tetapi saat ini perlahan mulai naik untuk omzetnya.

“Sebelum pandemi perhari biasanya 500 ribu, tetapi sejak pandemi 250 ribu saja. Untuk saat ini pelan-pelan sudah mulai naik lagi. Mudah-mudahan lah pandemi ini cepat berlalu,”doanya.

Sementara pedagang lainnya, menjual Batagor, Saipin mengatakan, saat pandemi ini penghasilan jelas menurun. Biasanya sebelum pandemi 700 ribu perhari, saat ini hanya 500 ribu disaat pandemi.

Baca Juga :  Cegah Sebaran Omicron, Gencarkan Operasi Yustisi di Daerah

“Sebelum pandemi lancar biasa waktu awal korona turun, sekarang normal. Omzet perhari rata-rata 700 ribu perhari, dan kalau pandemi 500 ribu. Alhamdulillah tidak pernah tutup, walau sedikit jualan, perharinya ya dikurangin,”katanya. **

Most Read

Bantuan Hibah Bangun SPN

Kapasitas RS Naik Lima Kali Lipat

Serapan Dunia Kerja Makin Tinggi

Artikel Terbaru

/