alexametrics
32 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

12 Desa Jadi Sasaran Percepatan Kemajuan

NGABANG – Sebanyak 12 desa di Kabupaten Landak menjadi sasaran percepatan peningkatan status kemajuan dan kemandirian desa pada 2021.

“Hal tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 579/DPMPD/2020 Tentang desa sasaran percepatan peningkatan status kemajuan dan kemandirian desa Provinsi Kalimanatan Barat Tahun 2021,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Landak, Mardimo di Ngabang, Senin (29/3).

Desa sasaran tersebut antara lain Desa Amboyo Inti di Kecamatan Ngabang, Sebadu di Mandor, Serimbu di Air Besar, Meranti dan Setolo di Meranti, Kuala Behe di Kuala Behe, Sebangki di Sebangki, Jelimpo di Jelimpo, Untang dan Semade di Banyuke Hulu, serta Sompak dan Galar di Sompak.

Mardimo berharap adanya komitmen bersama antara Kepala Desa terkait yang dibantu dengan pendamping desa maupun pendamping lokal desa dalam mengisi IDM, sehingga hasil yang ingin dicapai yaitu adanya peningkatan status perkembangan desa.

Baca Juga :  Tangani Pandemi dengan Beradaptasi Menuju Pola Hidup Baru         

“Harapannya ada komitmen bersama yang ingin kita capai yaitu adanya peningkatan status desa,” katanya.

Selain itu, Mardimo menjelaskan, berdasarkan hasil pengisian IDM yang dirilis tahun 2020 di kabupaten Landak dari 156 desa sampai saat ini masih terdapat tujuh desa dengan status sangat tertinggal diantaranya desa Sabaka (Kecamatan Mempawah Hulu), desa Ansolok (Kecamatan Mempawah Hulu), desa Moro Betung (Kecamatan Meranti), desa Ampadi (Kecamatan Meranti), desa Tahu (Kecamatan Meranti), desa Sejowet (Kecamatan Kuala Behe), dan desa Gamang (Kecamatan Banyuke Hulu).

Kepala Bidang Sosial Budaya, Bappeda Kabupaten Landak, Seno menyampaikan kepada para kades dan pendamping desa yang hadir agar bisa mengisi kuisioner IDM dengan benar sesuai dengan kondisi riil desanya masing-masing.

Baca Juga :  Hari Pertama Razia Operasi Pekat, 22 Orang Terjaring, 4 Sedang Pesta Narkoba

“Harapan Kami untuk kades dan pendamping desa bisa mengisi IDM secara riil desanya, jangan takut dan jangan malu terhadap kondisi desanya,” kata Seno.

Sementara itu, Bupati Landak Karolin Margret Natasa berharap di tahun berikutnya ada peningkatan status desa untuk Kabupaten Landak, dan tahun ini dirinya ingin desa-desa di Kabupaten Landak terbebas dari desa sangat tertinggal.

“Saya kembali ingatkan desa untuk memberikan data yang sebenarnya dalam mengisi IDM, Kita ingin adanya peningkatan status desa. Tahun depan Kabupaten Landak harus terbebas dari desa sangat tertinggal, dana desa dari pemerintah harus dimanfaatkan dengan bijak untuk membangun desa dan masyarakatnya,” pesan Karolin. (mif)

NGABANG – Sebanyak 12 desa di Kabupaten Landak menjadi sasaran percepatan peningkatan status kemajuan dan kemandirian desa pada 2021.

“Hal tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 579/DPMPD/2020 Tentang desa sasaran percepatan peningkatan status kemajuan dan kemandirian desa Provinsi Kalimanatan Barat Tahun 2021,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Landak, Mardimo di Ngabang, Senin (29/3).

Desa sasaran tersebut antara lain Desa Amboyo Inti di Kecamatan Ngabang, Sebadu di Mandor, Serimbu di Air Besar, Meranti dan Setolo di Meranti, Kuala Behe di Kuala Behe, Sebangki di Sebangki, Jelimpo di Jelimpo, Untang dan Semade di Banyuke Hulu, serta Sompak dan Galar di Sompak.

Mardimo berharap adanya komitmen bersama antara Kepala Desa terkait yang dibantu dengan pendamping desa maupun pendamping lokal desa dalam mengisi IDM, sehingga hasil yang ingin dicapai yaitu adanya peningkatan status perkembangan desa.

Baca Juga :  Resmikan Indomaret Pertama di Kabupaten Landak

“Harapannya ada komitmen bersama yang ingin kita capai yaitu adanya peningkatan status desa,” katanya.

Selain itu, Mardimo menjelaskan, berdasarkan hasil pengisian IDM yang dirilis tahun 2020 di kabupaten Landak dari 156 desa sampai saat ini masih terdapat tujuh desa dengan status sangat tertinggal diantaranya desa Sabaka (Kecamatan Mempawah Hulu), desa Ansolok (Kecamatan Mempawah Hulu), desa Moro Betung (Kecamatan Meranti), desa Ampadi (Kecamatan Meranti), desa Tahu (Kecamatan Meranti), desa Sejowet (Kecamatan Kuala Behe), dan desa Gamang (Kecamatan Banyuke Hulu).

Kepala Bidang Sosial Budaya, Bappeda Kabupaten Landak, Seno menyampaikan kepada para kades dan pendamping desa yang hadir agar bisa mengisi kuisioner IDM dengan benar sesuai dengan kondisi riil desanya masing-masing.

Baca Juga :  Komisi A DPRD Landak Undang OPD, Bahas RAPBD 2021

“Harapan Kami untuk kades dan pendamping desa bisa mengisi IDM secara riil desanya, jangan takut dan jangan malu terhadap kondisi desanya,” kata Seno.

Sementara itu, Bupati Landak Karolin Margret Natasa berharap di tahun berikutnya ada peningkatan status desa untuk Kabupaten Landak, dan tahun ini dirinya ingin desa-desa di Kabupaten Landak terbebas dari desa sangat tertinggal.

“Saya kembali ingatkan desa untuk memberikan data yang sebenarnya dalam mengisi IDM, Kita ingin adanya peningkatan status desa. Tahun depan Kabupaten Landak harus terbebas dari desa sangat tertinggal, dana desa dari pemerintah harus dimanfaatkan dengan bijak untuk membangun desa dan masyarakatnya,” pesan Karolin. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/