alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Hoaks, Anak Terlantar Viral

NGABANG – Polres Landak memastikan unggahan mengenai sosok anak terlantar di depan ruko di Ngabang, Kabupaten Landak yang viral di media sosial adalah hoaks.

Unggahan tertanggal 18 Desember 2019 tersebut menceritakan seorang anak yang tertidur hingga basah kuyup karena terkena air hujan. Ia disebut lari dari rumah karena sering dipukuli orang tuanya. Disebutkan pula bahwa sang anak telah diselamatkan oleh warga dengan mengantarkannya ke kantor polisi.

Pontianak Post menelusuri unggahan tersebut dengan menghubungi pemilik akun bernama Sisilia Christover. Namun tak ada jawaban. Kami pun mengonfirmasi perihal ini ke Kepala Sub Bagian Humas Polres Landak, Ipda Suliyanto. Ia menegaskan cerita tersebut ialah hoaks atau tidak benar. Hal tersebut berdasarkan hasil penelusuran tim cyber Polres Landak.

Baca Juga :  Warga Selutung Ditemukan Tewas Tergantung

Unggahan tersebut pertama kali diunggah bukan oleh warga Ngabang. Postingan tersebut pertama kali diunggah ke laman facebook oleh Sisilia Christover, warga Desa Sandai Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang.

“Kami menugaskan tim cyber untuk memastikan hal ini. Sepertinya hoax,” katanya kepada Pontianak Post, Senin (30/12). Kebenaran unggahan tersebut juga diragukan karena tidak adanya laporan yang masuk ke pihaknya atas peristiwa tersebut.

“Tidak ada laporan atau pengaduan di Polres Landak,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polsek Ngabang, Aiptu Irwanto juga menyangkal cerita tersebut. Menurut Irwan, pihaknya tak pernah menerima laporan adanya warga membawa seorang anak untuk diamankan di Polsek Ngabang pada 18 Desember lalu.

Baca Juga :  Pemkab Ajak Umat Perdalam ImanPemkab Ajak Umat Perdalam Iman

“Negatif. Polsek Ngabang belum pernah ada merasa menangani masalah tersebut,” katanya, Senin (30/12) lalu.

Menurutnya, begitu postingan tersebut viral di Ngabang, pihaknya sudah menulusuri kebenaran kabar tersebut. Akan tetapi, tak ada laporan dari personelnya di lapangan. Karena di postingan tersebut, menyebutkam bahwa sang anak diselamatkan dan dibawa ke kantor polisi.

“Sampai saat ini tidak ada cerita dengan narasi serupa di Polsek Ngabang. Kami sudah telusuri dan hasilnya nihil,” tegasnya. (mif)

NGABANG – Polres Landak memastikan unggahan mengenai sosok anak terlantar di depan ruko di Ngabang, Kabupaten Landak yang viral di media sosial adalah hoaks.

Unggahan tertanggal 18 Desember 2019 tersebut menceritakan seorang anak yang tertidur hingga basah kuyup karena terkena air hujan. Ia disebut lari dari rumah karena sering dipukuli orang tuanya. Disebutkan pula bahwa sang anak telah diselamatkan oleh warga dengan mengantarkannya ke kantor polisi.

Pontianak Post menelusuri unggahan tersebut dengan menghubungi pemilik akun bernama Sisilia Christover. Namun tak ada jawaban. Kami pun mengonfirmasi perihal ini ke Kepala Sub Bagian Humas Polres Landak, Ipda Suliyanto. Ia menegaskan cerita tersebut ialah hoaks atau tidak benar. Hal tersebut berdasarkan hasil penelusuran tim cyber Polres Landak.

Baca Juga :  Spesialis Mata Sudah Ada di RS Landak

Unggahan tersebut pertama kali diunggah bukan oleh warga Ngabang. Postingan tersebut pertama kali diunggah ke laman facebook oleh Sisilia Christover, warga Desa Sandai Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang.

“Kami menugaskan tim cyber untuk memastikan hal ini. Sepertinya hoax,” katanya kepada Pontianak Post, Senin (30/12). Kebenaran unggahan tersebut juga diragukan karena tidak adanya laporan yang masuk ke pihaknya atas peristiwa tersebut.

“Tidak ada laporan atau pengaduan di Polres Landak,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polsek Ngabang, Aiptu Irwanto juga menyangkal cerita tersebut. Menurut Irwan, pihaknya tak pernah menerima laporan adanya warga membawa seorang anak untuk diamankan di Polsek Ngabang pada 18 Desember lalu.

Baca Juga :  Personel TMMD Bersihkan Aliran Sungai Di Desa Tolok

“Negatif. Polsek Ngabang belum pernah ada merasa menangani masalah tersebut,” katanya, Senin (30/12) lalu.

Menurutnya, begitu postingan tersebut viral di Ngabang, pihaknya sudah menulusuri kebenaran kabar tersebut. Akan tetapi, tak ada laporan dari personelnya di lapangan. Karena di postingan tersebut, menyebutkam bahwa sang anak diselamatkan dan dibawa ke kantor polisi.

“Sampai saat ini tidak ada cerita dengan narasi serupa di Polsek Ngabang. Kami sudah telusuri dan hasilnya nihil,” tegasnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/