alexametrics
27 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Melawi Zona Merah, Satgas Kalbar Kirim Bantuan Obat-obatan

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) memberikan perhatian serius kepada Kabupaten Melawi yang kini masuk dalam zona risiko tinggi (merah) penularan Covid-19. Satgas Covid-19 Kalbar siap membantu dan memantau perkembangan agar zona risiko di daerah tersebut bisa berubah menjadi lebih baik.  Gubernur Kalbar Sutarmidji telah meminta Dinas Kesehatan Kalbar mengirimkan tim sekaligus membawa kebutuhan obat-obatan yang diperlukan ke Kabupaten Melawi. “Kalau tidak salah (tim provinsi) sudah berangkat dan kami terus pantau dan saya terus koordinasi dengan bupati,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Rabu (2/6).

Bupati Melawi sebagai Ketua Satgas Kabupaten menurutnya juga sudah mengeluarkan beberapa keputusan agar bisa mengendalikan angka penularan Covid-19 di daerah tersebut. Sepanjang masih bisa ditangani oleh Satgas daerah, Satgas provinsi menurutnya akan terus mengikuti perkembangannya. “Kalau sudah tidak, artinya sudah kewalahan insyallah Satgas provinsi akan turun,” ucapnya.  Intinya lanjut dia bupati harus tegas dengan keputusan yang sudah dikeluarkan. Seperti operasional kafe, warung kopi dan lain sebagainya hanya boleh beroperasi sampai pukul 20.00 WIB. Kebijakan ini harus terus dievaluasi. Jika angka keterjangkitan Covid-19 masih tinggi, bisa dibatas lagi sampai pukul 18.00 WIB.

“Intinya harus tetap tegas. Kemudian saya minta juga buat Satgas kantor. Jika pegawai bisa mencegah jangan sampai ada keterjangkitan di kantor kemudian keluarga mereka. Itu sangat membantu,” paparnya.  Selanjutnya protokol kesehatan harus tetap ditegakkan. Jika ada masyarakat yang tidak menggunakan masker ke luar rumah, bisa langsung ditindak. Ketika protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik, Midji sapaan akrabnya yakin penanganan bisa efektif.

“Nah kalau bisa perketat orang keluar harus pakai masker. Kalau tidak sanksi dan insyallah dalam satu minggu atau paling lama dua minggu Melawi akan keluar dari zona merah,” harapnya.  Selain itu Kabupaten Melawi diminta membatasi lalu lintas orang terutama antar daerah seperti dari Kalteng dan lain sebagainya. Bagi yang ingin masuk ke daerah tersebut bisa dites usap (swab) RT-PCR terlebih dahulu. Sampel pemeriksaan tes usap jika memang banyak bisa dikirim ke Kota Pontianak untuk dites di laboratorium milik provinsi.

“Misalnya mobile PCR yang punya Melawi tidak cukup, ambil sampel swab sebanyak-banyaknya kirim ke Pontianak. Kalau perlu ada kurir khusus yang tugasnya membawa itu (sampel tes) ke Pontianak, biar kami bantu untuk labnya,” pintanya. Alasan mengapa perlu dilaksanakan tes sebanyak-banyaknya menurut Midji adalah agar bisa dipisahkan antara masyarakat yang sudah terpapar Covid-19 dengan yang tidak. Selanjutnya untuk menjaga agar kandungan virus (viral load) dalam tubuh orang terpapar tidak semakin meningkat.  “Saya sudah suruh Pak Bupati (Melawi) siapakan tempat isolasi sebanyak-banyaknya. Kalau perlu koordinasi dengan TNI-Polri, kalau di rumah sudah ada tiga atau empat (positif), kluster rumah tangga isolasi di rumah saja, tapi dipantau dokter dikasih obat,” jelasnya.

Baca Juga :  Kejari Sanggau Luncurkan Mobil Layanan, Bisa Konsultasi Hukum Gratis dalam Suasana Santai

Sementara jika hanya satu orang dari anggota rumah tangga yang positif Covid-19 sementara rumahnya tidak memungkinankan sebagai tempat isolasi mandiri, maka lebih baik dibawa ke tempat yang disiapkan pemerintah. “Saya tanya Pak Bupati, mereka sudah siap,” tegasnya. Selain Kabupaten Melawi, Midji juga mengingatkan kepada Kabupaten Kubu Raya. Itu karena, angka kematian di daerah tersebut paling tinggi. “Kubu Raya itu hampir setiap hari di Rumah Sakit ada (meninggal). Ini karena Kubu Raya kurang melakukan tracing dan testing,” ujarnya.

Kabupaten Kubu Raya dikatakan dia jangan hanya berkutat pada masalah alat pemeriksaan Covid-19. Karena yang jelas diakui oleh dunia internasional serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) adalah pemeriksaan tes usap RT-PCR.  “PCR itulah yang paling efektif, antigen hanya bisa membaca CT sampai angka 29-30, 31 tidak bisa baca. GeNose lebih parah lagi, jangan sampai hanya percaya hasil GeNose tahu-tahu hasilnya positif dan semakin (parah) ini,” papar.

Orang nomor satu di Kalbar itu sekaligus mengimbau kepada masyarakat jika sudah merasakan gejala yang menjurus ke Covid-19 agar segera memeriksakan diri. Seperti demam, flu, hilang penciuman dan lainnya. “Cepat ke Puskesmas terdekat untuk di-swab, swab itu tidak apa-apa paling sakitnya setengah menit, setelah itu selesai,” imbuhnya.  Kondisi selama ini, karena takut untuk dites usap, rata-rata pasien Covid-19 yang sudah masuk ke RS adalah mereka yang sudah parah. Akhirnya harus menggunakan alat bantu pernapasan. “Kubu Raya (tes usap) kurang. Kalau Sambas mulai meningkat, sejak saya tegur sekarang Sambas sangat banyak ngirim (sampel). Nah yang paling banyak juga Landak, Sanggau, Sekadau, banyak ngirim,” terangnya.

Baca Juga :  Lahan Pemakaman Kian Sesak

Meski dampaknya akan semakin banyak ditemukan kasus positif Covid-19 bagi daerah yang banyak mengirim sampel, dikatakan Midji hal itu lebih baik karena akan memudahkan dalam penanganan. Dengan deteksi dini, kasus yang ditemukan pastinya bukan lagi kasus yang kandungan virusnya tinggi. Selanjutnya kandungan virus yang rendah akan mudah untuk disembuhkan.  “Kalau kandungan virus rendah ada lima atau 10, itukan tidak mengkhawatirkan. Tinggal diberi obat dipantau. Kalau sudah tinggi (kandungan virus) itu yang kami khawatir,” pungkasnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menjelaskan terkait Kabupaten Melawi, Satgas Covid-19 Kalbar telah mengeluarkan instruksi kepada Satgas Penanganan Covid-19 di kabupaten tersebut.  Ada 12 poin yang disampaikan di antaranya, pertama membatasi kegiatan sosial masyarakat yang dapat menimbulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan.Kedua membatasi kapasitas fasilitas umum hanya sampai lima puluh persen dari kapasitas maksimal. Ketiga membatasi jam operasional tempat-tempat umum, warung kopi, kafe, pusatperbelanjaan, hanya sampai pukul 20.00 WIB. Keempat membatasi tempat kerjaatau perkantoran dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar lima puluh persen dan Work From Office (WFO) sebesar lima puluh persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Kelima melarang operasional kendaraan antar provinsi, Melawi, Kalbar-Bukit Mas, Kalteng. Keenam melaksanakan kegiatan penemuan kasus suspek dan pelancakan kontak erat serta melakukan testing baik menggunakan tes rapid antigen maupun metode RT-PCR.Ketujuh melaksanakan isolasi mandiriatauterpusat pada kasus konfirmasi Covid-19 dengan pengawasan yang ketat.

Kedelapan, meniadakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah dan pendidikan lainnya di semua level.Kesembilan menambah kapasitas tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah.Kesepuluh menyiapkan peralatan, obat-obatan, bahan medis habis pakai dan tenaga kesehatan untuk mendukung operasional RS dalam penangananCovid-19. Kesebelas melaksanakan himbauan dan razia di tempat-tempat umum terhadap disiplinpelaksanaan protokol kesehatan.Dan yang terakhir melaksanakan percepatan vaksinasi Covid-19 terutama terhadap kelompok lansia.(bar)

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) memberikan perhatian serius kepada Kabupaten Melawi yang kini masuk dalam zona risiko tinggi (merah) penularan Covid-19. Satgas Covid-19 Kalbar siap membantu dan memantau perkembangan agar zona risiko di daerah tersebut bisa berubah menjadi lebih baik.  Gubernur Kalbar Sutarmidji telah meminta Dinas Kesehatan Kalbar mengirimkan tim sekaligus membawa kebutuhan obat-obatan yang diperlukan ke Kabupaten Melawi. “Kalau tidak salah (tim provinsi) sudah berangkat dan kami terus pantau dan saya terus koordinasi dengan bupati,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Rabu (2/6).

Bupati Melawi sebagai Ketua Satgas Kabupaten menurutnya juga sudah mengeluarkan beberapa keputusan agar bisa mengendalikan angka penularan Covid-19 di daerah tersebut. Sepanjang masih bisa ditangani oleh Satgas daerah, Satgas provinsi menurutnya akan terus mengikuti perkembangannya. “Kalau sudah tidak, artinya sudah kewalahan insyallah Satgas provinsi akan turun,” ucapnya.  Intinya lanjut dia bupati harus tegas dengan keputusan yang sudah dikeluarkan. Seperti operasional kafe, warung kopi dan lain sebagainya hanya boleh beroperasi sampai pukul 20.00 WIB. Kebijakan ini harus terus dievaluasi. Jika angka keterjangkitan Covid-19 masih tinggi, bisa dibatas lagi sampai pukul 18.00 WIB.

“Intinya harus tetap tegas. Kemudian saya minta juga buat Satgas kantor. Jika pegawai bisa mencegah jangan sampai ada keterjangkitan di kantor kemudian keluarga mereka. Itu sangat membantu,” paparnya.  Selanjutnya protokol kesehatan harus tetap ditegakkan. Jika ada masyarakat yang tidak menggunakan masker ke luar rumah, bisa langsung ditindak. Ketika protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik, Midji sapaan akrabnya yakin penanganan bisa efektif.

“Nah kalau bisa perketat orang keluar harus pakai masker. Kalau tidak sanksi dan insyallah dalam satu minggu atau paling lama dua minggu Melawi akan keluar dari zona merah,” harapnya.  Selain itu Kabupaten Melawi diminta membatasi lalu lintas orang terutama antar daerah seperti dari Kalteng dan lain sebagainya. Bagi yang ingin masuk ke daerah tersebut bisa dites usap (swab) RT-PCR terlebih dahulu. Sampel pemeriksaan tes usap jika memang banyak bisa dikirim ke Kota Pontianak untuk dites di laboratorium milik provinsi.

“Misalnya mobile PCR yang punya Melawi tidak cukup, ambil sampel swab sebanyak-banyaknya kirim ke Pontianak. Kalau perlu ada kurir khusus yang tugasnya membawa itu (sampel tes) ke Pontianak, biar kami bantu untuk labnya,” pintanya. Alasan mengapa perlu dilaksanakan tes sebanyak-banyaknya menurut Midji adalah agar bisa dipisahkan antara masyarakat yang sudah terpapar Covid-19 dengan yang tidak. Selanjutnya untuk menjaga agar kandungan virus (viral load) dalam tubuh orang terpapar tidak semakin meningkat.  “Saya sudah suruh Pak Bupati (Melawi) siapakan tempat isolasi sebanyak-banyaknya. Kalau perlu koordinasi dengan TNI-Polri, kalau di rumah sudah ada tiga atau empat (positif), kluster rumah tangga isolasi di rumah saja, tapi dipantau dokter dikasih obat,” jelasnya.

Baca Juga :  Angkat Tema Anak Yatim Gara-gara Covid-19 dan Pelajar Putus Sekolah

Sementara jika hanya satu orang dari anggota rumah tangga yang positif Covid-19 sementara rumahnya tidak memungkinankan sebagai tempat isolasi mandiri, maka lebih baik dibawa ke tempat yang disiapkan pemerintah. “Saya tanya Pak Bupati, mereka sudah siap,” tegasnya. Selain Kabupaten Melawi, Midji juga mengingatkan kepada Kabupaten Kubu Raya. Itu karena, angka kematian di daerah tersebut paling tinggi. “Kubu Raya itu hampir setiap hari di Rumah Sakit ada (meninggal). Ini karena Kubu Raya kurang melakukan tracing dan testing,” ujarnya.

Kabupaten Kubu Raya dikatakan dia jangan hanya berkutat pada masalah alat pemeriksaan Covid-19. Karena yang jelas diakui oleh dunia internasional serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) adalah pemeriksaan tes usap RT-PCR.  “PCR itulah yang paling efektif, antigen hanya bisa membaca CT sampai angka 29-30, 31 tidak bisa baca. GeNose lebih parah lagi, jangan sampai hanya percaya hasil GeNose tahu-tahu hasilnya positif dan semakin (parah) ini,” papar.

Orang nomor satu di Kalbar itu sekaligus mengimbau kepada masyarakat jika sudah merasakan gejala yang menjurus ke Covid-19 agar segera memeriksakan diri. Seperti demam, flu, hilang penciuman dan lainnya. “Cepat ke Puskesmas terdekat untuk di-swab, swab itu tidak apa-apa paling sakitnya setengah menit, setelah itu selesai,” imbuhnya.  Kondisi selama ini, karena takut untuk dites usap, rata-rata pasien Covid-19 yang sudah masuk ke RS adalah mereka yang sudah parah. Akhirnya harus menggunakan alat bantu pernapasan. “Kubu Raya (tes usap) kurang. Kalau Sambas mulai meningkat, sejak saya tegur sekarang Sambas sangat banyak ngirim (sampel). Nah yang paling banyak juga Landak, Sanggau, Sekadau, banyak ngirim,” terangnya.

Baca Juga :  Bantah Tak Serius Tangani Covid-19

Meski dampaknya akan semakin banyak ditemukan kasus positif Covid-19 bagi daerah yang banyak mengirim sampel, dikatakan Midji hal itu lebih baik karena akan memudahkan dalam penanganan. Dengan deteksi dini, kasus yang ditemukan pastinya bukan lagi kasus yang kandungan virusnya tinggi. Selanjutnya kandungan virus yang rendah akan mudah untuk disembuhkan.  “Kalau kandungan virus rendah ada lima atau 10, itukan tidak mengkhawatirkan. Tinggal diberi obat dipantau. Kalau sudah tinggi (kandungan virus) itu yang kami khawatir,” pungkasnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menjelaskan terkait Kabupaten Melawi, Satgas Covid-19 Kalbar telah mengeluarkan instruksi kepada Satgas Penanganan Covid-19 di kabupaten tersebut.  Ada 12 poin yang disampaikan di antaranya, pertama membatasi kegiatan sosial masyarakat yang dapat menimbulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan.Kedua membatasi kapasitas fasilitas umum hanya sampai lima puluh persen dari kapasitas maksimal. Ketiga membatasi jam operasional tempat-tempat umum, warung kopi, kafe, pusatperbelanjaan, hanya sampai pukul 20.00 WIB. Keempat membatasi tempat kerjaatau perkantoran dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar lima puluh persen dan Work From Office (WFO) sebesar lima puluh persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Kelima melarang operasional kendaraan antar provinsi, Melawi, Kalbar-Bukit Mas, Kalteng. Keenam melaksanakan kegiatan penemuan kasus suspek dan pelancakan kontak erat serta melakukan testing baik menggunakan tes rapid antigen maupun metode RT-PCR.Ketujuh melaksanakan isolasi mandiriatauterpusat pada kasus konfirmasi Covid-19 dengan pengawasan yang ketat.

Kedelapan, meniadakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah dan pendidikan lainnya di semua level.Kesembilan menambah kapasitas tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah.Kesepuluh menyiapkan peralatan, obat-obatan, bahan medis habis pakai dan tenaga kesehatan untuk mendukung operasional RS dalam penangananCovid-19. Kesebelas melaksanakan himbauan dan razia di tempat-tempat umum terhadap disiplinpelaksanaan protokol kesehatan.Dan yang terakhir melaksanakan percepatan vaksinasi Covid-19 terutama terhadap kelompok lansia.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/