alexametrics
30.6 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Terungkap!, Pembunuhan di Melawi Dilatarbelakangi Sakit Hati Ucapan Korban

MELAWI – Polres Melawi akhirnya berhasil mengamankan pelaku kasus penganiayaan dan pembunuhan yang terjadi di Desa Sidomulyo, Kecamatan nanga Pinoh yang sejak kemarin menghebohkan masyarakat.

Kapolres Melawi, AKBP Tris Supriadi mengungkapkan, ada sembilan saksi yang diperiksa baik dari pelapor serta saksi di tempat kejadian perkara. Dan akhirnya, mencuat kepada pelaku yang berinisial D.

Motif tersangka, lanjut Kapolres, berangkat dari kekesalan tersangka karena pernah membawa kendaraan roda dua selama tiga minggu tanpa izin. Saat dikembalikan, ada kata-kata yang menyinggung tersangka. Kemudian, disusul dengan kejadian lain, yang membuat tersangka menjadi sakit hati.

“Jadi motif utama sakit hati, hanya kata-kata dari korban tidak diterima baik oleh tersangka D ini,” ujar Kapolres Melawi saat rilis di Mapolres Melawi, Rabu (19/2).

Baca Juga :  Sang Ibu Jadi Saksi Kunci Pembunuhan Dua Anaknya

Kronologis pembunuhan, berawal dari tersangka D bertamu ke rumah korban dan meminta BPKB motor yang sudah digadai dan lunas. Kemudian, korban inisial W (Ibu dari dua anak yang meninggal,RED) mengambil BPKB tersebut yang ada di kamar. Saat mengambil BPKB, tersangka memukul korban inisal W ini dan pingsan. Sedangkan dua anaknya, inisial SP yang berumur 18 tahun dan AN yang berumur 4 tahun, tewas dibunuh tersangka D.

“Untuk barang bukti sudah kita amankan, yakni besi shock sepeda motor yang dipakai pelaku untuk menghabisi nyawa korban, yakni SP dan AN,” tegas Kapolres.

Akibat perbuatan tersangka, D akan dijerat pasal pembunuhan dan penganiayaan dengan Paal 80 ayat 3 UU RI nomor 35 tentang perlindungan anak serta pasal 340 KUHP dan pasal 338 serta pasal 351 KUHP.

Baca Juga :  Capaian Pendataan Keluarga di Melawi Masih Rendah

“Ancaman pidananya 20 tahun penjara,” pungkasnya. (fds)

MELAWI – Polres Melawi akhirnya berhasil mengamankan pelaku kasus penganiayaan dan pembunuhan yang terjadi di Desa Sidomulyo, Kecamatan nanga Pinoh yang sejak kemarin menghebohkan masyarakat.

Kapolres Melawi, AKBP Tris Supriadi mengungkapkan, ada sembilan saksi yang diperiksa baik dari pelapor serta saksi di tempat kejadian perkara. Dan akhirnya, mencuat kepada pelaku yang berinisial D.

Motif tersangka, lanjut Kapolres, berangkat dari kekesalan tersangka karena pernah membawa kendaraan roda dua selama tiga minggu tanpa izin. Saat dikembalikan, ada kata-kata yang menyinggung tersangka. Kemudian, disusul dengan kejadian lain, yang membuat tersangka menjadi sakit hati.

“Jadi motif utama sakit hati, hanya kata-kata dari korban tidak diterima baik oleh tersangka D ini,” ujar Kapolres Melawi saat rilis di Mapolres Melawi, Rabu (19/2).

Baca Juga :  Sang Ibu Jadi Saksi Kunci Pembunuhan Dua Anaknya

Kronologis pembunuhan, berawal dari tersangka D bertamu ke rumah korban dan meminta BPKB motor yang sudah digadai dan lunas. Kemudian, korban inisial W (Ibu dari dua anak yang meninggal,RED) mengambil BPKB tersebut yang ada di kamar. Saat mengambil BPKB, tersangka memukul korban inisal W ini dan pingsan. Sedangkan dua anaknya, inisial SP yang berumur 18 tahun dan AN yang berumur 4 tahun, tewas dibunuh tersangka D.

“Untuk barang bukti sudah kita amankan, yakni besi shock sepeda motor yang dipakai pelaku untuk menghabisi nyawa korban, yakni SP dan AN,” tegas Kapolres.

Akibat perbuatan tersangka, D akan dijerat pasal pembunuhan dan penganiayaan dengan Paal 80 ayat 3 UU RI nomor 35 tentang perlindungan anak serta pasal 340 KUHP dan pasal 338 serta pasal 351 KUHP.

Baca Juga :  Panji: Corona Bukan Aib

“Ancaman pidananya 20 tahun penjara,” pungkasnya. (fds)

Most Read

Artikel Terbaru

/