alexametrics
25 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Bantu Nelayan Jongkat

GALAHERANG

PRIHATIN dengan nasib nelayan di Kecamatan Jongkat, Polsek Siantan berinisiatif menyalurkan bantuan sembako. Bantuan diserahkan langsung Kapolsek, Iptu Rahmad Kartono, kepada lima orang nelayan setempat, Sabtu (30/1) pagi di Mapolsek Siantan.

“Bantuan ini sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan kita kepada para nelayan di Jongkat. Karena, belakangan ini para nelayan tidak dapat beraktivitas melaut secara maksimal,” kata Rahmad.

Menurut Kapolsek, salah satu faktor tak maksimalnya aktivitas melaut disebabkan cuaca ekstrem. Menurutnya, angin kencang kerap menerjang perairan Kalbar hingga memicu gelombang tinggi.

“Akibatnya hasil tangkapan nelayan sangat berkurang dan berdampak terhadap perekonomian keluarga. Kita semua dapat merasakan kesulitan yang dirasakan masyarakat nelayan,” lirihnya.

Baca Juga :  PGRI Mempawah Hilir Bantu Duafa dan Pesantren

Kapolsek menyebut, bantuan diberikan kepada lima nelayan yang  dinilai layak mendapatkannya. Termasuk satu orang nelayan bernama Helmi yang diketahui dia ternyata seorang tuna daksa atau disabilitas fisik.

“Mudah-mudahan sedikit bantuan ini dapat membantu meringankan beban hidup masyarakat nelayan. Terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian rumah tangga,” harapnya.

Ke depan, Kapolsek mengimbau para nelayan tetap besabar dan tidak memaksakan diri untuk berangkat melaut ditengah cuaca ekstrem. Sebab, diingatkan dia bahwa tindakan tersebut dapat mengancam keselamatan nelayan.

“Kami imbau nelayan tidak berangkat melaut ditengah cuaca ekstrem. Sebaiknya menunggu cuaca kembali normal, barulah beraktivitas mencari ikan di laut. Karena, keselamatan adalah prioritas utama,” pesan Kapolsek mengakhiri. (wah)

GALAHERANG

PRIHATIN dengan nasib nelayan di Kecamatan Jongkat, Polsek Siantan berinisiatif menyalurkan bantuan sembako. Bantuan diserahkan langsung Kapolsek, Iptu Rahmad Kartono, kepada lima orang nelayan setempat, Sabtu (30/1) pagi di Mapolsek Siantan.

“Bantuan ini sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan kita kepada para nelayan di Jongkat. Karena, belakangan ini para nelayan tidak dapat beraktivitas melaut secara maksimal,” kata Rahmad.

Menurut Kapolsek, salah satu faktor tak maksimalnya aktivitas melaut disebabkan cuaca ekstrem. Menurutnya, angin kencang kerap menerjang perairan Kalbar hingga memicu gelombang tinggi.

“Akibatnya hasil tangkapan nelayan sangat berkurang dan berdampak terhadap perekonomian keluarga. Kita semua dapat merasakan kesulitan yang dirasakan masyarakat nelayan,” lirihnya.

Baca Juga :  Keluhkan Harga Pakan Mahal

Kapolsek menyebut, bantuan diberikan kepada lima nelayan yang  dinilai layak mendapatkannya. Termasuk satu orang nelayan bernama Helmi yang diketahui dia ternyata seorang tuna daksa atau disabilitas fisik.

“Mudah-mudahan sedikit bantuan ini dapat membantu meringankan beban hidup masyarakat nelayan. Terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian rumah tangga,” harapnya.

Ke depan, Kapolsek mengimbau para nelayan tetap besabar dan tidak memaksakan diri untuk berangkat melaut ditengah cuaca ekstrem. Sebab, diingatkan dia bahwa tindakan tersebut dapat mengancam keselamatan nelayan.

“Kami imbau nelayan tidak berangkat melaut ditengah cuaca ekstrem. Sebaiknya menunggu cuaca kembali normal, barulah beraktivitas mencari ikan di laut. Karena, keselamatan adalah prioritas utama,” pesan Kapolsek mengakhiri. (wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/