alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Polisi dan Marhanlan Turun ke Titik Api

MEMPAWAH – Jajaran Polres Mempawah melakukan peninjauan dan pemeriksaan lokasi titik api di wilayah hukumnya. Di sejumlah lokasi, kegiatan itu dipimpin langsung Kapolres, AKBP Fauzan Sukmawansyah, S.Ik, MH, Jumat (26/2) siang. Polisi sekaligus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran. Salah satu lokasi titik api yang didatangi yakni Dusun Tekam Baru, Desa Pasir Palembang, Kecamatan Mempawah  Timur. Kapolres didampingi Danyon Marhanlan XII Pontianak, Mayor Anton Kurniawan beserta jajaran Polres Mempawah ikut membantu upaya pemadaman karhutla di lokasi itu.

“Upaya pemadaman telah dilakukan sejak pagi hingga sore hari. Dan hasilnya, api sudah mulai padam dan bisa dikendalikan. Semoga tidak ada muncul titik api baru. Mengingat lahan gambut sangat mudah tebakar,” harap Kapolres.

Kapolres menyebut, petugas menemukan sejumlah kendala dalam penanggulangan karhutla di Desa Pasir Palembang. Yakni kekurangan sumber air dan tiupan angin kencang. Sehingga api cepat meluas ke lahan-lahan sekitarnya. “Untuk kesiapan personil dan peralatan tidak ada masalah. Namun, kendala di lapangan tidak ada sumber air dan angin kencang,” tuturnya.

Lebih jauh, Kapolres mengungkapkan, berdasarkan keterangan warga titik api berasal dari  lahan kosong milik masyarakat Desa Sui Bakau Kecil yang terbakar pada Kamis (26/2) siang. Kurang lebih 2 ha lahan yang terletak di Dusun Tekam Baru, Rt 014/Rw 006, Desa Pasir Palembang itu terbakar. “Kita masih menyelidiki penyebab kebakaran di Desa Pasir Palembang, Kecamatan Mempawah Timur. Dari informasi masyarakat, diduga ada oknum yang membakar lahan di sekitarnya sini. Nanti kita tunggu hasil penyelidikan untuk mengungkap siapa oknum tersebut,” tegas Fauzan.

Baca Juga :  Inspektorat Ungkap Penyebab Ambruknya Kantor Desa, Kerugian Negara Capai Rp 759 Juta

Sementara itu, Danyonmarhanlan XII Mayor Marinir Anton Koerniawan,M.Tr.Opska berpesan kepada prajurit baret ungu yang tergabung dalam Satgas Karhutla Kabupaten Mempawah agar melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan maksimal. “Tugas kalian bukan sekedar memadamkan api, melainkan juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Agar, sehingga tidak mengganggu visibility baik di darat, udara maupun perairan. Sebab, dampak karhutla berupa kabut asap dapat mengganggu aktivitas masyarakat,” tuturnya.

Di tempat terpisah, jajaran Polsek Sungai Pinyuh turut melakukan pengecekan titik api dan upaya pemadaman di lokasi PT. Peniti Sungai Purun (PSP) di Desa Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh. Penanganan dipimpin oleh Kapolsek Sungai Pinyuh, Kompol B.Sembiring, SH, MH.  “Ada tiga lokasi titik api yang kita pantau yakni, Dusun IV Desa Nusapati dengan kondisi api sudah padam. Kemudian, kebun PT. PSP Abdeling 3 perbatasan antara Kebun Purun Utara (KPU) dan Kebun Purun Selatan(KPS), Desa Nusapati. Luas lahan terbakar kurang lebih 0,3 ha serta lokasi D42 PT PSP,” paparnya.

Baca Juga :  Karhutla Hanguskan SDN 19 Telayar

Peninjauan juga dilaksanakan jajaran Polsek Segedong. Kapolsek, Iptu Didik Darman Putra memimpin anak buahnya menuju ke sejumlah lokasi titik api di Desa Peniti Besar, Peniti Dalam II, Peniti Besar dan Sungai Purun Besar. “Di Desa Peniti Besar, ditemukan dua lahan tebakar milik Samilin seluas 2 ha, dan Sayni seluas 5 ha. Kami menempuh jarak 11 km. Jarak 10 km bisa dilewati kendaraan darat, sedangkan 1 km harus berjalan kaki,” ujarnya.

Kemudian, Kapolsek dan jajarannya bergerak menuju ke Parit Medang Keran, Desa Peniti Dalam II. Petugas mendata enam orang selaku pemilik lahan terbakar di daerah itu. Dengan total luas lahan yang terbakar kurang lebih 20 ha. “Kita sudah mendata dan melakukan penanggulangan terhadap lahan yang terbakar,” sebutnya. Selanjutnya, Polsek Segedong meninjau titik api di Desa Peniti Besar. Petugas mendapati 3 ha lahan terbakar di Parit Lurah, Dusun Karya Bersama RT 004/RW 008. Petugas melakukan pemadaman dengan menggunakan alat semprot manual. “Terakhir, kami mendatangi lokasi Parit Pelita, Dusun Pelita, Desa Sungai Purun Besar. Lahan yang terbakar kurang lebih 2 ha, milik Niman,” pungkasnya.(wah)

MEMPAWAH – Jajaran Polres Mempawah melakukan peninjauan dan pemeriksaan lokasi titik api di wilayah hukumnya. Di sejumlah lokasi, kegiatan itu dipimpin langsung Kapolres, AKBP Fauzan Sukmawansyah, S.Ik, MH, Jumat (26/2) siang. Polisi sekaligus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran. Salah satu lokasi titik api yang didatangi yakni Dusun Tekam Baru, Desa Pasir Palembang, Kecamatan Mempawah  Timur. Kapolres didampingi Danyon Marhanlan XII Pontianak, Mayor Anton Kurniawan beserta jajaran Polres Mempawah ikut membantu upaya pemadaman karhutla di lokasi itu.

“Upaya pemadaman telah dilakukan sejak pagi hingga sore hari. Dan hasilnya, api sudah mulai padam dan bisa dikendalikan. Semoga tidak ada muncul titik api baru. Mengingat lahan gambut sangat mudah tebakar,” harap Kapolres.

Kapolres menyebut, petugas menemukan sejumlah kendala dalam penanggulangan karhutla di Desa Pasir Palembang. Yakni kekurangan sumber air dan tiupan angin kencang. Sehingga api cepat meluas ke lahan-lahan sekitarnya. “Untuk kesiapan personil dan peralatan tidak ada masalah. Namun, kendala di lapangan tidak ada sumber air dan angin kencang,” tuturnya.

Lebih jauh, Kapolres mengungkapkan, berdasarkan keterangan warga titik api berasal dari  lahan kosong milik masyarakat Desa Sui Bakau Kecil yang terbakar pada Kamis (26/2) siang. Kurang lebih 2 ha lahan yang terletak di Dusun Tekam Baru, Rt 014/Rw 006, Desa Pasir Palembang itu terbakar. “Kita masih menyelidiki penyebab kebakaran di Desa Pasir Palembang, Kecamatan Mempawah Timur. Dari informasi masyarakat, diduga ada oknum yang membakar lahan di sekitarnya sini. Nanti kita tunggu hasil penyelidikan untuk mengungkap siapa oknum tersebut,” tegas Fauzan.

Baca Juga :  Inspektorat Ungkap Penyebab Ambruknya Kantor Desa, Kerugian Negara Capai Rp 759 Juta

Sementara itu, Danyonmarhanlan XII Mayor Marinir Anton Koerniawan,M.Tr.Opska berpesan kepada prajurit baret ungu yang tergabung dalam Satgas Karhutla Kabupaten Mempawah agar melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan maksimal. “Tugas kalian bukan sekedar memadamkan api, melainkan juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Agar, sehingga tidak mengganggu visibility baik di darat, udara maupun perairan. Sebab, dampak karhutla berupa kabut asap dapat mengganggu aktivitas masyarakat,” tuturnya.

Di tempat terpisah, jajaran Polsek Sungai Pinyuh turut melakukan pengecekan titik api dan upaya pemadaman di lokasi PT. Peniti Sungai Purun (PSP) di Desa Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh. Penanganan dipimpin oleh Kapolsek Sungai Pinyuh, Kompol B.Sembiring, SH, MH.  “Ada tiga lokasi titik api yang kita pantau yakni, Dusun IV Desa Nusapati dengan kondisi api sudah padam. Kemudian, kebun PT. PSP Abdeling 3 perbatasan antara Kebun Purun Utara (KPU) dan Kebun Purun Selatan(KPS), Desa Nusapati. Luas lahan terbakar kurang lebih 0,3 ha serta lokasi D42 PT PSP,” paparnya.

Baca Juga :  Bupati Cek Pasar Sebukit Rama 

Peninjauan juga dilaksanakan jajaran Polsek Segedong. Kapolsek, Iptu Didik Darman Putra memimpin anak buahnya menuju ke sejumlah lokasi titik api di Desa Peniti Besar, Peniti Dalam II, Peniti Besar dan Sungai Purun Besar. “Di Desa Peniti Besar, ditemukan dua lahan tebakar milik Samilin seluas 2 ha, dan Sayni seluas 5 ha. Kami menempuh jarak 11 km. Jarak 10 km bisa dilewati kendaraan darat, sedangkan 1 km harus berjalan kaki,” ujarnya.

Kemudian, Kapolsek dan jajarannya bergerak menuju ke Parit Medang Keran, Desa Peniti Dalam II. Petugas mendata enam orang selaku pemilik lahan terbakar di daerah itu. Dengan total luas lahan yang terbakar kurang lebih 20 ha. “Kita sudah mendata dan melakukan penanggulangan terhadap lahan yang terbakar,” sebutnya. Selanjutnya, Polsek Segedong meninjau titik api di Desa Peniti Besar. Petugas mendapati 3 ha lahan terbakar di Parit Lurah, Dusun Karya Bersama RT 004/RW 008. Petugas melakukan pemadaman dengan menggunakan alat semprot manual. “Terakhir, kami mendatangi lokasi Parit Pelita, Dusun Pelita, Desa Sungai Purun Besar. Lahan yang terbakar kurang lebih 2 ha, milik Niman,” pungkasnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/