alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Keluhkan Pajak CPO Masih Nol Rupiah

MEMPAWAH – Bupati Mempawah, Erlina mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mempawah belum menerima pajak ekspor CPO yang diangkut melalui Pelabuhan Terminal Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit. Dia mengeluhkan kontribusi pajak CPO terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih nol rupiah.

“Sejak dimulainya aktivitas ekspor CPO melalui Pelabuhan Kijing di Sungai Kunyit, Pemerintah Kabupaten Mempawah belum menerima satu rupiah pun pajaknya,” sesal Erlina di hadapan Kakanwil Ditjen Pembendaharaan Provinsi Kalbar, Imik Eko Putro, saat penyerahan piagam penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI di Kantor Bupati Mempawah, pekan lalu.

Pemkab, menurut dia, telah berupaya meminta kejelasan terkait operasional Pelabuhan Kijing yang melakukan aktivitas bongkar muat CPO di lokasi tersebut. “Setiap kami tanyakan, mereka selalu beralasan belum resmi (operasional Pelabuhan Kijing). Masih dalam tahap percobaan yang sudah dimulai sejak tahun 2020 lalu,” tuturnya.

Baca Juga :  Setiap Hari Puluhan Jeriken Ludes Diborong

Menurut Erlina, kegiatan ekspor CPO di Pelabuhan Terminal Kijing itu dilaksanakan oleh PT. Energi Unggul Persada (EUP) dan beberapa pihak terkait lainnya. Padahal, dia meyakini, kegiatan ekspor tersebut bernilai tinggi.

“Saya yakin ekspor CPO yang dilakukan PT. EUP berskala besar. Namun, sayangnya sampai sekarang tidak ada kontribusi apapun yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Mempawah terhadap kegiatan tersebut,” cecarnya.

Dia berharap Pelabuhan Terminal Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit dapat segera diresmikan. Sehingga, operasional pelabuhan mendapatkan legalitas dan terkontrol dengan baik, hingga diharapkan dia, dapat memberikan dampak positif terhadap kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mempawah.

“Mudah-mudahan tahun 2022 nanti sudah diresmikan operasionalnya hingga kegiatan pelabuhan dapat dikenakan pajak dan berkontribusi terhadap peningkatan PAD Kabupaten Mempawah,” ungkapnya mengakhiri. (wah)

MEMPAWAH – Bupati Mempawah, Erlina mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mempawah belum menerima pajak ekspor CPO yang diangkut melalui Pelabuhan Terminal Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit. Dia mengeluhkan kontribusi pajak CPO terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih nol rupiah.

“Sejak dimulainya aktivitas ekspor CPO melalui Pelabuhan Kijing di Sungai Kunyit, Pemerintah Kabupaten Mempawah belum menerima satu rupiah pun pajaknya,” sesal Erlina di hadapan Kakanwil Ditjen Pembendaharaan Provinsi Kalbar, Imik Eko Putro, saat penyerahan piagam penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI di Kantor Bupati Mempawah, pekan lalu.

Pemkab, menurut dia, telah berupaya meminta kejelasan terkait operasional Pelabuhan Kijing yang melakukan aktivitas bongkar muat CPO di lokasi tersebut. “Setiap kami tanyakan, mereka selalu beralasan belum resmi (operasional Pelabuhan Kijing). Masih dalam tahap percobaan yang sudah dimulai sejak tahun 2020 lalu,” tuturnya.

Baca Juga :  Praktik Pungli Bansos Lansia

Menurut Erlina, kegiatan ekspor CPO di Pelabuhan Terminal Kijing itu dilaksanakan oleh PT. Energi Unggul Persada (EUP) dan beberapa pihak terkait lainnya. Padahal, dia meyakini, kegiatan ekspor tersebut bernilai tinggi.

“Saya yakin ekspor CPO yang dilakukan PT. EUP berskala besar. Namun, sayangnya sampai sekarang tidak ada kontribusi apapun yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Mempawah terhadap kegiatan tersebut,” cecarnya.

Dia berharap Pelabuhan Terminal Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit dapat segera diresmikan. Sehingga, operasional pelabuhan mendapatkan legalitas dan terkontrol dengan baik, hingga diharapkan dia, dapat memberikan dampak positif terhadap kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mempawah.

“Mudah-mudahan tahun 2022 nanti sudah diresmikan operasionalnya hingga kegiatan pelabuhan dapat dikenakan pajak dan berkontribusi terhadap peningkatan PAD Kabupaten Mempawah,” ungkapnya mengakhiri. (wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/