alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

16.050 KPM Terima BSB PPKM

MEMPAWAH – Pemerintah menyalurkan Bantuan Sosial Beras (BSB) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) melalui Kantor Pos. Di Kabupaten Mempawah, sebanyak 16.050 Keluarga Penerima Manfaat  (KPM) tercatat sebagai penerima bantuan beras 10 kg yang dimulai sejak 28 Juli-2 Agustus itu. Minggu (1/8) pagi penyaluran BSB berlangsung di Kantor Pos Sungai Pinyuh, Toho, Anjongan dan beberapa kecamatan lainnya. Ratusan masyarakat mengantri untuk mendapatkan bantuan dalam rangka penanganan dan penanggulangan pandemi Covid-19 ini.

Kepala Bidang Sosial, Dinas SPPPAPMPD Kabupaten Mempawah, Heru Agung YA mengungkapkan, total penerima BSB PPKM sebanyak 16.050 KPM. Terdiri dari 7.650 penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dan 8.400 KPM Program Keluarga Harapan (PKH).  “Dengan begitu, penerima BST bulan Mei dan Juni akan mendapatkan uang tunai Rp 600 ribu dan beras 10 kg. Sedangkan KPM penerima PKH hanya akan mendapatkan beras 10 kg saja,” jelas Heru Agung.

Baca Juga :  Apresiasi Sinergitas Antar-Muspida

Heru mengatakan, dalam proses penyaluran BSB PPKM ini pemerintah menunjuk Bulog dan Kantor Pos sebagai transporternya. Karena itu, penyaluran dilakukan oleh masing-masing Kantor Pos di tiap kecamatan di Kabupaten Mempawah.  “Kami diminta oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Dalam Negeri untuk mempercepat penyaluran BSB PPKM. Sedangkan datanya diperoleh dari Bulog selaku penyalur dan Kantor Pos sebagai transporter,” ucapnya.

Lebih jauh, Heru Agung mengingatkan agar penyaluran BSB di Kantor Pos ditiap kecamatan agar memperhatikan prokes Covid-19 secara ketat. Agar, proses penyalurannya berjalan tertib dan lancar.  “Kami sudah menghimbau dan mengingatkan masyarakat agar senantiasa mematuhi prokes Covid-19. Terutama memakai masker dan menjaga jarak serta hindari kerumunan,” sebutnya. Terkait laporan masyarakat tentang adanya nama penerima BST yang menghilang dari daftar penerima bantuan pada Mei dan Juni, Heru Agung tak menampiknya. Pihaknya mengaku sedang melakukan pengecekan dan konfirmasi ke pusat.

Baca Juga :  PGRI Mempawah Hilir Bantu Duafa dan Pesantren

“Memang benar, kami mendapatkan pengaduan dari masyarakat yang namanya menghilang dari penerima BST bulan Mei dan Juni 2021 ini. Bahkan, ada penambahan BST baru dari daftar penerima bulan Mei dan Juni,” timpalnya. Heru mengaku sudah melaporkan pengaduan tersebut ke Kementrian Sosial RI. Dia berharap persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga tidak menjadi polemik berkepanjangan di masyarakat.  “Terkait persoalan ini, kami ditingkat kabupaten tidak mengetahuinya. Sebab, sampai sekarang tidak ada pemberitahuan atau petunjuk dari Kemensos RI atas perubahan nama penerima BST tahun 2021,” tegasnya mengakhiri.(wah)

MEMPAWAH – Pemerintah menyalurkan Bantuan Sosial Beras (BSB) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) melalui Kantor Pos. Di Kabupaten Mempawah, sebanyak 16.050 Keluarga Penerima Manfaat  (KPM) tercatat sebagai penerima bantuan beras 10 kg yang dimulai sejak 28 Juli-2 Agustus itu. Minggu (1/8) pagi penyaluran BSB berlangsung di Kantor Pos Sungai Pinyuh, Toho, Anjongan dan beberapa kecamatan lainnya. Ratusan masyarakat mengantri untuk mendapatkan bantuan dalam rangka penanganan dan penanggulangan pandemi Covid-19 ini.

Kepala Bidang Sosial, Dinas SPPPAPMPD Kabupaten Mempawah, Heru Agung YA mengungkapkan, total penerima BSB PPKM sebanyak 16.050 KPM. Terdiri dari 7.650 penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dan 8.400 KPM Program Keluarga Harapan (PKH).  “Dengan begitu, penerima BST bulan Mei dan Juni akan mendapatkan uang tunai Rp 600 ribu dan beras 10 kg. Sedangkan KPM penerima PKH hanya akan mendapatkan beras 10 kg saja,” jelas Heru Agung.

Baca Juga :  Bantu Yatim dan Dhuafa

Heru mengatakan, dalam proses penyaluran BSB PPKM ini pemerintah menunjuk Bulog dan Kantor Pos sebagai transporternya. Karena itu, penyaluran dilakukan oleh masing-masing Kantor Pos di tiap kecamatan di Kabupaten Mempawah.  “Kami diminta oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Dalam Negeri untuk mempercepat penyaluran BSB PPKM. Sedangkan datanya diperoleh dari Bulog selaku penyalur dan Kantor Pos sebagai transporter,” ucapnya.

Lebih jauh, Heru Agung mengingatkan agar penyaluran BSB di Kantor Pos ditiap kecamatan agar memperhatikan prokes Covid-19 secara ketat. Agar, proses penyalurannya berjalan tertib dan lancar.  “Kami sudah menghimbau dan mengingatkan masyarakat agar senantiasa mematuhi prokes Covid-19. Terutama memakai masker dan menjaga jarak serta hindari kerumunan,” sebutnya. Terkait laporan masyarakat tentang adanya nama penerima BST yang menghilang dari daftar penerima bantuan pada Mei dan Juni, Heru Agung tak menampiknya. Pihaknya mengaku sedang melakukan pengecekan dan konfirmasi ke pusat.

Baca Juga :  PGRI Mempawah Hilir Bantu Duafa dan Pesantren

“Memang benar, kami mendapatkan pengaduan dari masyarakat yang namanya menghilang dari penerima BST bulan Mei dan Juni 2021 ini. Bahkan, ada penambahan BST baru dari daftar penerima bulan Mei dan Juni,” timpalnya. Heru mengaku sudah melaporkan pengaduan tersebut ke Kementrian Sosial RI. Dia berharap persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga tidak menjadi polemik berkepanjangan di masyarakat.  “Terkait persoalan ini, kami ditingkat kabupaten tidak mengetahuinya. Sebab, sampai sekarang tidak ada pemberitahuan atau petunjuk dari Kemensos RI atas perubahan nama penerima BST tahun 2021,” tegasnya mengakhiri.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/