alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Siaga Darurat Bencana Hingga April

Waspada Curah Hujan Meningkat

MEMPAWAH – Meski banjir telah berlalu, status Kabupaten Mempawah masih siaga darurat bencana hingga april nanti. Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengaku terus melakukan monitoring dan pengawasan terhadap potensi bencana di lingkungan masyarakat.

“Untuk status bencana belum dicabut. Statusnya masih siaga darurat bencana yang telah ditetapkan sejak tanggal 18 Desember 2019 hingga 30 April nanti,” terang Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto, Kamis (2/1) sore di Mempawah.

Didik mengatakan, saat ini intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Mempawah masih cukup tinggi. Kondisi itu berpotensi memicu terjadinya bencana banjir dilingkungan masyarakat. Terlebih pada beberapa wilayah yang rawan banjir. “Dalam kondisi sekarang, potensi banjir tetap ada. Terutama pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Mempawah. Seperti Dusun Telayar, Desa Pasir dan beberapa daerah lainnya,” papar Didik.

Baca Juga :  Wagub Serukan Umat Islam Jaga Persatuan

Disamping banjir, Didik menyebut bencana alam seperti tanah longsor dan angin puting beliung cukup berpotensi terjadi di Kabupaten Mempawah. Karena itu, dia mengingatkan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan. Terutama pada wilayah yang berpotensi mengalami bencana.

“Petugas selalu melakukan monitoring dilapangan. Khususnya pada daerah-daerah rawan banjir, selalu kita awasi situasinya. Jika memang terjadi peningkatan volume air, maka langsung kita antisipasi secara maksimal,” tuturnya.

Hingga kini, Didik memastikan belum ada laporan masyarakat terkait bencana alam di wilayah Kabupaten Mempawah. Dia berharap, kedepan tidak ada daerah yang terdampak bencana alam di wilayah itu.

“Mudah-mudahan tidak ada lingkungan masyarakat yang tertimpa musibah bencana alam. Kalau pun terjadi, mudah-mudahan tidak terlalu memburuk dan bisa kita tanggulangi dengan baik,” harapnya.

Baca Juga :  Ratusan Ikan Cupang Ikut Kontes di Sui Pinyuh

Penghujung tahun 2019 lalu, sejumlah wilayah di Kabupaten Mempawah terendam banjir. Seperti Dusun Telayar dan Dusun Tekam di Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur. Kemudian, Dusun Sebukit Rama, Pasir Tengah dan Dusun Suap di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir.

Ketinggian air mencapai 70 hingga 100 centimeter. Banjir yang berlangsung kurang lebih dua pekan itu merendam ratusan warga dan menimbulkan kerusakan terhadap tanaman, ternak hingga infrastruktur jalan yang ada di lingkungan masyarakat setempat. (wah)

 

Waspada Curah Hujan Meningkat

MEMPAWAH – Meski banjir telah berlalu, status Kabupaten Mempawah masih siaga darurat bencana hingga april nanti. Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengaku terus melakukan monitoring dan pengawasan terhadap potensi bencana di lingkungan masyarakat.

“Untuk status bencana belum dicabut. Statusnya masih siaga darurat bencana yang telah ditetapkan sejak tanggal 18 Desember 2019 hingga 30 April nanti,” terang Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto, Kamis (2/1) sore di Mempawah.

Didik mengatakan, saat ini intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Mempawah masih cukup tinggi. Kondisi itu berpotensi memicu terjadinya bencana banjir dilingkungan masyarakat. Terlebih pada beberapa wilayah yang rawan banjir. “Dalam kondisi sekarang, potensi banjir tetap ada. Terutama pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Mempawah. Seperti Dusun Telayar, Desa Pasir dan beberapa daerah lainnya,” papar Didik.

Baca Juga :  Jangan Terprovokasi

Disamping banjir, Didik menyebut bencana alam seperti tanah longsor dan angin puting beliung cukup berpotensi terjadi di Kabupaten Mempawah. Karena itu, dia mengingatkan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan. Terutama pada wilayah yang berpotensi mengalami bencana.

“Petugas selalu melakukan monitoring dilapangan. Khususnya pada daerah-daerah rawan banjir, selalu kita awasi situasinya. Jika memang terjadi peningkatan volume air, maka langsung kita antisipasi secara maksimal,” tuturnya.

Hingga kini, Didik memastikan belum ada laporan masyarakat terkait bencana alam di wilayah Kabupaten Mempawah. Dia berharap, kedepan tidak ada daerah yang terdampak bencana alam di wilayah itu.

“Mudah-mudahan tidak ada lingkungan masyarakat yang tertimpa musibah bencana alam. Kalau pun terjadi, mudah-mudahan tidak terlalu memburuk dan bisa kita tanggulangi dengan baik,” harapnya.

Baca Juga :  Salurkan Sepuluh Ton Beras dan Paket Sembako

Penghujung tahun 2019 lalu, sejumlah wilayah di Kabupaten Mempawah terendam banjir. Seperti Dusun Telayar dan Dusun Tekam di Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur. Kemudian, Dusun Sebukit Rama, Pasir Tengah dan Dusun Suap di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir.

Ketinggian air mencapai 70 hingga 100 centimeter. Banjir yang berlangsung kurang lebih dua pekan itu merendam ratusan warga dan menimbulkan kerusakan terhadap tanaman, ternak hingga infrastruktur jalan yang ada di lingkungan masyarakat setempat. (wah)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/